Compassion

Mantra Penyelamat untuk Para Sahabat Dekat

Ditulis oleh Gede Prama

Menyusul wajah dunia yang jauh dari cerah, di Ashram Avalokiteshvara tempat Guruji bermukim di Bali Utara semalam dimintakan mantra sederhana agar para sahabat dekat bisa sehat selamat. Syukurnya, mantra ini diberikan. Mantranya berbunyi begini: “Kenali diri di dalam, pancarkan belas kasih ke luar”. Jika keduanya diracik secara rapi, kemungkinan selamatnya tinggi.

Agar para sahabat yakin dalam bertindak, mari dalami mantra ini satu persatu. Pesan “kenali diri di dalam” makna praktisnya sederhana, jika peka, mudah luka, serta menyimpan banyak luka jiwa, tahu dirilah untuk tidak terlalu banyak beredar di tengah keramaian. Menjauhlah secara sopan dari vampir energi (orang yang mudah bikin lelah dan gelisah).

Anda yang percaya dirinya lagi turun karena kehilangan pekerjaan, berhadapan dengan tantangan keuangan yang semakin berat, fokuslah pada merapikan diri di dalam. Kurangi mendengarkan komentar tidak positif dari luar. Pada saat yang sama selalu ingat, pengeluaran pasti tapi penerimaan tidak pasti. Kendalikan hal-hal yang lebih pasti. Jaga pengeluaran dengan hati-hati.

Kawan-kawan yang sedang terkena penyakit (termasuk covid), belajar back to basic (kembali ke dasar). Asal kekebalan tubuh terjaga baik, tubuh bisa menyembuhkan dirinya secara alami. Untuk itu, cermati hal-hal yang mengganggu kekebalan tubuh. Dari stres, kurang tidur, pola hidup yang tidak seimbang, pikiran yang jauh dari positif-holistik, sampai gagal bersahabat dengan kehidupan.

Agar belas kasih (compassion) memancar ke luar, saat dikunjungi memori buruk atau rasa sakit, tanyakan ke dalam seperti ini: “Saya yang telah disentuh ajaran suci dan berjumpa Guru suci saja masih menderita, betapa dalamnya penderitaan manusia yang tidak disentuh oleh ajaran suci dan Guru suci?”. Kemudian bisikkan doa ini: “Semoga semua mahluk berbahagia”.

Lebih bagus lagi jika mengerti pesan “pancarkan belas kasih ke luar” melalui tindakan nyata. Dari memberi makan burung liar, menggunakan lebih sedikit tisu karena melukai pepohonan, sampai menyayangi keluarga. Tanda-tanda bahwa mantra ini mulai bekerja, para sahabat mulai mengerti ternyata ada pesan suci di balik krisis super panjang ini.

Rasa sakit sedang menghaluskan kekotorkan jiwa di dalam. Kemudian pelan perlahan terlihat di alam ini banyak hal yang suci. Bahkan penyakit pun membawa pesan suci. Kesucian di luar kemudian membimbing orang menemukan kesucian di dalam. Dan diantara semua wajah kesucia di dalam, yang tersuci adalah hati yang selalu bersyukur.

Dalam bahasa studi-studi energi, para sahabat yang sampai di sini vibrasi energinya jauh lebih tinggi dari vibrasi virus dan penyakit. Dalam bahasa puitik yang indah, bunga-bunga indah tidak pernah berdoa agar dicium lebah dan kupu-kupu indah. Bunga cukup mekar indah, kemudian lebah dan kupu-kupu indah akan datang berkunjung ditemani ciuman indah.

Dengan cara yang sama, kurangi terlalu keras berdoa agar hal-hal buruk segera berlalu. Konsentrasi pada membuat hati jadi indah (baca: bersyukur dan bertrimakasih), kemudian secara alami kehidupan akan ditandai banyak hal-hal indah.

Pusat layanan gratis (tanpa bayar) keluarga spiritual Compassion:
P3A (Pusat Pelayanan Perawatan Anak berkebutuhan khusus)
P3B (Pusat Pelayanan Pencegahan Bunuh Diri)
P3C (Pusat Pelayanan Pencegahan Perceraian)
082335555644 (Telkomsel)
081999162555 (XL)
085857536536 (Indosat)

Photo courtesy: Twitter

Tentang Penulis

Gede Prama

Gede Prama memulai perjalanan spiritual dengan berdialog bersama Guru simbolik di sebuah desa di Bali Utara. Ini kemudian diperkaya dengan sekolah ke luar negeri, perjumpaan dengan Guru spiritual dunia seperti YM Dalai Lama, YA Thich Nhat Hanh serta Profesor Karen Armstrong, serta olah meditasi yang panjang.

Kendati pernah memimpin perusahaan dengan ribuan karyawan, terbang ke beberapa negara untuk tujuan mengajar, tapi semua itu ditinggalkan karena dipanggil oleh bom Bali di tahun 2002. Sejak beberapa tahun lalu beliau bahkan tidak pernah meninggalkan Bali, sekali-sekali saja keluar dari keheningan hutan untuk mengajar di tempat-tempat suci di Bali.

Silahkan Berkomentar

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.