Compassion

Merenungkan Borobudur

Ditulis oleh Gede Prama

Salah seorang murid dekat bertanya, kenapa di Ashram ada miniatur Borobudur. Di tahun 2002 saat pertama kali belajar pulang ke Bali, ada yg unik.

Salah satu guru SMA Guruji berkali-kali mengirim pesan agar Guruji datang ke rumahnya. Karena terlalu sering, akhirnya Guruji mendatangi rumahnya.

Ternyata beliau seorang paranormal, saat itu juga pria yg telah berumur ini berbicara dg suara tersendat-sendat. Sepertinya kerongkongannya sebesar bole tenis meja, tapi pesan yg datang lebih besar dari bola mana pun.

Sehingga beliau terus menerus bicaranya tersendat-sendat. Karena tidak jelas suaranya, beliau masuk kamar. Menulis sendiri pesannya dalam sebuah kertas.

Intinya Guruji diminta datang ke Borobudur. Lengkap dg tanggal, bulan, tahun, jam, menit, bahkan sampai detik pun ditulis di sana.

Ternyata benar, di detik itu ada “SESUATU” di Borobudur. Yg sampai hari ini masih sangat dirahasiakan. Yg unik, tiap kali ke Borobudur selalu berjumpa Guru-Guru Tibet.

Di satu pagi ada Guru Tibet yg melakukan chanting di puncak Borobudur. Karena vibrasinya bergetar sekali, Guruji ikut duduk di belakangnya secara sopan.

Ternyata beliau adalah Chanting Master-nya YMA Dalai Lama. Alias pemimpin upacara tiap kali YMA Dalai Lama melakukan upacara.

Sebagai bekal pengetahuan, di bagian terbawah Borobudur berisi cerita tentang larangan semua agama: “Berkelahi, mencuri, selingkuh, dll”.

Agak ke atas sedikit, ada cerita melingkar tentang perjalanan Pangeran Siddharta menjadi Buddha. Di atasnya kemungkinan cerita Mahayana.

Begitu memasuki kawasan teratas (Tantra), tidak ada certia. Hanya Mandala (lingkaran sempurna). Di bagian bawah lubang stupanya berbentuk permata.

Ia bercerita tentang pencapaian yg masih goyang. Di atasnya, lubang stupanya segi empat. Pencapaiannya mulai mantap. Stupa teratas tidak berlubang.

Meminjam lirik lagunya Phil Collins: “No more, no more…”. Tidak ada lagi yg perlu diceritakan. Semuanya melingkar sempurna di lingkaran mandala yg sama.

Foto: Miniatur Borobudur di Ashram. Di arah Barat sebelah kanan (tempat Buddha belas kasih Avalokiteshvara) pernah tumbuh pohon Bodhi secara alami

Catatan: Suatu hari salah satu orang suci di tanah Jawa bercerita ke Guruji. Tatkala Bapak Soeharto (Presiden RI yg ke-2) masih aktif, beliau pernah minta dibukakan alam rahasia di tanah Jawa. Tiga kali dibuka, tiga kali jawabannya sama: “Perbaiki Borobudur”. Dan benar, di zaman Pak Harto Borobudur telah dirapikan. Di zaman kita, sudah saatnya merapikan Borobudur di dalam diri.

Tentang Penulis

Gede Prama

Gede Prama memulai perjalanan spiritual dengan berdialog bersama Guru simbolik di sebuah desa di Bali Utara. Ini kemudian diperkaya dengan sekolah ke luar negeri, perjumpaan dengan Guru spiritual dunia seperti YM Dalai Lama, YA Thich Nhat Hanh serta Profesor Karen Armstrong, serta olah meditasi yang panjang.

Kendati pernah memimpin perusahaan dengan ribuan karyawan, terbang ke beberapa negara untuk tujuan mengajar, tapi semua itu ditinggalkan karena dipanggil oleh bom Bali di tahun 2002. Sejak beberapa tahun lalu beliau bahkan tidak pernah meninggalkan Bali, sekali-sekali saja keluar dari keheningan hutan untuk mengajar di tempat-tempat suci di Bali.

Silahkan Berkomentar

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.