Compassion

Cerita samurai dari Bali

Ditulis oleh Gede Prama

Di atap bumi Jepang, salah satu jalan menuju kesempurnaan adalah samurai. Dan salah satu samurai besar yg sangat legendaris bernama Miyamoto Musashi.

Musashi awalnya adalah seorang preman desa bernama Takezo yg suka bikin rusuh. Karena kebaikan hati seorang pendeta Buddha Mahayana bernama Takuan, kemudian Takezo berubah menjadi samurai besar.

Tatkala pertama kali melihat seorang peserta meditasi yg seluruh tubuhnya berisi tato, datang ke kelas meditasi kami membawa pengawal, memori Musasahi tadi muncul di kepala.

Dan ternyata benar, pria bertato yg selalu menangis begitu melihat Guruji mengajar, belakangan mengaku, ia juga mantan preman. Bahkan pernah ditahan polisi.

Syukurnya, setelah bertahun-tahun menjadi keluarga dekat Compassion, Wayan Agus Setiawan (dipanggil Wayan Mina) sekarang menjadi seorang suami mengagumkan, sekaligus ayah yg membanggakan.

Tidak saja keluarganya sehat selamat, usahanya yakni restoran dan hotel Mina di Bali dan Lombok pun sehat selamat. Sebuah transformasi spiritual yg mirip Takezo menjadi Musashi.

Bersama Made Semar, Wayan Mina sekarang menjadi pengawal menentukan ke mana pun Guruji mengajar. Ia menjaga Guruji dg kesetiaan yg sangat mengagumkan.

Tatakrama, sopan santunnya, cara bicaranya jauh melebihi standar orang kebanyakan. Ia sedang bercerita jelas dan lugas: “Tubuh boleh penuh berisi tato, tapi hati di dalam seindah bunga lotus”.

Itu terjadi karena para sahabat Compassion dirawat selama bertahun-tahun dg energi penerimaan. Ada mantan preman, ada orang tua anak berkebutuhan khusus, ada mantan pengguna narkoba, semua diterima.

Belakangan, setiap hari para sahabat didoakan melalui medsos, dibimbing agar senantiasa bersyukur melalui medsos juga tiap hari. Sekarang ada berkah baru.

Atas kebaikan pihak Brahma Vihara, kami akan berkumpul dua bulan sekali di Vihara melayani umat di jalan meditasi. Dg harapan sederhana, semoga ada banyak mantan preman yg bisa diubah menjadi seorang samurai.

Jika samurai zaman dulu dikenang karena berani berkelahi, samurai zaman ini akan dikenang karena berani membuat bumi semakin harmoni.

Mengakhiri tulisan in, tiba-tiba ingat sebuah cerita anak kecil di Jakarta yg bertanya pada tukang jualan balon terbang: “Bang, emangnya balon warna hitam bisa terbang juga?”.

Dg tersenyum penjual balonnya menjawab: “Bukan warna luar nak yg membuat balon bisa terbang, tapi sesuatu yg ada di dalam”.

Bukan tato luar yg membuat jiwa bisa terbang sangat indah. Tapi keindahan cinta kasih yg disimpan di dalam hati yg terdalam.

Pesan penutupnya, bumi berisi banyak orang baik. Jika tidak menemukan orang baik, itu undangan alam agar Anda menjadi orang baik di tempat Anda.

Keterangan video: Wayan Mina keliling kota Denpasar naik Vespa bersama istrinya

Tentang Penulis

Gede Prama

Gede Prama memulai perjalanan spiritual dengan berdialog bersama Guru simbolik di sebuah desa di Bali Utara. Ini kemudian diperkaya dengan sekolah ke luar negeri, perjumpaan dengan Guru spiritual dunia seperti YM Dalai Lama, YA Thich Nhat Hanh serta Profesor Karen Armstrong, serta olah meditasi yang panjang.

Kendati pernah memimpin perusahaan dengan ribuan karyawan, terbang ke beberapa negara untuk tujuan mengajar, tapi semua itu ditinggalkan karena dipanggil oleh bom Bali di tahun 2002. Sejak beberapa tahun lalu beliau bahkan tidak pernah meninggalkan Bali, sekali-sekali saja keluar dari keheningan hutan untuk mengajar di tempat-tempat suci di Bali.

Silahkan Berkomentar

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.