Compassion

Dialog dengan kedamaian di dalam

Ditulis oleh Gede Prama

Setelah melewati malam-malam gelap bagi sang jiwa, Neale Donald Walsch melakukan dialog ke dalam. Dialog ini diberi judul “conversation with God” (percakapan dengan Tuhan). Di dunia Barat yang eksplisit, judul seperti itu biasa-biasa saja. Tapi di dunia Timur yang halus dan implisit, judul seperti itu dihindari. Berikut dialog pagi ini di Ashram bersama kedamaian di dalam (KDD).

Penanya: Kenapa dunia jadi serumit ini?
KDD: Itu hasil perjumpaan super rumit antara berita palsu di luar dengan berita palsu di dalam.

Penanya: Bisa diterangkan satu persatu?
KDD: Awalnya teknologi hanya jadi pelayan manusia. Ia hanya meringankan tugas. Yang terjadi sekarang, teknologi memformat ulang kehidupan manusia. Seluruh sendi-sendi kehidupan (dari cara belajar, berkeluarga sampai berdoa) diformat ulang oleh teknologi. Itu tidak berbahaya jika manusia bisa berjarak dengan teknologi. Tapi banyak manusia tidak bisa berjarak. Ujungnya teknologi jadi memperrumit.

Penanya: Soal berita palsu di dalam?
KDD: Kegagalan untuk berjarak dengan teknologi kemudian membuat pikiran manusia jadi sangat rumit. Sehingga persoalan kecil jadi super besar. Dan diantara semua bentuk berita palsu di dalam, yang paling membahayakan adalah kepanikan yang berkawan dengan ketakutan. Itu yang sedang terjadi di muka bumi.

Penanya: Sampai kapan mimpi buruk seperti ini akan terjadi?
KDD: Tergantung seberapa cepat manusia (khususnya pemimpin) sembuh dari kepanikan dan ketakutan. Terutama karena ketakutan dan kepanikan mirip tong sampah yang mengundang datangnya lalat. Idealnya, pemimpin yang pertama-tama sembuh. Tapi yang terjadi, tidak sedikit pemimpin yang lebih panik dari orang biasa

Penanya: Apa mungkin ada pengaruh kekuatan luar yang mengacaukan bumi?
KDD: Pikiran negatif manusia bervibrasi di wilayah yang sama dengan virus. Makanya virus corona serangannya sangat masif di tempat yang berita negatifnya juga masif. Jadi pikiran negatif manusialah yang paling bertanggungjawab di balik kekacauan ini.

Penanya: Apa pesannya agar umat manusia selamat dari krisis berbahaya ini?
KDD: Ini panggilan alam agar manusia bertransformasi ke tingkat kesadaran yang lebih tinggi. Persisinya, bertransformasilah dari pikiran negatif ke pikiran positif. Kemudian istirahat dalam pikiran holistik. Ditemani pikiran holistik, tubuh manusia bisa menjadi rumah indah bagi pertumbuhan jiwa.

Penanya: Bagaimana menerangkan ke orang-orang agar mereka percaya pentingnya transformasi kesadaran?
KDD: Sebagaimana terlihat dalam sejarah, banyak mahluk yang punah (contohnya dinosaurus) karena gagal menyelaraskan dirinya dengan siklus alam semesta. Dan sekarang bumi sedang berevolusi ke tingkat yang lebih tinggi. Hanya ia yang memiliki kesadaran yang lebih tinggi yang paling mungkin tidak punah

Penanya: Bisa diberikan langkah praktis?
KDD: Anda diberi tanda di masa kecil dalam bentuk tidak pernah kalah main layang-layang. Ajaklah umat manusia untuk tumbuh seimbang. Dalam arti yang seluas-luasnya. Seimbang antara membahagiakan diri dengan membahagiakan mahluk lain. Antara material dan spiritual. Antara mencari ke luar dan menemukan ke dalam

Penanya: Langkah lebih praktis lagi?
KDD: Seluruh benih-benih kedamaian sudah ada dalam tubuh manusia. Kurangi terlalu bertenaga untuk mencari rumah, ajak orang-orang untuk tersenyum indah

Penanya: Terimakasih. Menghormat yang dalam
KDD: ……………………………………………………………….. Tidak ada suara. Hanya rasa damai di dalam

Penulis: Guruji Gede Prama
Keterangan foto: Miniatur Borobudur di Ashram Avalokiteshvara. Foto diambil oleh si bungsu Ram

Tentang Penulis

Gede Prama

Gede Prama memulai perjalanan spiritual dengan berdialog bersama Guru simbolik di sebuah desa di Bali Utara. Ini kemudian diperkaya dengan sekolah ke luar negeri, perjumpaan dengan Guru spiritual dunia seperti YM Dalai Lama, YA Thich Nhat Hanh serta Profesor Karen Armstrong, serta olah meditasi yang panjang.

Kendati pernah memimpin perusahaan dengan ribuan karyawan, terbang ke beberapa negara untuk tujuan mengajar, tapi semua itu ditinggalkan karena dipanggil oleh bom Bali di tahun 2002. Sejak beberapa tahun lalu beliau bahkan tidak pernah meninggalkan Bali, sekali-sekali saja keluar dari keheningan hutan untuk mengajar di tempat-tempat suci di Bali.

Silahkan Berkomentar

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.