Compassion

Nyanyian-Nyanyian Rindu untuk Semua Ibu

Ditulis oleh Gede Prama

Di dunia spiritual mendalam sering terdengar pesan, cerita-cerita indah tentang orang dekat yang telah wafat, ikut mengangkat perjalanan jiwa ia yang telah wafat, sekaligus ikut mempercantik jiwa ia yang masih hidup di sini di bumi. Berikut cerita-cerita indah Guruji bersama almarhumah Ibu kandung sejak kecil sampai beliau menjelang wafat. Mudah-mudahan menjadi bahan inspirasi

  1. Di kelas 1 dan kelas 2 SD (sekolah dasar), tiap kali pulang dari sekolah, semua anak-anak mencari makanan dan mainan. Guruji lain sendiri, sesampai di rumah langsung lari mencari Ibu: “Meme nyonyo” (Ibu, minta menetek). Dan di jam itu, Ibu selalu menunggu di rumah dengan dada yang tidak berisi BH. Seperti sudah menyiapkan diri beberapa jam sebelumnya
  2. Di tahun 1998 ketika Jakarta rusuh dan mengalami kesulitan, Ibu datang ke Jakarta dengan pertanyaan heran: “Orang Jakarta pada kesulitan ekonomi. Bahkan banyak mobil mewah jualan sembako di pinggir jalan, kamu aneh sendiri De. Kamu malah bisa membeli sebuah rumah mewah di kawasan yang juga mewah”. Cara Ibu bercerita seperti bangga sekali memiliki anak bungsu yang berhasil.
  3. Ketika pertama-tama belajar mengajar ke Bali, beberapa tahun sebelum bom Bali, Ibu minta diajak masuk ke ruangan hotel tempat Guruji mengajar. Hanya mau mendengarkan putera bungsunya mengajar di depan orang banyak. Kendati ketika itu tidak bisa dilakukan. Tapi mata Ibu seperti ingin sekali melihat puteranya mengajar.
  4. Di suatu waktu Ibu datang ke Jakarta menginap beberapa minggu. Semua permintaannya dipenuhi. Bahkan diberikan sesuatu yang lebih baik dari yang diminta. Sepulang belanja dari mall, selalu ditanya beli apa, kemudian semua uang yang dibelanjakan diganti, bahkan diberi lebih. Ibu cerita ke mana-mana: “Sudah beli barang indah, uangnya dikembalikan lebih dari yang dibelanjakan”.
  5. Karena gigi Ibu banyak yang telah lepas, Ibu diajak ke dokter gigi untuk memasang gigi palsu yang terbaik dan termahal yang ada di Jakarta. Giginya sempat digunakan, belakangan karena tidak bisa memakai gigi palsu, gigi palsunya disimpan di sebuah tempat yang disucikan. Ibu berpesan seperti: “Ibu tidak bisa pakai, tapi Ibu doakan gigi palsu itu akan menjadi bekal mendoakan Gede nanti”
  6. Dibimbing oleh cinta kasih mendalam pada Ibu, ketika di Jakarta Ibu sering dimasakkan yang enak-enak. Akibatnya, suatu hari asam uratnya kambuh. Ketika dibawa ke dokter, dokternya tanya Ibunya dikasi makan apa, di sana terbuka rahasia ternyata Ibu diberikan banyak ati dan ampela yang sangat disukai Ibu setiap hari. Maka kami pun tersenyum malu karena bodoh
  7. Setiap kali datang ke Jakarta, Ibu selalu minta rambut ubannya dicet sama istri Guruji. Selalu dilayani. Bahkan diberi lebih, sering dibawa pergi ke salon oleh istri Guruji. Sambil ditanya, mau apa saja asal Ibu terlihat lebih cantik dan lebih menarik dibandingkan sebelum ke Jakarta.
  8. Ibu sangat menyayangi cucunya. Di jam belajar, tentu saja Adi dan Ucha dipanggil untuk belajar. Wajah Ibu langsung berubah tidak enak. Padahal, di jam belajar ya anak-anak harus belajar. Tetap saja ia bergumam: “Otak yang pintar penting, hati yang indah karena diperlakukan dengan penuh kasih sayang juga penting”..
  9. Di waktu lenggang berdua, Ibu pernah bengong, kemudian minta bicara berdua, dengan polosnya Ibu yang tidak bisa baca tulis ini bergumam seperti ini: “Kamu pantas pintar De. Kamu satu-satunya anak Ibu yang menetek sampai umur 8 tahun. Satu-satunya alasan kenapa kamu berhenti menetek, karena salah satu kakakmu malu melihat adiknya sudah besar masih menetek. Kemudian di depan kamu tetek Ibu dioleskan sesuatu yang kotor. Padahal Ibu masih senang mendekap dan memberi susu kamu.
  10. Ketika ayah wafat, kemudian ada tanda-tanda saudara tidak akur dalam membagi warisan, Guruji mengambil inisiatif untuk memberikan sebagian tanah yang diberikan ke Guruji ke salah seorang kakak. Hanya agar keluarga tidak bertengkar. Ibu menangis masuk kamar: “Adi Gede Prama juangin buin, nak maan paling betika”. Artinya, kenapa mesti jatah Guruji dikurangi, padahal ia telah dapat paling sedikit.
  11. Di upacara pemakaman ayah, di depan seorang kakak bernama Kadek Arsini, Ibu berpesan: “Amun meme mati, prana memene hanya boleh dipegang sama Gede Prama”. Artinya, jika Ibu wafat, saat memandikan mayat, vagina Ibu harus ditutup serta dipegang sama Guruji saja. Tidak boleh ada orang lain.

