Compassion

Kearifan tua yang Menuju Kepunahan

Ditulis oleh Gede Prama

Di banyak hutan di bumi, khususnya di Bali, tetua suka sekali mendirikan tempat-tempat suci yang disakralkan. Ia tidak saja menjadi “rumah spiritual” bagi banyak orang, tapi juga ikut menjaga hutan agar tidak dilukai oleh tangan-tangan manusia. Sedihnya, itu cerita zaman dulu. Di zaman ini, bahkan hutan yang berisi tempat suci yang paling suci pun, tanah dan pohonnya dicuri orang.

Sedih memang. Suka tidak suka demikianlah putaran zaman. Dibimbing oleh kesedihan seperti inilah, maka keluarga Compassion telah menyelamatkan lebih dari 5 hektar hutan di kawasan suci Bukit Sinunggal Bali Utara. Ribuan pohon yang ditanam di awal tahun 2000-an sudah mulai besar. Sekarang ditambah lagi dengan belasan ribu pohon sakral yang ditanam di kawasan yang sama.

Tatkala berbagi Cahaya di LP (lembaga pemasyarakatan) di seluruh Bali, salah satu warga binaan di sana bertanya: “Apa maksud Anda menceramahi kami dari tahun ke tahun?”. Maklum, namanya juga warga binaan di LP. Sebagaimana sifat alami air dan tirtha yang basah, sifat alami bunga yang indah, sifat alami pembawa Cahaya tentu berbagi Cahaya.

Tanpa motif, tanpa niat muluk-muluk. Hanya melaksanakan panggilan alami saja. Tidak lebih dan tidak kurang. Sebagaimana air dan bunga yang memberi manfaat banyak pada kehidupan dengan cara melaksanakan panggilan alaminya, manusia yang melaksanakan panggilan alaminya secara alami juga memberi manfaat pada banyak mahluk. Sesederhana dan sesimpel itu.

Keterangan video: Keadaan Pura Bukit Sinunggal sore ini 3-12-2021, tatkala keluarga spiritual Compassion dipimpin kepala urusan rumah tangga Ashram pak Kadek Optimis sedang menanam ribuan pohon sakral di sana

Tentang Penulis

Gede Prama

Gede Prama memulai perjalanan spiritual dengan berdialog bersama Guru simbolik di sebuah desa di Bali Utara. Ini kemudian diperkaya dengan sekolah ke luar negeri, perjumpaan dengan Guru spiritual dunia seperti YM Dalai Lama, YA Thich Nhat Hanh serta Profesor Karen Armstrong, serta olah meditasi yang panjang.

Kendati pernah memimpin perusahaan dengan ribuan karyawan, terbang ke beberapa negara untuk tujuan mengajar, tapi semua itu ditinggalkan karena dipanggil oleh bom Bali di tahun 2002. Sejak beberapa tahun lalu beliau bahkan tidak pernah meninggalkan Bali, sekali-sekali saja keluar dari keheningan hutan untuk mengajar di tempat-tempat suci di Bali.

Silahkan Berkomentar

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.