Compassion

Rumah yg Membersihkan Banyak Jiwa

Ditulis oleh Gede Prama

Kadang alam rahasia membuka dirinya melalui mimpi. Semalam puteri semata wayang Guruji mimpi Guruji punya rumah besar dan sangat indah.

Di sana ada kamar mandi sangat mewah dan sangat indah. Dan ada banyak manusia yg numpang mandi di sana.

Sebagai bahan renungan, beberapa waktu lalu ada tukang dari Jakarta yg datang memasang sesuatu di Ashram.

Sejak pertama melihat Guruji, tukangnya sudah penuh hormat. Padahal ia seorang Muslim. Saat berjalan dekat Guruji, ia selalu merundukkan tubuh.

Ketika bertanya sesuatu, selalu cium tangan, persis seperti sahabat Muslim menghormati Kiai. Sepulang dari Ashram, tukang ini dapat berkah indah.

Setelah menikah bertahun-tahun tidak punya anak, tiba-tiba sepulang dari Ashram istrinya hamil. Puteri Guruji Wika juga serupa.

Tekun sekali melayani papanya tiap hari, tanpa mengenal libur. Dharma puteranya yg kedua menunjukkan tanda-tanda meyakinkan akan sembuh.

Ternyata betul bunyi sebuah pesan tua: “Love first of all heal the lover”.
Cinta kasih pertama-tama akan menyembuhkan yg mencintai.

Pelajarannya, akun medsos keluarga Compassion memang telah menjadi “rumah”. Persisnya “rumah indah” banyak sekali orang.

Tidak sedikit jiwa yg dibersihkan melalui medsos. Lebih-lebih teman dekat yg tiap pagi dan malam dikirimkan nyanyian Guruji yg membawa kesejukan.

Biasanya yg berhasil ditolong adalah ia yg punya rosa hormat mendalam sebagaimana tukang dari Jakarta di atas. Pengandaiannya, Guru sejati seperti menuangkan Tirtha (air suci).

Hanya ia yg merundukkan wadahnya (baca: penuh hormat, penuh bhakti), yg bisa dituangkan Tirtha. Semoga semua mahluk berbahagia.

Photo by Chandler Cruttenden on unsplash

Tentang Penulis

Gede Prama

Gede Prama memulai perjalanan spiritual dengan berdialog bersama Guru simbolik di sebuah desa di Bali Utara. Ini kemudian diperkaya dengan sekolah ke luar negeri, perjumpaan dengan Guru spiritual dunia seperti YM Dalai Lama, YA Thich Nhat Hanh serta Profesor Karen Armstrong, serta olah meditasi yang panjang.

Kendati pernah memimpin perusahaan dengan ribuan karyawan, terbang ke beberapa negara untuk tujuan mengajar, tapi semua itu ditinggalkan karena dipanggil oleh bom Bali di tahun 2002. Sejak beberapa tahun lalu beliau bahkan tidak pernah meninggalkan Bali, sekali-sekali saja keluar dari keheningan hutan untuk mengajar di tempat-tempat suci di Bali.

Silahkan Berkomentar

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.