Compassion

Selamat berdoa di malam Shivaratri

Ditulis oleh Gede Prama

Di alam ini ada banyak ajaran suci. Ada ajaran suci yang dekat dengan bulan purnama, ada yang dekat dengan bulan sabit, ada yang dekat dengan malam tanpa bulan, ada yang nyaman ketika di langit ada bulan setengah lingkaran. Mirip dengan memasuki hutan luas yang berisi banyak sekali ciptaan. Tanpa kompas yang tepat, kemungkinan tersesatnya tinggi sekali.

Serupa memasuki apotik besar yang menjual banyak sekali obat. Tanpa tahu penyakitnya apa, seseorang dijamin bingung ketika memasuki apotek. Itu sebabnya, ada buku suci tua yang memberi pedoman melangkah seperti ini: “The king of knowledge is the knowledge of who you are”. Raja segala pengetahuan adalah pengetahuan tentang siapa diri Anda.

Tanpa pengetahuan diri yang cukup, jangankan dunia politik dan kekuasaan, bahkan ajaran suci pun bisa sangat membingungkan. Malam ini adalah semalam menjelang malam tanpa bulan. Pemuja Shiva di Bali menyebutnya malam yang sakral. Catatannya kemudian, tidak semua orang cocok dengan vitamin C. Tidak semua orang cocok dengan ajaran yang berkaitan dengan malam gelap.

Bagi para pemula, hal-hal gelap itu cenderung dihindari. Maklum namanya juga pemula. Sebaliknya, bagi jiwa-jiwa dewasa, apa lagi bercahaya, hal-hal gelap itu Guru tingkat tinggi. Di ajaran Tantra ada cerita seperti ini. Suatu hari ada seorang murid yang menunjukkan tanda-tanda sudah dewasa. Oleh Gurunya ia dikirim ke lembah paling gelap dan paling menakutkan di sekitar Himalaya.

Diminta tinggal di sana selama berbulan-bulan. Sendiri lagi. Di malam-malam pertama pedang berjatuhan dari langit. Di malam berikutnya, hujan tengkorak manusia juga turun dari langit. Lama-lama tengkoraknya berisi lidah dan darah. Intinya, tambah lama tambah horor dunia di sana. Awalnya tentu saja ia takut. Karena malu dan segan sama Gurunya, ia memilih bertahan.

Setelah beberapa waktu berlalu, hal-hal horor dan menakutkan itu hilang. Menyisakan sebuah jiwa yang sangat terang. Pelajarannya, ajaran yang berkaitan dengan malam-malam gelap lebih aman jika ditekuni oleh jiwa-jiwa dewasa dan bercahaya. Hal-hal menakutkan di alam ini sesungguhnya simbol Guru. Ia membantu manusia untuk menjumpai sisi-sisi gelap di dalam dirinya.

Dari ketakutan, kepanikan sampai kebingungan. Begitu kegelapan di dalam dijumpai secara tenang seimbang, di sana seseorang mengerti melalui pencapaian, baik sisi gelap maupun sisi terang adalah bagian dari diri yang sama. Salah satu contoh legendaris yang dicatat sejarah dalam hal ini adalah detik-detik menjelang Buddha mengalami pencerahan.

Setan mara menyerang habis-habisan. Dari godaan seks sampai mengancam nyawa. Seorang guru besar dari Oxford menyimpulkan detik-detik pencerahan ini secara terang benderang: “In the moment when Prince Siddharta accept satan mara as part of himself, from that moment he was no longer Prince Siddharta, He was a Buddha”. Itulah contoh indah perjumpaan langsung dengan kegelapan.

Begitu kegelapan didekap sebagai bagian dari diri yang utuh dan komplit, di sana kegelapan tidak lagi membawa ketakutan. Ia menghadiahkan hadiah terindah yang bisa diperoleh di dunia spiritual yakni ke-u-Tuhan. Dalam bahasa para sahabat fisikawan: “Health comes from whole”. Kesembuhan jiwa datang dari pencapaian langsung akan ke-u-Tuhan. Selamat berdoa para sahabat.

Photo courtesy: Twitter

Tentang Penulis

Gede Prama

Gede Prama memulai perjalanan spiritual dengan berdialog bersama Guru simbolik di sebuah desa di Bali Utara. Ini kemudian diperkaya dengan sekolah ke luar negeri, perjumpaan dengan Guru spiritual dunia seperti YM Dalai Lama, YA Thich Nhat Hanh serta Profesor Karen Armstrong, serta olah meditasi yang panjang.

Kendati pernah memimpin perusahaan dengan ribuan karyawan, terbang ke beberapa negara untuk tujuan mengajar, tapi semua itu ditinggalkan karena dipanggil oleh bom Bali di tahun 2002. Sejak beberapa tahun lalu beliau bahkan tidak pernah meninggalkan Bali, sekali-sekali saja keluar dari keheningan hutan untuk mengajar di tempat-tempat suci di Bali.

Silahkan Berkomentar

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.