Compassion

Pertanyaan di sekitar pendaftaran meditasi

Ditulis oleh Gede Prama

Menyusul jadwal meditasi juli yg sudah confirm di hari sabtu-minggu tgl 9 dan 10 juli 2022, dilakukan di Brahma Vihara desa Banjar Bali utara, sejumlah orang mulai bertanya.

Apakah kami harus membayar?

Sistim keluarga Compassion sejak dulu adalah donasi (sumbangan suka rela). Dan semua hasil donasi dipersembahkan ke pihak Vihara. Semua.

Jika ada yg memiliki keterbatasan keuangan, atau tidak bersedia donasi, tetap diterima sebagai peserta meditasi. Anda mau belajar meditasi saja, kami sudah bahagia.

Apakah kami harus mendaftar?

Bagi sahabat yg menginap di Vihara, disarankan mendaftar agar terpantau. Sahabat dari luar Bali, kendati menginap di hotel sekitar Lovina, juga disarankan mendaftar. Sekali lagi agar terpantau.

Bagi sahabat di Bali yg tidak menginap, alias datang dari rumah masing-masing, tidak perlu mendaftar. Cukup datang mengenakan pakaian yg sopan sebagaimana ke tempat suci.

Apakah boleh ikut hanya salah satu sesi saja?

Rangkaian kegiatan Guruji sabtu minggu: “Berdoa sabtu jam 16 sore dilanjutkan memercikkan Tirtha. Jam 19:19 berbagi Cahaya. Minggu pagi jam 05:32 ada bimbingan meditasi, dilanjutkan berbagi Cahaya”.

Bagi yg datang dari rumah (tidak menginap) tentu saja boleh ikut salah satu kegiatan. Tapi bagi peserta yg menginap, atau datang dari luar Bali, disarankan ikut semua rangkaian kegiatan.

Apakah ada larangan?

Secara umum tidak ada. Tapi karena Vihara adalah tempat suci, dianjurkan utk menjaga sopan santun sebagaimana memasuki tempat suci yg lain.

Apakah ajarannya terkait dg agama tertentu?

Meditasi adalah warisan spiritual umat manusia. Tidak saja warisan sebuah agama. Sahabat di Barat menyebutnya seperti ini: “Meditation is science and technology of wellness and longevity”.

Meditasi adalah pengetahuan dan teknologi yg telah dibuktikan dg perangkat medis yg canggih seperti EEG dan MRI. Yg bisa menyembuhkan, mendamaikan, sekaligus membuat seseorang berumur panjang.

Apa ciri khas ajaran Guruji?

Pintu spiritual yg membuka kehidupan spiritual Guruji adalah bom Bali 2002. Ia bercerita tentang alam yg terlalu maskulin. Sehingga energi penyeimbang yg mengalir melalui Guruji adalah the sacred feminine.

Energi feminin yg suci. Makanya ajarannya tidak jauh dari prinsip dasar ini: “Terima, mengalir, senyum”. Semua yg terjadi adalah tarian kesempurnaan yg sama.

Guruji memang lahir di keluarga Hindu Bali, bertumbuh di ajaran Buddha Tantrayana, tapi Guruji tidak mengajarkan agama Hindu, tidak mengajarkan agama Buddha.

Semua sahabat yg minta izin pindah agama, semuanya ditolak. Semua. Dan semua dikembalikan ke agama tempat lahirnya: “Bloom where you are planted”.

Mekarlah di mana pun Anda dilahirkan. Di setiap agama ada Cahaya indah. Sekali lagi di semua agama. Semoga semua mahluk berbahagia.

Foto: Cucu Guruji yg ketiga Prajna sedang belajar meditasi di sawah yg ada di Ashram tempat Guruji bermukim di perbukitan Bali Utara

Catatan: Pendaftaran meditasi dilakukan melalui situs belkedamaian.org (bahasa Indonesia), serta bellofpeace.org (bahasa Inggris)

Tentang Penulis

Gede Prama

Gede Prama memulai perjalanan spiritual dengan berdialog bersama Guru simbolik di sebuah desa di Bali Utara. Ini kemudian diperkaya dengan sekolah ke luar negeri, perjumpaan dengan Guru spiritual dunia seperti YM Dalai Lama, YA Thich Nhat Hanh serta Profesor Karen Armstrong, serta olah meditasi yang panjang.

Kendati pernah memimpin perusahaan dengan ribuan karyawan, terbang ke beberapa negara untuk tujuan mengajar, tapi semua itu ditinggalkan karena dipanggil oleh bom Bali di tahun 2002. Sejak beberapa tahun lalu beliau bahkan tidak pernah meninggalkan Bali, sekali-sekali saja keluar dari keheningan hutan untuk mengajar di tempat-tempat suci di Bali.

Silahkan Berkomentar

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.