Compassion

Ucapan terimakasih yang sangat dalam dari Ashram Avalokiteshvara

Ditulis oleh Gede Prama

Terimakasih diucapkan pada ribuan sahabat yang menyediakan dirinya untuk dibimbing di hari ini melalui social media live. Terimakasih juga diucapkan pada team audio video keluarga spiritual Compassion Bali dan Jakarta yang bekerja sama secara sangat baik. Sehingga acaranya bisa lancar. Sebagai ungkapan terimakasih, berikut ringkasan topik “memperkuat kekebalan tubuh”.

  1. Awalnya hanya naluri spiritual semata, belakangan setelah melihat banyak sahabat Compassion yang sembuh oleh covid, bahkan dibenarkan oleh jurnal ternama “Science Alert”, ternyata kesimpulan ini benar: “virus tidak membunuh, kekebalan tubuh yang melemahlah yang membuat virus jadi membunuh”.
  2. Diantara semua faktor yang memperlemah kekebalan tubuh, yang paling mengacaukan adalah stres. Diantara 6 langkah yang disarankan untuk menyembuhkan stres sore ini, yang terpenting adalah menjaga pikiran. Terutama melalui pendekatan not knowing approach of therapy. Intinya, tidak tahu juga sejenis terapi.
  3. Terutama karena di zaman ini kebanyakan orang jadi stres karena tahu terlalu banyak. Khususnya mengenai korban covid di mana-mana yang dikabarkan menaik, munculnya species virus yang baru, serta banyak berita lain yang sangat mengacaukan. Agar stres tidak memperlemah kekebalan tubuh, lebih baik tahu sedikit tapi selamat, dibandingkan tahu banyak tapi kiamat
  4. Diantara semua faktor yang memperkuat kekebalan tubuh, lagi-lagi layak mencermati pikiran. Agar lebih jelas pemahamannya, pikiran bukan otak. Otak hanya salah satu kendaraan pikiran. Pikiran adalah ladang energi di sekitar tubuh. Diantara banyak faktor yang membentuk pikiran, yang terpenting adalah yang tiga ini: “kecerdasan, memori dan interaksi”.
  5. Diantara yang tiga ini yang terpenting adalah kecerdasan. Begitu Anda bisa mengembangkan kecerdasan yang lebih besar dari pikiran, di sana kebocoran energi melalui pikiran akan jauh berkurang. Akibatnya, tubuh memiliki cukup energi untuk menyembuhkan dirinya. Khususnya melalui keadaan energi yang berkecukupan di dalam.
  6. Cara agar bisa lebih besar dari pikiran sederhana, selain pikiran ada hati yang vibrasinya ribuan kali lebih besar, ada Cahaya Tuhan yang kerap disebut jiwa. Dan yang energinya terbesar adalah kesadaran (awareness). Duduklah di atas dinamika pikiran lengkap dengan salah-benarnya, dengan cara menjadi saksi. Semua hanya awan yang numpang lewat.
  7. Begitu seseorang sering duduk sebagai seorang saksi, lama-lama cengkraman pikiran melemah. Buah langsungnya, 80 % energi yang biasanya bocor melalui pikiran negatif yang penuh kritik terhenti. Akibatnya, tubuh memiliki berlimpah energi di dalam. Ditemani energi yang berlimpah di dalam, kekebalan tubuh akan jauh lebih baik. Sehingga virus tidak lagi menjadi kekuatan yang menakutkan.

Semoga bermanfaat untuk semua sahabat. Semoga semua mahluk berbahagia.

Keterangan foto: Beberapa pojokan Ashram Avalokiteshvara hari ini

Tentang Penulis

Gede Prama

Gede Prama memulai perjalanan spiritual dengan berdialog bersama Guru simbolik di sebuah desa di Bali Utara. Ini kemudian diperkaya dengan sekolah ke luar negeri, perjumpaan dengan Guru spiritual dunia seperti YM Dalai Lama, YA Thich Nhat Hanh serta Profesor Karen Armstrong, serta olah meditasi yang panjang.

Kendati pernah memimpin perusahaan dengan ribuan karyawan, terbang ke beberapa negara untuk tujuan mengajar, tapi semua itu ditinggalkan karena dipanggil oleh bom Bali di tahun 2002. Sejak beberapa tahun lalu beliau bahkan tidak pernah meninggalkan Bali, sekali-sekali saja keluar dari keheningan hutan untuk mengajar di tempat-tempat suci di Bali.

Silahkan Berkomentar

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.