Compassion

Cahaya indah di dalam diri

Ditulis oleh Gede Prama

Neale Donald Walsch boleh saja menyebut dialog ke dalam diri dengan “Conversation with God” (percakapan dengan Tuhan), tapi di Timur judul seperti itu kurang mengena di tatakrama. Menyusul berlalunya hari raya Nyepi, berikut dialog dengan kesunyian di dalam (KD)

Penanya: Kenapa Tuhan tidak membuat dunia ini agar damai saja, tanpa konflik, tanpa penyakit?
KD: Untuk bisa mengerti warna putih, pikiran manusia memerlukan warna lain. Jika semua warna putih, nanti orang tidak bisa lagi melihat warna putih. Dengan cara yang sama, agar orang menghargai kesehatan, muncullah penyakit. Agar banyak jiwa rindu kedamaian, muncullah kekerasan.

Penanya: Tapi lama-lama banyak orang jadi lelah. Salah-salah bisa sakit jiwa?
KD: Layang-layang tidak akan terbang tanpa angin yang menerjang. Jiwa tidak akan mekar indah jika tidak pernah melewati masalah. Saat lelah, istirahatlah. Begitu cukup istirahatnya, jalani setiap masalah seperti bunga yang dibakar oleh sinar matahari. Keikhlasan membuat bunga dibikin mekar oleh panasnya sinar matahari

Penanya: Kenapa sulit sekali membuat pikiran agar ikhlas?
KD: Di awal, manusia memerlukan harapan. Setidaknya agar bangun paginya lebih indah. Begitu kehidupan dibikin gelap oleh kerumitan dan ketakutan, belajar mendekatkan harapan dengan kenyataan. Begitu harapan dekat dengan kenyataan, di sana ikhlas itu jadi lebih mudah

Penanya: Tidak sesederhana itu praktiknya dalam keseharian?
KD: Semua soal ukuran. Kenapa orang sering terlihat salah, karena Anda mengukur orang lain dengan ukuran diri sendiri. Kenapa Anda sering merasa benar, karena Anda mengukur diri sendiri dengan ukuran diri sendiri. Belajar mengukur ikan dengan ukuran ikan, mengukur burung dengan ukuran burung. Mengukur hidup di hari ini dengan ukuran di hari ini. Hidup pun jadi jauh lebih mudah

Penanya: Pelajaran terpenting apa yang dibawa oleh virus corona?
KD: Manusia tidak bisa hidup sendiri di bumi. Agar manusia sehat, ia harus merawat lingkungan sekitar (pepohonan, binatang, dll) juga secara sehat. Belajar menselaraskan ekonomi dengan ekologi

Penanya: Tidak mudah membuat politisi agar sadar akan ekologi
KD: Krisis virus corona ini akan membangkitkan kesadaran politisi akan hal ini. Jika kesadaran di kalangan politisi tidak bangkit, kesadarannya akan bangkit di tempat lain. Jika pemimpin formal tidak bisa membawa masyarakat keluar dari krisis, akan muncul pemimpin informal. Semacam pembawa Cahaya

Penanya: Siapa pembawa Cahayanya?
KD: Sebagaimana jawaban terdahulu, hanya lebah dan kupu-kupu indah yang bisa mengerti indahnya bunga indah. Hanya ia yang di dalamnya kesejatian yang bisa mengerti siapa pembawa Cahaya yang sejati

Penanya: Terimakasih. Merunduk yang dalam. Maaf terlalu banyak pertanyaan.
KD: ………………………………………………………………………………………………………………….. Tidak terdengar suara. Hanya sepasang bibir sangat indah yang tersenyum sangat indah

Penulis: Guruji Gede Prama
Photo courtesy: Unsplash

Tentang Penulis

Gede Prama

Gede Prama memulai perjalanan spiritual dengan berdialog bersama Guru simbolik di sebuah desa di Bali Utara. Ini kemudian diperkaya dengan sekolah ke luar negeri, perjumpaan dengan Guru spiritual dunia seperti YM Dalai Lama, YA Thich Nhat Hanh serta Profesor Karen Armstrong, serta olah meditasi yang panjang.

Kendati pernah memimpin perusahaan dengan ribuan karyawan, terbang ke beberapa negara untuk tujuan mengajar, tapi semua itu ditinggalkan karena dipanggil oleh bom Bali di tahun 2002. Sejak beberapa tahun lalu beliau bahkan tidak pernah meninggalkan Bali, sekali-sekali saja keluar dari keheningan hutan untuk mengajar di tempat-tempat suci di Bali.

Silahkan Berkomentar

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.