Compassion

Tentang Buddha hidup (a living Buddha)

Ditulis oleh Gede Prama

“Apakah benar Guruji Gede Prama seorang Buddha hidup (a living Buddha)? Apakah tidak berbahaya jika orang biasa disembah seperti menyembah seorang Buddha hidup?”, begitu ada yang bertanya. Soal sebutan Buddha hidup, itu sebutan orang. Tidak mungkin dilarang. Seperti lukisan Guruji yang di belakangnya ada Buddha Avalokiteshvara, itu sepenuhnya inisitatif Dewa Yoga.

Tidak ada yang meminta. Tidak ada yang menyuruh. Bahkan tatkala biaya melukisnya mau diganti pun, Dewa Yoga tidak mau. Hal yang sama juga terjadi dengan sebutan Buddha hidup yang datang dari sejumlah murid dekat. Tidak ada yang meminta. Tidak ada yang menyuruh. Soal bahayanya orang biasa disembah seperti menyembah Buddha hidup, jawabannya bisa ia, bisa tidak.

Jawabannya ia, jika seseorang belum mencapai kebijaksanaan (keheningan). Ia bisa memperbesar ego. Kemudian melahirkan kecongkakan. Tapi jawabannya tidak, bagi seseorang yang telah mencapai keheningan. Di dunia keheningan, murid-murid yang menyembah indah itu mirip seorang Ibu yang membelikan baju baru pada bayinya.

Bayinya mungkin tidak mengerti apa-apa dengan baju baru, tapi mamanya yang membelikan baju baru, bahagianya luar biasa. Hal yang sama terjadi pada murid-murid yang menyembah indah, bagi jiwa hening bening yang disembah, cara menyembah itu tidak menimbulkan dampak apa-apa. Tapi bagi yang menyembah, dia memberikan dampak luar biasa.

Bagi yang sakit, menyembah membuat efek placebo (baca: keyakinan menyembuhkan) bekerja. Bagi yang bermetamorfosis dari sehat menuju tercerahkan, menyembah Guru yang hening-bening membantu yang bersangkutan terhubung dengan ajaran suci. Terutama karena jiwa yang hening-bening adalah a living scriptures (buku suci hidup). Frekuensinya sama dengan manusia yang hidup. Sementara buku suci tua belum tentu memiliki frekuensi yang sama dengan frekuensi energi manusia yang hidup di zaman ini.

Besok rabu 27/5 jam 21:21 waktu Bali akan ada FB live. Doa bersama. Diikuti Nyanyian jiwa
P3B (Pusat Pelayanan Pencegahan Bunuh Diri) Keluarga Compassion 0361 845 5555

Penulis: Guruji Gede Prama
Foto persembahan keluarga Compassion

Tentang Penulis

Gede Prama

Gede Prama memulai perjalanan spiritual dengan berdialog bersama Guru simbolik di sebuah desa di Bali Utara. Ini kemudian diperkaya dengan sekolah ke luar negeri, perjumpaan dengan Guru spiritual dunia seperti YM Dalai Lama, YA Thich Nhat Hanh serta Profesor Karen Armstrong, serta olah meditasi yang panjang.

Kendati pernah memimpin perusahaan dengan ribuan karyawan, terbang ke beberapa negara untuk tujuan mengajar, tapi semua itu ditinggalkan karena dipanggil oleh bom Bali di tahun 2002. Sejak beberapa tahun lalu beliau bahkan tidak pernah meninggalkan Bali, sekali-sekali saja keluar dari keheningan hutan untuk mengajar di tempat-tempat suci di Bali.

Silahkan Berkomentar

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.