Compassion

Puisi indah dari seorang Ayah

Ditulis oleh Gede Prama

Tanpa angin menerjang, layang-layang tidak bisa terbang indah
Tanpa gelombang yang ganas, tarian peselancar tidak akan indah
Tanpa cahaya matahari panas, bunga mana pun tidak akan mekar indah
Demikian juga dengan perjalanan panjang menuju jiwa yang mekar indah
Jiwa akan dihadang kesulitan, kesedihan, kemalangan, masalah, bahkan musibah
Tapi ingat anak-anakku semua yang berhati indah…
Kebahagiaan memang enak, tapi ia memberi sangat sedikit pelajaran indah
Kesedihan dan kemalangan memang tidak enak, tapi ia membawa berlimpah pelajaran indah
Dengan demikian, jangan lama-lama bersedih karena kita baru saja berpisah
Cepat ambil intisari pelajaran. Ambil jalan setapak menuju jiwa yang indah
Sampai suatu hari engkau mengerti melalui pencapaian, kita tidak pernah berpisah
Di setiap bagian tubuhmu, di setiap nafasmu, di setiap tatapan matamu ada Ayah
Hanya ketidaktahuan yang menyimpulkan bahwa kita telah berpisah
Di kedalaman jiwa yang dalam, kita semua adalah kelopak berbeda dari sebuah bunga yang sangat indah

Keterangan foto: sepasang keponakan Guruji yang baru saja ditinggal wafat oleh ayahandanya yang tercinta

Tentang Penulis

Gede Prama

Gede Prama memulai perjalanan spiritual dengan berdialog bersama Guru simbolik di sebuah desa di Bali Utara. Ini kemudian diperkaya dengan sekolah ke luar negeri, perjumpaan dengan Guru spiritual dunia seperti YM Dalai Lama, YA Thich Nhat Hanh serta Profesor Karen Armstrong, serta olah meditasi yang panjang.

Kendati pernah memimpin perusahaan dengan ribuan karyawan, terbang ke beberapa negara untuk tujuan mengajar, tapi semua itu ditinggalkan karena dipanggil oleh bom Bali di tahun 2002. Sejak beberapa tahun lalu beliau bahkan tidak pernah meninggalkan Bali, sekali-sekali saja keluar dari keheningan hutan untuk mengajar di tempat-tempat suci di Bali.

Silahkan Berkomentar

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.