Compassion

Persiapan Melayani di Jalan Meditasi

Ditulis oleh Gede Prama

Menyusul kebaikan hati pihak Brahma Vihara, jika diberkahi juli 2022 ini keluarga Compassion akan melayani kembali di jalan meditasi.

Berikut bekal spiritual agar pelayanannya mendekati sempurna. Suatu hari ada anak kecil di Bali yg mengeluh ke papanya soal keadaan di tempat suci.

Dari orang yg bercerita tidak pantas di tempat suci, tempat sucinya yg kotor, sampai dg orang-orang yg niatnya tidak terpuji datang ke tempat suci.

Oleh papanya, anak ini diminta keliling tempat suci sambil membawa air suci Tirtha di kepalanya. Dg pesan sederhana, Tirtha-nya tidak boleh menetes.

Karena demikian pesannya, anak ini fokus sekali dg tugasnya membawa Tirtha mengelilingi tempat suci. Setelah selesai, papanya bertanya, apakah ia masih melihat hal-hal kurang terpuji di tempat suci.

Tentu saja anaknya menggeleng. Itu juga yg diharapakan dari keluarga dekat Compassion. Kurangi melihat orang lain. Apa lagi menghakimi orang lain.

Kurangi. Fokuslah pada tugas utama melayani di jalan meditasi. Tempat suci serupa wanita. Ada memang wanita yg cantik luar-dalam. Sekali lagi ada.

Tapi persentasenya sudah tahu sendiri. Tidak perlu berpikir buruk tentang tempat suci yg cantik di luar tapi memprihatinkan di dalam. Tidak perlu.

Apa lagi berpikir buruk tentang tempat suci yg tidak bersih di luar, tidak bersih di dalam. Sekali lagi tidak perlu. Fokuslah pada tugas melayani di jalan meditasi.

Jika bisa menyembuhkan orang, itu syukur sekali. Tapi setidaknya tatkala ratusan orang bisa diajak duduk rapi meditasi, ada banyak kejahatan berkurang di tengah masyarakat.

Utk informasi lebih akurat tentang pelayanan meditasi keluarga Compassion, silahkan kunjungi situs belkedamaian.org. Klik jadwal meditasi.

Semoga semua mahluk berbahagia. Semoga semua mahluk berbahagia. Semoga semua mahluk berbahagia. Semoga semua mahluk berbahagia.

Foto di bawah diperoleh di Unsplash, yg atas diambil oleh keluarga Compassion Elok Deshiari

Tentang Penulis

Gede Prama

Gede Prama memulai perjalanan spiritual dengan berdialog bersama Guru simbolik di sebuah desa di Bali Utara. Ini kemudian diperkaya dengan sekolah ke luar negeri, perjumpaan dengan Guru spiritual dunia seperti YM Dalai Lama, YA Thich Nhat Hanh serta Profesor Karen Armstrong, serta olah meditasi yang panjang.

Kendati pernah memimpin perusahaan dengan ribuan karyawan, terbang ke beberapa negara untuk tujuan mengajar, tapi semua itu ditinggalkan karena dipanggil oleh bom Bali di tahun 2002. Sejak beberapa tahun lalu beliau bahkan tidak pernah meninggalkan Bali, sekali-sekali saja keluar dari keheningan hutan untuk mengajar di tempat-tempat suci di Bali.

Silahkan Berkomentar

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.