Compassion

Belajar menjadi spiritual warrior (penyelamat spiritual)

Ditulis oleh Gede Prama

Jurnal Harvard Medical Shool berkali-kali menyebutkan, salah satu sebab kenapa banyak orang tua sakit ini itu karena tidak seimbang dan tidak fleksibel. Psikologi telah lama menyarankan pentingnya sociobiome (keseimbangan antara kesendirian dan keramaian). Di dunia spiritual, keseimbangan dan keterhubungan adalah kombinasi yang sangat menyelamatkan.

Diteropong dengan cara pandang ini, ada potensi bahaya di tengah masyarakat manusia. Terutama karena manusia bertumbuh jauh dari keseimbangan. Terlalu banyak di dalam, sedikit di luar. Terlalu banyak di rumah, sedikit bersosialisasi di luar. Terlalu banyak ketakutan, sedikit keyakinan. Terlalu banyak memikirkan kegelapan, sedikit memikirkan Cahaya.

Di tengah tanda-tanda zaman seperti ini, kurangi membicarakan hal-hal yang tidak bisa dilakukan, fokus pada hal-hal yang bisa dilakukan. Sahabat-sahabat yang mendalami fisika kuantum mengerti, pikiran memiliki kekuatan untuk mengubah hal-hal kecil (dari atom sampai molekul), bisa juga mengubah hal besar seperti masyarakat. Ini didukung oleh riset dan studi yang banyak dan panjang.

Undangannya untuk para sahabat, mari belajar menjadi penyelamat spiritual (spiritual warrior). Terutama dengan cara melatih pikiran kita masing-masing. Berikut sejumlah bahan renungan.

  1. Pertama-tama belajar bertumbuh di atas ketakutan dan kepanikan
  2. Ingat mantra indah: “All is well”. Semuanya telah, sedang dan akan baik-baik saja
  3. Bangkitkan keyakinan. Keyakinan bervibrasi di atas ketakutan. Ketakutan vibrasinya sama dengan vibrasi virus
  4. Bikin daftar panjang hal-hal yang layak disyukuri di balik krisis ini
  5. Dari CO2 yang menurun, sampai menjadi lebih dekat dengan keluarga
  6. Terangi diri dengan pengertian. Rasa syukur adalah perjumpaan pribadi dengan Tuhan sebagai cinta kasih
  7. Bisikkan mantra ini ke dalam diri: “Rasa syukur lebih besar dari ketakutan mana pun”
  8. Lantunkan mantra ini ke dalam diri: “Rasa syukur lebih agung dari kepanikan mana pun”
  9. Dengan penuh keyakinan, pancarkan Cahaya pengertian ke dalam: “Saya adalah rasa syukur yang sangat dalam”.

Ingat jiwa-jiwa yang indah, menjadi spiritual adalah menjadi jiwa yang tumbuh seimbang. Kapan saja alam berada dalam posisi tidak seimbang, itu tanda balancing energy (energi penyeimbang) dari Anda sedang sangat dibutuhkan. Dan sekaranglah waktu yang paling tepat untuk melakukannya.

Jadwal FB live hari ini di akun FB Gede Prama’s Compassion:
Jam 12:00 waktu Bali: Bimbingan meditasi. Cerita “Belajar menjadi spiritual warrior”
Jam 22:22 waktu Bali malam ini: Doa bersama. Diikuti tips tidur yang indah

Penulis: Guruji Gede Prama
Photo by Amy Humphries on Unsplash

Tentang Penulis

Gede Prama

Gede Prama memulai perjalanan spiritual dengan berdialog bersama Guru simbolik di sebuah desa di Bali Utara. Ini kemudian diperkaya dengan sekolah ke luar negeri, perjumpaan dengan Guru spiritual dunia seperti YM Dalai Lama, YA Thich Nhat Hanh serta Profesor Karen Armstrong, serta olah meditasi yang panjang.

Kendati pernah memimpin perusahaan dengan ribuan karyawan, terbang ke beberapa negara untuk tujuan mengajar, tapi semua itu ditinggalkan karena dipanggil oleh bom Bali di tahun 2002. Sejak beberapa tahun lalu beliau bahkan tidak pernah meninggalkan Bali, sekali-sekali saja keluar dari keheningan hutan untuk mengajar di tempat-tempat suci di Bali.

Silahkan Berkomentar

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.