Compassion

Cahaya cinta kasih di hari cinta kasih

Ditulis oleh Gede Prama

Bertepatan dengan hari cinta kasih hari ini, pagi-pagi di puncak Gunung Agung ada pemandangan super indah. Tatkala dilihat di kalender Bali ternyata besok 10-09-2020 hari Sugihan Jawa, lusa 11-09-2020 adalah hari Sugihan Bali. Sebagian orang Bali menyebut Sugihan Jawa sebagai kaya di luar. Sugihan Bali disimpulkan sebagai kaya di dalam.

Dengan tetap menghormati orang yang masih bangga dengan kekayaan di luar, berikut sejumlah bahan renungan agar bisa kaya di dalam. Sejenis kekayaan yang tidak bisa dicuri orang. Bahkan bisa dibawa jauh setelah tubuh disebut mati.

  1. Tidak cukup berdoa di tempat suci yang terbuat dari bata, sudah saatnya berdoa di tempat suci yang terbuat dari cinta
  2. Tidak cukup berdoa hanya disaksikan Cahaya, belajar berdoa untuk berbagi Cahaya
  3. Tidak cukup mengerti dengan mempertukarkan kata-kata, mari belajar mengerti melalui tindakan nyata
  4. Sudah cukup dibikin kacau oleh drama dunia, sudah saatnya ikut menerangi dunia
  5. Sudah cukup dipermainkan oleh berita, berjarak samalah dengan semua berita
  6. Sudah cukup dibikin lelah oleh harta, mari melatih diri agar dibikin bahagia oleh harta
  7. Cahaya tidak lahir dengan membuang yang negatif, tapi lahir dengan cara mensintesakan negatif-positif
  8. Senyuman penuh pengertian adalah sebuah kekuatan sintesis di dalam
  9. Selalu menjadi saksi di tengah, itu juga sebuah kekuatan sintesis di dalam
  10. Sepi-sunyi yang melahirkan kasih sayang juga kekuatan sintesis di dalam
  11. Begitu cara terindah memayungi diri di zaman ini. Dulunya, ia disebut Basukian (jalan menuju keselamatan)

P3B (Pusat Pelayanan Pencegahan Bunuh Diri) Keluarga Compassion
P3C (Pusat Pelayanan Pencegahan Perceraian) Keluarga Compassion
082335555644 (Telkomsel)
081999162555 (XL)
085857536536 (Indosat)

Penulis: Guruji Gede Prama
Foto puncak Gunung Agung Bali hari ini rabu 09-09-2020

Tentang Penulis

Gede Prama

Gede Prama memulai perjalanan spiritual dengan berdialog bersama Guru simbolik di sebuah desa di Bali Utara. Ini kemudian diperkaya dengan sekolah ke luar negeri, perjumpaan dengan Guru spiritual dunia seperti YM Dalai Lama, YA Thich Nhat Hanh serta Profesor Karen Armstrong, serta olah meditasi yang panjang.

Kendati pernah memimpin perusahaan dengan ribuan karyawan, terbang ke beberapa negara untuk tujuan mengajar, tapi semua itu ditinggalkan karena dipanggil oleh bom Bali di tahun 2002. Sejak beberapa tahun lalu beliau bahkan tidak pernah meninggalkan Bali, sekali-sekali saja keluar dari keheningan hutan untuk mengajar di tempat-tempat suci di Bali.

Silahkan Berkomentar

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.