Kesimpulannya, jauh sebelum psikolog terkenal Dr. Howard Gardner menulis buku “Multiple Intelligence”, Ibu sudah mengerti, ada kecerdasan yang lebih tinggi dan lebih Agung dari sekadar menghitung (IQ). Dan ia bisa ditumbuh kembangkan dengan cara mendekap, menyayangi, mencintai anak tanpa syarat apa-apa. Selamat jalan Ibu. Dekapan Ibu tidak saja telah diteruskan ke Ucha, Adi dan Ram (cucu-cucu Ibu), dekapannya bahkan telah dibagikan pada semua Ibu (semua mahluk) di alam Bhur Buah Swah (neraka, setan, gumatat gumiti, binatang, virus, tetumbuhan, memedi, manusia, asura, dewa, penjaga Dharma, alam arahat sampai alam Bodhisatva). Dengan kata lain, cinta kasih Ibu sudah berbunga dan berbuah jauh lebih luas dan lebih lebar dari sekadar cucu-cucu kandung Ibu sendiri.

Keterangan foto: Guruji di umur 39 tahun bersama almarhumah Ibu kandung. Saat upacara pemakaman Ayahanda tercinta sekian tahun lalu. Foto ditemukan di akun FB Kadek Arsini

Tentang Penulis

Gede Prama

Gede Prama memulai perjalanan spiritual dengan berdialog bersama Guru simbolik di sebuah desa di Bali Utara. Ini kemudian diperkaya dengan sekolah ke luar negeri, perjumpaan dengan Guru spiritual dunia seperti YM Dalai Lama, YA Thich Nhat Hanh serta Profesor Karen Armstrong, serta olah meditasi yang panjang.

Kendati pernah memimpin perusahaan dengan ribuan karyawan, terbang ke beberapa negara untuk tujuan mengajar, tapi semua itu ditinggalkan karena dipanggil oleh bom Bali di tahun 2002. Sejak beberapa tahun lalu beliau bahkan tidak pernah meninggalkan Bali, sekali-sekali saja keluar dari keheningan hutan untuk mengajar di tempat-tempat suci di Bali.

Silahkan Berkomentar

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.