Compassion

Anda Jiwa yang Terpilih..

Ditulis oleh Gede Prama

Sulit untuk menyangkal, zaman ini memang sangat gelap. Prof. Brene Brown dari Universitas Texas bahkan menyebut siklus waktu ini sebagai dunia yang rentan. Menempatkan lebih banyak contoh dalam kasus ini hanya akan memperpanjang daftar panjang kegelapan. Hal yang lebih produktif untuk dilakukan adalah bagaimana mengubah kegelapan menjadi cahaya.

Secara spiritual, mengubah kegelapan menjadi cahaya adalah metafora yang mendalam untuk mengatasi kesulitan, keputusasaan, dan pengalaman negatif. Perjalanan ini melibatkan perpaduan antara pertumbuhan pribadi, ketahanan, langkah proaktif, perjalanan spiritual yang mendalam yang dapat membantu mengubah perspektif dan keadaan seseorang dari suram menjadi cerah. Bagi para pemula, berikut adalah beberapa langkah praktis yang dapat diikuti.

1. Jadilah terampil dalam mengelola pikiran Anda. Guruji menempatkannya sebagai faktor pertama, karena bagi para pemula, dunia yang Anda alami terkait erat dengan kualitas pikiran. Akibatnya, mengadopsi pandangan optimis dapat mengalihkan fokus Anda dari masalah ke solusi. Mempraktikkan rasa syukur membantu dalam hal ini.  Merenungkan hal-hal yang Anda syukuri secara teratur dapat mengubah perspektif Anda, menyoroti aspek-aspek positif kehidupan Anda di tengah kegelapan.

2. Langkah darurat. Sebelum Anda menjadi orang yang mandiri, mencari bantuan adalah langkah yang tepat. Bantuan orang lain pasti akan meringankan beban Anda. Oleh karena itu, hubungi teman, keluarga, atau profesional untuk mendapatkan dukungan. Terapi, konseling, atau bertemu dengan guru spiritual dapat menyediakan ruang yang aman untuk memproses emosi dan mengembangkan solusi dari setiap masalah. Terkadang, sekadar berbagi beban dengan orang lain dapat meringankan beban kita dan menawarkan wawasan baru. Setidaknya, pengalaman orang lain akan membuat Anda merasa bahwa Anda bukan satu-satunya orang yang menderita.

3. Kekuatan Penerimaan. Langkah penting dalam mengubah kegelapan menjadi terang adalah mengakui keberadaan kegelapan dalam hidup Anda. Ini bisa berupa rasa sakit emosional, trauma, atau keadaan yang menantang. Penerimaan tidak berarti menyerah, tetapi lebih kepada mengakui kenyataan situasi Anda tanpa penyangkalan. Konfrontasi yang jujur ​​ini memungkinkan titik awal yang dapat Anda gunakan untuk mulai menyembuhkan dan tumbuh. Mengutip dari L. Hay, di balik semua rasa sakit ada penyangkalan diri.  Dengan kata lain, penerimaan diri khususnya dapat menjadi langkah penyembuhan yang penting.

4. Dari memaafkan diri sendiri hingga mencintai diri sendiri. Karena tubuh, pikiran, dan jiwa Anda adalah kendaraan terpenting dalam hidup Anda, menjaga kesehatan fisik, emosional, dan mental Anda dengan baik sangatlah penting. Ini termasuk menjaga gaya hidup sehat dengan olahraga teratur, pola makan seimbang, dan tidur yang cukup. Aktivitas seperti meditasi, menulis jurnal, atau menekuni hobi juga dapat meningkatkan relaksasi dan penemuan jati diri, yang berkontribusi pada pandangan yang lebih seimbang dan positif. Yang terpenting, meditasi adalah semacam malaikat di dalan yang benar-benar menyelamatkan perjalanan selanjutnya.

5. Menemukan makna dan tujuan. Terkadang, kegelapan dapat menuntun pada pencarian makna yang lebih dalam. Terlibat dalam aktivitas yang sejalan dengan nilai dan hasrat Anda dapat memberikan rasa kepuasan. Menjadi sukarelawan, menekuni usaha kreatif, atau terhubung dengan komunitas dapat memberikan rasa tujuan dan rasa memiliki, yang menerangi bahkan saat-saat tergelap sekalipun.

