Compassion

Hadiah Cinta Kasih Di Hari Cinta Kasih

Ditulis oleh Gede Prama

Di awal umur 20-an Guruji mendengar suara dari dalam: “Rugi besar lahir jadi manusia tapi tidak belajar meditasi. Rugi besar”. Maka dari itulah mulai usia 20-an sudah melatih diri di jalan meditasi. Sekarang setelah usia mendekati 60 tahun, ternyata suara itu benar. Tidak saja Guruji relatif selamat, orang dekat selamat, jutaan orang bisa diselamatkan.

Teman-teman seangkatan di SD dulu, beberapa orang sudah tidak ada. Kawan-kawan bertumbuh di sekolah dan perguruan tinggi juga banyak yang tidak ada. Sahabat bertumbuh di Jakarta juga serupa. Setelah dipelajari lebih dalam, temuan ilmu pengetahuan kekinian benar: “Otak adalah organ tubuh yang sangat menentukan”. Di Barat disebut master organ.

Ini cerita sedih, bukan cerita buruk tentang orang lain. Sekali lagi bukan! Kawan-kawan yang sudah pulang duluan, nyaris semuanya otaknya rumit sekali. Dalam bahasa neuro-science (otak), nyaris semuanya dibukakan pintu berbahaya oleh “thinking-feeling loop”. Saat sendiri khususunya, lingkaran neurologis di otak suka memunculkan memori buruk. Memori buruk melahirkan pikiran buruk.

Pikiran buruk membuka pintu pada lahirnya perasaan yang juga buruk (lelah, marah, gelisah). Ketika pikiran buruk saling menggulung dengan perasaan buruk, di sana otak melepaskan banyak racun berbahaya di dalam. Hormon stres cortisol dan adrenalin adalah salah satunya. Boleh tanya dokter, di zaman dulu banyak penyakit disebabkan karena salah makan. Sekarang sebabnya salah pikiran.

Dan thinking-feeling loop sebagaimana dijelaskan di atas adalah salah satu wajah salah pikiran yang sangat membahayakan. Berita indahnya, meditasi melalui cara istirahat di saat ini apa adanya, secara sangat meyakinkan bisa mengobati banyak sekali salah pikiran. Termasuk mengobati thinking-feeling loop. Berikut hadiah cinta kasih untuk para sahabat dekat di hari cinta kasih.

  1. Apa yang disebut kesedihan dan perasaan tidak menyenangkan lainnya ternyata respon pikiran (mind) terhadap hal-hal tidak diinginkan yang terjadi di luar. Dari tidak punya uang sampai dihina orang.
  2. Perasaan datar, hambar dan bad mood, itu cara pikiran berespon terhadap ketiadaan hal-hal menyenangkan maupun tidak menyenangkan yang datang dari luar
  3. Apa yang disebut kebahagiaan oleh orang banyak adalah respon pikiran terhadap hal-hal menyenangkan yang terjadi di luar. Dari dapat uang sampai dipuji orang
  4. Hadiah terindah meditasi, seseorang bisa mengerti sifat alami pikiran seperti di nomer 1, 2 dan 3. Sehingga tidak perlu berespon berlebihan pada kejadian di luar. Tidak terlalu sedih ketika tidak mendapatkan keinginan, tidak terlalu senang saat mendapatkan keinginan. Mengerti melalui tindakan, keadaan hambar dan datar disebabkan karena ketiadaan stimulan dari luar.

Begitu para sahabat bisa istirahat di angka 4, otak sering melepaskan hormon pertumbuhan seperti dopamin, serotonin dan oxytocin yang membuat tubuh mudah sehat. Karena reaksi biokimiawi otak adalah titik perjumpaan antara body, mind, spirit, pencapaian seseorang di angka 4 membuat tubuh, pikiran, perasaan dan spirit pun mudah sehat dan selamat.

Bisa dimaklumi jika tetua Bali memberi kepala pulau Bali (Bali Utara tempat Guruji lahir dan bermukim) angka 4. Dalam filosofi Timur disebut Nirvikalpa Samadhi. Bukan kiri, bukan kanan, bukan tengah. Di atas ketiganya. Di zaman India kuno, India Utara sering disebut Uttara Kuru (great place of peace and harmony). Tempat Agung untuk kedamaian dan harmoni.

Keterangan foto: Guruji sedang meditasi pagi ini di Ashram. Foto diambil secara diam-diam oleh Ibu (istri Guruji).

Tentang Penulis

Gede Prama

Gede Prama memulai perjalanan spiritual dengan berdialog bersama Guru simbolik di sebuah desa di Bali Utara. Ini kemudian diperkaya dengan sekolah ke luar negeri, perjumpaan dengan Guru spiritual dunia seperti YM Dalai Lama, YA Thich Nhat Hanh serta Profesor Karen Armstrong, serta olah meditasi yang panjang.

Kendati pernah memimpin perusahaan dengan ribuan karyawan, terbang ke beberapa negara untuk tujuan mengajar, tapi semua itu ditinggalkan karena dipanggil oleh bom Bali di tahun 2002. Sejak beberapa tahun lalu beliau bahkan tidak pernah meninggalkan Bali, sekali-sekali saja keluar dari keheningan hutan untuk mengajar di tempat-tempat suci di Bali.

Silahkan Berkomentar

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.