Compassion

Metamorfosis global sedang terjadi

Ditulis oleh Gede Prama

Tatkala kehidupan kepompong berhenti, kupu-kupu indah terlahir. Tatkala krisis ini berhenti, jiwa-jiwa indah banyak yang akan terlahir. Itu pesan indah yang terdengar pagi ini di Ashram Avalokiteshvara tempat Guruji bermukim di Bali Utara. Tanda-tanda jiwa indah yang akan terlahir sederhana.

  1. Tidak saja tubuhnya kebal (immune) dari virus, pikirannya juga kebal dari kepanikan dan ketakutan
  2. Mengerti bahwa sedang terjadi keselarasan astrologi di alam. Dan manusia jenis ini sedang menyelaraskan diri dengan alam
  3. Di tengah lautan berita yang serba negatif, orang jenis ini membawa air suci (Tirtha) pikiran positif
  4. Paham betul pesan di balik virus corona: “Manusia terlalu kuat menyembah ke atas, terlalu lemah menyayangi ke bawah”
  5. Tatkala Anda memaafkan secara tekun dan tulus, Anda sedang membuka pintu pada kehidupan yang mulya dan bercahaya
  6. Diantara semua kekuatan penjaga, yang terbaik adalah cinta kasih, kebaikan dan belas kasih
  7. Dalam keseharian, menjadi magnet bagi hal-hal yang indah (be the magnet of the good) melalui pikiran, ucapan dan tindakan
  8. Sebagaimana kegelapan hilang saat Cahaya hadir, ketakutan dan kepanikan hilang saat keyakinan hadir
  9. Berani mengucapkan selamat tinggal pada persaingan berlebihan. Berani tumbuh unik otentik menjadi diri sendiri
  10. Ia yang selalu melihat sisi indah orang lain, akan berjumpa sisi terindah dari dirinya sendiri
  11. Dari hati yang penuh rasa syukur, manusia jenis ini selalu membisikan doa ini: “Terimakasih, terimakasih, terimakasih…”

Untuk membantu keluarga spiritual Compassion (dekat maupun jauh, di dalam maupun di luar negeri) bermetamorfosis menjadi jiwa-jiwa yang indah, jika diberkahi tenaga dan waktu, selama krisis ini berlangsung, setiap hari para sahabat akan dibimbing meditasi (jam 12:00 waktu Bali) diikuti oleh message of the day (pesan penting di hari itu). Di jam 22:22 waktu Bali, para sahabat akan diajak doa bersama. Diikuti oleh tips-tips tidur yang indah.

Semua ini dilakukan melalui FB live di akun FB Gede Prama’s Compassion

Penulis: Guruji Gede Prama
Photo by Karina Vorozheeva on Unsplash

Tentang Penulis

Gede Prama

Gede Prama memulai perjalanan spiritual dengan berdialog bersama Guru simbolik di sebuah desa di Bali Utara. Ini kemudian diperkaya dengan sekolah ke luar negeri, perjumpaan dengan Guru spiritual dunia seperti YM Dalai Lama, YA Thich Nhat Hanh serta Profesor Karen Armstrong, serta olah meditasi yang panjang.

Kendati pernah memimpin perusahaan dengan ribuan karyawan, terbang ke beberapa negara untuk tujuan mengajar, tapi semua itu ditinggalkan karena dipanggil oleh bom Bali di tahun 2002. Sejak beberapa tahun lalu beliau bahkan tidak pernah meninggalkan Bali, sekali-sekali saja keluar dari keheningan hutan untuk mengajar di tempat-tempat suci di Bali.

Silahkan Berkomentar

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.