Compassion

Bunga indah untuk para sahabat pemimpin

Ditulis oleh Gede Prama

Menjadi pemimpin tentu tidak mudah. Tanggung jawab yang diemban jauh dari mudah. Kami menyimpan banyak rasa hormat dan rasa respek pada para pemimpin. Namun kapan saja ada tanda-tanda yang bisa membahayakan para pemimpin, rakyat wajib untuk berbagi cerita.Terutama karena tidak saja pemimpin wajib menjaga masyarakat, masyarakat juga wajib menjaga pemimpinnya. Berikut beberapa bahan yang layak direnungkan.

  1. Dari dulu hingga nanti, kehidupan di muka bumi hanya sehat jika semuanya tumbuh seimbang
  2. Dengan penuh permintaan maaf harus dikemukakan, kehidupan di zaman corona ini jauh dari seimbang
  3. Psikologi telah lama menyarankan pentingnya sociobiome (keseimbangan antara kesendirian dan keramaian)
  4. Dan proses karantina di rumah terlalu lama membuat banyak manusia tekurung dalam kesendirian
  5. Tidak banyak manusia yang bisa diajak nyaman dan aman dalam kesendirian. Tidak banyak
  6. Studi-studi psikologi bahkan menunjukkan, semakin lama anak-anak bisa diam dalam waktu yang semakin sedikit
  7. Bercermin dari sini, layak direnungkan untuk berjarak secukupnya dengan ketakutan berlebihan akan virus corona
  8. Jangan sampai menyelamatkan ribuan orang dari kemungkinan diserang corona, tapi jutaan manusia terkena sakit mental
  9. Jutaan (mungkin miliaran) manusia akan hidup dalam ketakutan ketidakpastian karena kehilangan pekerjaan
  10. Jika itu terjadi, mudah-mudahan tidak, bebannya akan kembali menjadi tanggung jawab para sahabat pemimpin
  11. Sudah saatnya para sahabat pemimpin hadir di tengah masyarakat membawa Cahaya harapan. Bukan memperpanjang daftar panjang ketakutan yang telah panjang

Terimakasih sudah menyempatkan waktu untuk membaca surat terbuka ini. Begitulah kehidupan petapa sejak dulu. Berbagi cerita agar pemimpin dan masyarakat sehat selamat

Penulis: Guruji Gede Prama
Photo courtesy: Twitter

Tentang Penulis

Gede Prama

Gede Prama memulai perjalanan spiritual dengan berdialog bersama Guru simbolik di sebuah desa di Bali Utara. Ini kemudian diperkaya dengan sekolah ke luar negeri, perjumpaan dengan Guru spiritual dunia seperti YM Dalai Lama, YA Thich Nhat Hanh serta Profesor Karen Armstrong, serta olah meditasi yang panjang.

Kendati pernah memimpin perusahaan dengan ribuan karyawan, terbang ke beberapa negara untuk tujuan mengajar, tapi semua itu ditinggalkan karena dipanggil oleh bom Bali di tahun 2002. Sejak beberapa tahun lalu beliau bahkan tidak pernah meninggalkan Bali, sekali-sekali saja keluar dari keheningan hutan untuk mengajar di tempat-tempat suci di Bali.

Silahkan Berkomentar

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.