Compassion

Bhakti yg sangat dalam pada Guru hidup

Ditulis oleh Gede Prama

Tidak ada obat yg menyembuhkan di semua zaman. Hal yg sama juga terjadi dg ajaran suci. Itu sebabnya Guru sejati yg masih hidup sangat penting.

Beliau membawa “obat” yg tepat utk zaman kita. Di kota London, Mahatma Gandhi pernah ditanya: “Mahatma, apakah saya boleh menjadi penganut Hindu seperti Anda?”.

Dg tangkas Mahatma Gandhi menjawab: “Boleh, tapi dg cara menjadi warga Gereja yg baik”. Sekarang keteladanan yg sama juga ditunjukkan oleh YMM Dalai Lama yg masih hidup.

Kemaren 23/7 2022, pemenang hadiah nobel perdamaian tahun 1989, sekaligus warga negara kehormatan versi senat AS, mengunjungi tempat suci semua agama yg ada di Lekh Ladakh India Utara.

Sebagaimana terlihat di foto terlampir, YMM Dalai Lama mengenakan peci orang Muslim. Memeluk lembut wanita muslimah. Sebagai seseorang yg pernah berjumpa secara pribadi dg YMM Dalai Lama di tahun 2008.

Secara jujur harus dibagikan di forum ini, yg paling menyentuh dari YMM Dalai Lama adalah bahasa tubuhnya yg tidak pernah berubah.

Tiap kali berjumpa siapa saja, tubuh beliau membungkuk. Begitu ketemu orang dari agama apa saja, setidaknya kedua tangannya dipegang erat dan akrab.

Putera mantan PM Kanada Pierre Troudou yg bersahabat dekat dg YMM Dalai Lama selama puluhan tahun pernah membuka rahasia:

“Sebagai putera perdana menteri, saya telah berjumpa banyak orang dari seluruh dunia. Nyaris semua orang yg saya jumpai, matanya bercerita ‘apa yg saya bisa dapatkan dari orang lain’. Hanya tatkala berjumpa YMM Dalai Lama saya berjumpa sepasang mata yg bertanya “APA YG BISA SAYA BERIKAN PADA ORANG LAIN”.

Semoga semua mahluk berbahagia. Semoga semua mahluk berbahagia. Semoga semua mahluk berbahagia. Semoga semua mahluk berbahagia.

Keterangan foto: YMM Dalai Lama mengunjungi tempat suci semua agama kemaren 23/7 2022 di sekitar Lekh Ladakh India Utara. Di foto terlihat, YMM Dalai Lama mengenakan peci orang Islam, memeluk seorang wanita Muslimah secara sangat menyentuh.

Tentang Penulis

Gede Prama

Gede Prama memulai perjalanan spiritual dengan berdialog bersama Guru simbolik di sebuah desa di Bali Utara. Ini kemudian diperkaya dengan sekolah ke luar negeri, perjumpaan dengan Guru spiritual dunia seperti YM Dalai Lama, YA Thich Nhat Hanh serta Profesor Karen Armstrong, serta olah meditasi yang panjang.

Kendati pernah memimpin perusahaan dengan ribuan karyawan, terbang ke beberapa negara untuk tujuan mengajar, tapi semua itu ditinggalkan karena dipanggil oleh bom Bali di tahun 2002. Sejak beberapa tahun lalu beliau bahkan tidak pernah meninggalkan Bali, sekali-sekali saja keluar dari keheningan hutan untuk mengajar di tempat-tempat suci di Bali.

Silahkan Berkomentar

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.