Compassion

Mengenang 13 tahun perjumpaan pribadi dg YMM Dalai Lama

Ditulis oleh Gede Prama

Setelah muncul di mimpi berkali-kali, dari satu mimpi ke mimpi lain kami semakin dekat. Bahkan di salah satu malam Shivaratri, YMM Dalai Lama rauh (datang) memberi huruf suci. Di malam Shivaratri tahun berikutnya, lagi beliau rauh memberi arti di balik huruf suci yang diberikan di mimpi tahun sebelumnya. Kemudian berangkatlah Guruji ke India Utara menjumpai beliau secara pribadi.

Semalam sebelum pertemuan hari pertama, alam di kawasan puncak Himalaya memberikan tanda yang indah sekali. Tidak kebayang indahnya. Sekaligus tidak terjelaskan. Dan betul, begitu YMM Dalai Lama duduk di kursi beliau mengajar, air mata Guruji mengucur deras sekali selama lebih dari 1 jam. Sehingga baju bagian depan, serta celana panjang bagian depan basah kuyup.

Melihat tanda seperti itu, sehabis mengajar YMM Dalai Lama keluar dari karpet merahnya. Melangkah menuju arah kami. Setelah dekat, ternyata YMM Dalai Lama menyentuh kepala Guruji sambil bertanya: “Where are you from?”. Ketika dijawab “I am from Bali”. Saat diceritakan: “I have been dreaming about you very often”. Beliau menjawab: “We have karmic connection”.

Jawaban itu sudah jauh lebih dari cukup. Yang paling terkesan dari perjumpaan pribadi ini adalah bahasa tubuh YMM Dalai Lama. Tatkala berjumpa siapa saja (sebagaimana foto terlampir), beliau selalu menyempatkan waktu untuk memegang tangan lawan bicaranya. Tanpa membedakan siapa pun. Termasuk memegang tangan Guruji di tahun 2008. Terimakasih YMM Dalai Lama.

Photo courtesy: Twitter

Tentang Penulis

Gede Prama

Gede Prama memulai perjalanan spiritual dengan berdialog bersama Guru simbolik di sebuah desa di Bali Utara. Ini kemudian diperkaya dengan sekolah ke luar negeri, perjumpaan dengan Guru spiritual dunia seperti YM Dalai Lama, YA Thich Nhat Hanh serta Profesor Karen Armstrong, serta olah meditasi yang panjang.

Kendati pernah memimpin perusahaan dengan ribuan karyawan, terbang ke beberapa negara untuk tujuan mengajar, tapi semua itu ditinggalkan karena dipanggil oleh bom Bali di tahun 2002. Sejak beberapa tahun lalu beliau bahkan tidak pernah meninggalkan Bali, sekali-sekali saja keluar dari keheningan hutan untuk mengajar di tempat-tempat suci di Bali.

Silahkan Berkomentar

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.