Compassion

Memindahkan Surga ke Bumi

Ditulis oleh Gede Prama

Segelintir sahabat yang mata spiritualnya terbuka mengerti, ada konspirasi suci di balik krisis super panjang ini. Kendati yang dibicarakan kebanyakan orang adalah rasa sakitnya, di balik krisis super panjang ini juga tersembunyi berkah-berkah spiritual yang jarang disyukuri orang. Salah satunya adalah dikembalikannya umat manusia ke keluarga.

Terutama karena kerja, sekolah, serta aktivitas lainnya yang biasanya dilakukan di luar rumah sekarang dilakukan di dalam rumah, maka suka tidak suka manusia harus dekat dengan keluarga. Bagi yang tidak berhasil menyelaraskan diri dengan ritme baru alam ini, menghabiskan lebih banyak waktu di rumah memang mudah bikin lelah dan gelisah.

Namun bagi kawan-kawan yang berhasil menyelaraskan diri dengan putaran waktu ini, ziarah spiritual di rumah ini mirip dengan memindahkan surga ke muka bumi. Sebagian sahabat bahkan menyebut putaran waktu ini sebagai putaran waktu yang mewah. Bersamaan dengan mendapatkan berkah, para sahabat terus menerus tumbuh bersama orang dekat yang membuat jiwa tersenyum indah.

Itu tidak saja sehat secara fisik dan mental, tapi juga sangat sehat secara spiritual. Terutama karena tumbuh di sekitar orang-orang yang vibrasi energinya serupa. Tidak saja lebih sedikit energi yang bocor, kita juga secara bergantian bisa saling mengisi energi. Tentu jika tekun dan tulus untuk saling memaafkan, saling menerima, serta saling mendengarkan.

Menyegarkan ingatan para sahabat dekat: “Memiliki tempat yang bikin betah, itu namanya rumah. Memiliki orang-orang yang membuat hati senantiasa rindu, itu namanya keluarga yang indah. Memiliki keduanya, itu cermin jujur bahwa jiwa sudah mekar secara indah”. Dengan kata lain, gunakan krisis panjang ini sebagai “kesempatan” bukan ancaman pertumbuhan jiwa.

Langkah praktisnya, di saat-saat waktu luang di rumah khususnya, habiskan waktu indah bersama anggota keluarga. Di dunia psikologi anak sering terdengar: “Your best present is your presence”. Untuk itu, saat makan serta kebersamaan lainnya, bikin kesepakatan untuk meletakkan hand phone di kamar masing-masing. Yakinlah semua anggota keluarga tangannya tidak memegang hand phone.

Pada saat yang sama, tidak saja mata saling menatap, tapi hati juga saling mendekap. Maksudnya, tiap kali bersama keluarga, bimbing diri dengan pertanyaan ini: “Bagaimana saya bisa membuat keluarga berbahagia”. Karena lingkungan di luar serba panas, bikin lingkungan di rumah lebih sejuk. Tidak saja dengan menghadirkan kolam dan air mancur. Tapi juga menghadirkan kesejukan sikap.

Dari ketulusan memaafkan, ketekunan untuk saling menerima, sampai dengan cinta kasih dalam tindakan. Ingat jiwa-jiwa yang indah, surga bukan sebuah tempat, melainkan hasil dari serangkaian sikap. Ia yang berani berbahagia bersama apa-apa dan siapa-siapa yang telah ada sekarang, sesungguhnya ia telah memindahkan surga ke muka bumi.

Jika mau lebih jelas dan lebih terang lagi: “Hati yang bersyukur adalah surga jinjing yang bisa dibawa ke mana pun Anda pergi”.

Pusat layanan gratis (tanpa bayar) keluarga spiritual Compassion:
P3A (Pusat Pelayanan Perawatan Anak berkebutuhan khusus)
P3B (Pusat Pelayanan Pencegahan Bunuh Diri)
P3C (Pusat Pelayanan Pencegahan Perceraian)
082335555644 (Telkomsel)
081999162555 (XL)
085857536536 (Indosat)

Keterangan foto: Guruji bersama cucu di Ashram

Tentang Penulis

Gede Prama

Gede Prama memulai perjalanan spiritual dengan berdialog bersama Guru simbolik di sebuah desa di Bali Utara. Ini kemudian diperkaya dengan sekolah ke luar negeri, perjumpaan dengan Guru spiritual dunia seperti YM Dalai Lama, YA Thich Nhat Hanh serta Profesor Karen Armstrong, serta olah meditasi yang panjang.

Kendati pernah memimpin perusahaan dengan ribuan karyawan, terbang ke beberapa negara untuk tujuan mengajar, tapi semua itu ditinggalkan karena dipanggil oleh bom Bali di tahun 2002. Sejak beberapa tahun lalu beliau bahkan tidak pernah meninggalkan Bali, sekali-sekali saja keluar dari keheningan hutan untuk mengajar di tempat-tempat suci di Bali.

Silahkan Berkomentar

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.