6. Merangkul setiap perubahan dan ketidakpastian. Kegelapan sering kali menyertai periode perubahan atau tantangan yang signifikan. Anggaplah saat-saat ini sebagai peluang untuk tumbuh, bukan sebagai masa kemunduran.  Mengadopsi pola pikir yang berkembang, di mana Anda melihat tantangan sebagai peluang untuk belajar dan berkembang, dapat mengubah cara Anda memandang dan menanggapi setiap jenis kesulitan. Ingatlah, terik matahari yang membuat bunga mekar, angin yang bertiup membuat layang-layang terbang, pisau yang dapat melukai, dapat mengubah bambu menjadi seruling yang bernada indah.

7. Belajar spiritualitas atau hubungan dengan kekuatan yang lebih tinggi. Bagi banyak orang, spiritualitas atau hubungan dengan tujuan yang lebih tinggi dapat menjadi sumber kekuatan dan cahaya yang luar biasa. Ini bisa melalui praktik keagamaan, meditasi, yoga, atau rasa hubungan dengan alam semesta. Praktik semacam itu dapat memberikan kenyamanan, bimbingan, dan rasa damai yang lebih dalam. Bagi para pencari awal, bertemu dengan Guru hidup sangat direkomendasikan. Terutama karena Guru hidup dapat menerjemahkan kompleksitas kegelapan menjadi benih cahaya.

Singkat cerita, mengubah kegelapan menjadi cahaya bukanlah peristiwa satu kali, tetapi proses yang berkelanjutan. Itu membutuhkan kegigihan, kasih sayang pada diri sendiri, dan kemauan untuk mencari dan menciptakan cahaya bahkan dalam momen-momen terkecil.  Dengan mengikuti langkah-langkah ini, Anda dapat melewati kegelapan dan menjadi lebih kuat, lebih bijaksana, dan lebih tangguh.

Secara pribadi, saya sendiri juga mengalami apa yang disebut Carl Jung sebagai “malam-malam gelap bagi sang jiwa”. Awalnya sangat sulit. Berkat latihan meditasi yang mendalam, berkat berkah dari Guru yang tak terhitung jumlahnya, saat saya melewati rintangan yang tak terhitung jumlahnya ini, banyak tanda muncul. Awalnya, tanda itu muncul dalam bentuk Cahaya di langit. Saat saya bertambah tua, Cahaya itu semakin dekat. Hingga suatu hari saya memperoleh wawasan pribadi, pertanda itu juga tersedia berlimpah di dalam diri. Bagi setiap sahabat spiritual yang mencapai tahap akhir pencapaian, Anda disebut “Yang Terpilih”. Akibatnya, Anda tidak lagi tertarik untuk bertemu Cahaya, tetapi lebih tertarik untuk memancarkan Cahaya. Pada saat itu, Anda akan bersyukur kepada kekuatan kegelapan. Kegelapanlah yang telah membuka gerbang cahaya. 

Foto milik: Akun Fb Architecture & Design
Pusat meditasi Shambala: bellofpeace.org, belkedamaian.org
#bali #cinta #perdamaian #meditasi #penyembuhan #perjalananpenyembuhan #harmoni #gurujigedeprama

Tentang Penulis

Gede Prama

Guruji Gede Prama memulai perjalanan spiritual dengan berdialog bersama Guru simbolik di sebuah desa di Bali Utara. Ini kemudian diperkaya dengan sekolah ke luar negeri, perjumpaan dengan Guru spiritual dunia seperti YM Dalai Lama, YA Thich Nhat Hanh serta Profesor Karen Armstrong, serta olah meditasi yang panjang.

Kendati pernah memimpin perusahaan dengan ribuan karyawan, terbang ke beberapa negara untuk tujuan mengajar, tapi semua itu ditinggalkan karena dipanggil oleh bom Bali di tahun 2002. Sejak beberapa tahun lalu beliau bahkan tidak pernah meninggalkan Bali, sekali-sekali saja keluar dari keheningan hutan untuk mengajar di tempat-tempat suci di Bali.

Detil dan kontak di https://www.gedeprama.com/

Silahkan Berkomentar

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.