Compassion

Doanya hanya Terimakasih, Sahabatnya hanya Rasa Syukur

Ditulis oleh Gede Prama

Sulit membayangkan lumba-lumba bisa melompat indah tanpa lautan, sulit membayangkan kupu-kupu bisa terbang indah tanpa taman.

Dg cara yg sama, sulit membayangkan ada jiwa yg indah tanpa keluarga yg indah. Utk itu, rawat keluarga seperti tangan kanan merawat tangan kiri.

Tatkala tangan kiri terkena pukulan palu tidak sengaja oleh tangan kanan, secara alami tangan kiri memaafkan, tangan kanan merawatnya dg indah.

Seperti itulah keluarga sebaiknya dirawat. Jika ada yg salah, selamatkan keluarga dg memaafkan. Jika ada yg indah, percantik keluarga dg senyuman.

Ia yg tulus merawat keluarga, soal waktu akan ditunggu oleh masa tua yg indah. Tandanya, doanya hanya terimakasih, sahabatnya hanya rasa syukur.

Keterangan foto: Guruji dikunjungi cucu hari ini di Ashram

Tentang Penulis

Gede Prama

Gede Prama memulai perjalanan spiritual dengan berdialog bersama Guru simbolik di sebuah desa di Bali Utara. Ini kemudian diperkaya dengan sekolah ke luar negeri, perjumpaan dengan Guru spiritual dunia seperti YM Dalai Lama, YA Thich Nhat Hanh serta Profesor Karen Armstrong, serta olah meditasi yang panjang.

Kendati pernah memimpin perusahaan dengan ribuan karyawan, terbang ke beberapa negara untuk tujuan mengajar, tapi semua itu ditinggalkan karena dipanggil oleh bom Bali di tahun 2002. Sejak beberapa tahun lalu beliau bahkan tidak pernah meninggalkan Bali, sekali-sekali saja keluar dari keheningan hutan untuk mengajar di tempat-tempat suci di Bali.

Silahkan Berkomentar

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.