Compassion

Dekapan indah untuk sahabat pemimpin

Ditulis oleh Gede Prama

Di negara-negara yang statistiknya lebih transparan diceritakan, di bulan-bulan lock down angka bunuh diri menaik tajam, angka kekerasan di dalam rumah tangga menaik tajam, angka pengangguran yang menaiknya paling tajam. Membaca tanda-tanda seperti ini, mari mengetuk hati para sahabat yang duduk di kursi pemerintahan.

Menyelamatkan nyawa manusia agar selamat dari virus corona tentu penting, tapi menyelamatkan perut orang agar tidak kelaparan juga penting. Di saat-saat krisis khususnya, pilihan hidup tidak lagi buruk atau baik, melainkan lebih buruk atau paling buruk. Manusia yang wafat karena corona tentu saja buruk, tapi jika ekonomi tidak dibuka hal jauh lebih buruk bisa terjadi.

Di sejumlah negara maju dilaporkan, aparat keamanan sudah dilawan oleh rakyat yang perutnya lapar serta butuh pekerjaan. Di ilmu tua kepemimpinan diwariskan, lihatlah kehidupan dengan wawasan helikopter (helicopter view). Tarik diri ke atas, kemudian lihat persoalan corona dalam perspektif yang lebih luas. Ia tidak saja berkaitan dengan virus, tapi juga berkaitan dengan banyak hal yang lain.

Saat krisis terjadi, konsentrasikan energi untuk menyejukkan tempat-tempat yang rawan terbakar api. Dan di saat ini, yang rawan terbakar api adalah miliaran manusia yang terancam kelaparan karena kehilangan pekerjaan. Miliaran anak-anak yang rindu dengan teman dan sekolah. Miliran manusia yang berpotensi mengalami depresi bahkan bunuh diri.

Terinspirasi dari sini, lepaskan kaca mata kuda lockdown. Aparat kesehatan tetap bekerja menyelamatkan korban virus corona, pada saat yang sama konsentrasikan energi menciptakan sebanyak mungkin pekerjaan, kembalikan anak-anak ke sekolah. Di atas semuanya, berhenti menyebarkan kepanikan berlebihan terutama melalui keputusan-keputusan yang bikin masyarakat jadi kalut.

Sebagaimana terlihat di lapangan, jika orang biasa panik maka yang ikut takut hanya beberapa orang. Jika pemimpin panik, miliran manusia dicekam ketakutan. Dan ketakutan kolektif manusia mengundang datangnya banyak bahaya kemudian. Karena bumi sedang bervibrasi naik (Co2 turun, lubang ozon tertutup, konflik dan perang terhenti), mari mengajak masyarakat bervibrasi naik.

Dan kendaraan terbaik agar vibrasi manusia naik adalah keindahan. Untuk itu, kembalikan dunia anak-anak agar indah kembali. Kembalikan kehidupan remaja biar indah kembali. Dan yang terindah adalah memberikan pekerjaan pada miliaran manusia yang sedang terancam kelaparan. Terimakasih sudah menyempatkan waktu untuk membaca surat terbuka ini.

“Buku Suci” Keluarga Compassion: https://play.google.com/store/books/details?id=BMXgDwAAQBAJ
P3B (Pusat Pelayanan Pencegahan Bunuh Diri Keluarga Compassion) 0361 845 5555

Penulis: Guruji Gede Prama
Photo courtesy: Twitter

Tentang Penulis

Gede Prama

Gede Prama memulai perjalanan spiritual dengan berdialog bersama Guru simbolik di sebuah desa di Bali Utara. Ini kemudian diperkaya dengan sekolah ke luar negeri, perjumpaan dengan Guru spiritual dunia seperti YM Dalai Lama, YA Thich Nhat Hanh serta Profesor Karen Armstrong, serta olah meditasi yang panjang.

Kendati pernah memimpin perusahaan dengan ribuan karyawan, terbang ke beberapa negara untuk tujuan mengajar, tapi semua itu ditinggalkan karena dipanggil oleh bom Bali di tahun 2002. Sejak beberapa tahun lalu beliau bahkan tidak pernah meninggalkan Bali, sekali-sekali saja keluar dari keheningan hutan untuk mengajar di tempat-tempat suci di Bali.

Silahkan Berkomentar

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.