Compassion

Bunga harmoni utk ia yg mau bunuh diri…

Ditulis oleh Gede Prama

Suatu hari ada anak muda Jakarta yg lari dari kelas meditasi malam-malam. Kemudian mau bunuh diri di laut.

Sebelum sampai di laut, ia dihadang 11 anjing liar pulau Bali. Anehnya, anjing liar ini galak sekali serta membimbing anak muda ini balik.

Di lain hari, ada wanita kaya Jakarta yg sudah dua kali mau bunuh diri. Oleh suaminya bahkan pernah dimasukkan ke rumah sakit jiwa.

Anehnya, setelah diberi air suci yg ada di Ashram, muka wanita ini berubah indah. Tatkala diwawancara di sebuah pantai di Utara Bali.

Ada angin puting beliung dari arah laut yg membersihkan habis kekotoran jiwa wanita ini. Begitu mau pulang, ia minta izin mau tinggal di Bali.

Pesan cerita ini sederhana, alam Bali sangat mendukung upaya keluarga Compassion utk mencegah hal-hal yg berbau bunuh diri & perceraian.

Pagi ini, pusat layanan P3B (pusat pencegahan bunuh diri) menerima berita menyentuh melalui WA. Ada anak muda yg merasa semua pintu tertutup.

Aromanya kental sekali, mau bunuh diri. Bahkan mengajak istri dan kedua anaknya. Lagi-lagi, dibantu alam Bali keluarga kecil ini bisa diselamatkan.

Tips praktis…

Utk membantu para sahabat agar sehat selamat, ini langkah praktis saat mendengar bisikan bunuh diri:

1. Tarik nafas lebih dalam. Masuknya oksigen lebih banyak ikut menenangkan emosi yg lagi kurang seimbang.

Tarik nafas hitungan 5, tahan nafas hitungan 5, hembuskan nafas hitungan 5, tahan nafas hitungan 5, balik lagi tarik nafas hitungan 5.

Lakukan itu berulang-ulang. Teknik bernafas yg sangat tua ini sangat menyelamatkan banyak sekali bahaya perjalanan jiwa.

2. Temukan makanan yg manis, asem, atau pahit. Utk membuat lidah yg datar jadi ternetralisir kembali. Rasa indah di lidah ikut menenangkan emosi.

Cuma hati-hati dg rasa manis yg terlalu banyak. Jika rasa manis terlalu banyak, imbangi dg rasa asin seperti kacang asin.

3. Perpaduan antara makanan alami (sayur, buah) dg olah raga kecil sangat membantu utk mengembalikan emosi ke posisi yg lebih seimbang.

Itu langkah jangka pendek yg sehat. Begitu agak tenang sedikit, masuki wilayah perenungan yg lebih dalam.

1. Tatkala satu pintu kebahagiaan tertutup, sesungguhnya ada pintu kebahagiaan lain yg terbuka. Kurangi fokus pada pintu yg tertutup.

2. Fokuslah pada pintu kebahagiaan yg terbuka. Kehilangan pekerjaan memang pintu kebahagiaan yg tertutup. Tapi ada pintu lain yg terbuka.

Seseorang diberi masukan tentang hal-hal yg tidak perlu diulangi. Seseorang diundang utk belajar lebih banyak.

Gunakan pelajaran yg diperoleh utk menemukan pekerjaan yg lebih indah. Dan itu sering terjadi pada banyak sekali orang.

3. Alam ini disebut alam samsara yg berisi banyak penderitaan. Berita baiknya, penderitaan tidak selalu buruk! Ia mirip amplas yg menghaluskan.

Asal tulus halus menjalaninya, penderitaan akan membuat jiwa jadi halus  mulus. Tidak terhitung jiwa-jiwa suci yg berterimakasih pada penderitaan yg pernah dilewati.

Tentu setelah melewati semua rasa sakit secara tulus halus. Meminjan judul sebuah buku indah: “Pain, the Gift that no body want”.

Asal dilihat seperti matahari panas yg membuat bunga jadi mekar indah, rasa sakit adalah hadiah spiritual yg membuat jiwa mekar indah.

Kapan saja semuanya sudah lebih tenang dan seimbang, renungkan dalam-dalam pesan berikut ini.

1. Mengacu pada buku suci kematian yg pernah turun di atap bumi Tibet, manusia yg bunuh diri tanpa ba bi bu, langsung lahir di alam setan kelaparan (preta).

Perutnya besar sekali, mulutnya sebesar lubang jarum. Tiap hari tanpa henti mahluk preta ini menangis kelaparan. Jadi, jangan mudah nekat bunuh diri.

Itu mirip keluar dari mulut kucing, masuk ke mulut harimau. Dg kata lain, bunuh diri bukan jalan keluar yg indah, ia masuk ke masalah yg lebih besar.

2. Belajar memiliki cita-cita mulya dalam hidup. Seorang nenek di Australia yg bisa berumur sampai 125 tahun, cita-citanya bisa masak enak utk cucunya.

3. Kemudian belajar utk mencapai cita-cita mulya tadi. Dalam cerita nenek di atas, ia kursus memasak utk masakan anak-anak muda.

Semoga semua mahluk berbahagia!

Photo courtesy: Pexels
Shambala meditation center: bellofpeace.org, belkedamaian.org
#bali #love #peace #meditation #healing #healingjourney

Tentang Penulis

Gede Prama

Guruji Gede Prama memulai perjalanan spiritual dengan berdialog bersama Guru simbolik di sebuah desa di Bali Utara. Ini kemudian diperkaya dengan sekolah ke luar negeri, perjumpaan dengan Guru spiritual dunia seperti YM Dalai Lama, YA Thich Nhat Hanh serta Profesor Karen Armstrong, serta olah meditasi yang panjang.

Kendati pernah memimpin perusahaan dengan ribuan karyawan, terbang ke beberapa negara untuk tujuan mengajar, tapi semua itu ditinggalkan karena dipanggil oleh bom Bali di tahun 2002. Sejak beberapa tahun lalu beliau bahkan tidak pernah meninggalkan Bali, sekali-sekali saja keluar dari keheningan hutan untuk mengajar di tempat-tempat suci di Bali.

Detil dan kontak di https://www.gedeprama.com/

Silahkan Berkomentar

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.