Compassion

Perjalanan dari Pikiran ke Hati…

Ditulis oleh Gede Prama

Setelah bertemu dengan banyak murid di kelas meditasi yang memiliki kehidupan yang bermasalah, sangat jelas bagi Guruji, bahwa semakin banyak orang bergantung pada pikiran, semakin banyak pula penderitaan yang akan mereka alami. Terutama pikiran dualistik yang penuh dengan tembok pemisah. Karena alasan itu, Guruji tidak pernah lelah meminta para sahabat di keluarga Compassion untuk tumbuh dari pikiran ke hati. Mengutip dari para peneliti energi, vibrasi hati seribu kali lebih tinggi daripada vibrasi kepala. Selain itu, ketika vibrasi Anda lebih tinggi, Anda juga dapat tumbuh ke tingkat kehidupan yang lebih tinggi. Kabar baiknya dari meditasi, ada jalan sederhana yang dapat diikuti. Belajarlah untuk menjadi pengamatnya pikiran. Apa pun yang terjadi dalam pikiran, cukup di amati.

Semakin sedikit Anda bereaksi terhadap pikiran, semakin baik. Biarkan saja gelombang pikiran datang dan pergi. Ingatlah untuk menjadi pantai yang tidak terganggu oleh ombak. Saat pengamatan Anda semakin kuat dan lebih kuat daripada pikiran, Anda secara alami akan memasuki gerbang hati. Anda mulai kurang tertarik pada kepintaran, tetapi lebih tertarik pada kebaikan. Seperti lilin yang menghilangkan kegelapan, pergeseran dari pikiran ke hati membuat banyak penderitaan juga hilang.  Jika Anda ingin bertumbuh lebih dalam, setiap kali Anda bertemu dengan sesuatu atau seseorang, tanyakanlah jauh di dalam diri Anda: “Apakah penderitaan dari orang ini? Bagaimana kehadiran Anda dapat mengurangi penderitaan orang lain? Setidaknya tidak menciptakan penderitaan baru”. Itulah perjalanan yang sangat meyakinkan dari pikiran ke hati. Untuk memperdalam pemahaman Anda, sekarang mari kita renungkan bersama.

Terbatas dan meracuni…

Sebagai informasi, perjalanan dari pikiran ke hati adalah jalur metaforis yang menggambarkan transisi dari pemahaman intelektual ke realisasi emosional dan pengalaman. Perjalanan ini sering digambarkan dalam literatur, filsafat, dan tradisi spiritual sebagai proses penting untuk mencapai kebijaksanaan sejati dan kedamaian batin.

Pikiran adalah tempat kemampuan logis, analitis, dan penalaran kita berada. Pikiran adalah wilayah menalar, konsep, dan ide. Ketika kita mempelajari sesuatu yang baru atau memecahkan masalah, kita terutama melibatkan pikiran kita. Namun, pikiran dapat dibatasi oleh ketergantungannya pada logika dan akal sehat saja. Pikiran sering kali berusaha mengendalikan dan mengkategorikan pengalaman, terkadang mengarah pada pemikiran berlebihan dan pemutusan hubungan dari lapisan terdalam keberadaan kita.  Dan dari pikiran yang berlebihan dan keterputusan muncullah banyak penyakit dan gangguan.

Hati membuat Anda lebih kaya…

Sebaliknya, hati melambangkan pusat emosi, intuisi, dan pemahaman yang lebih dalam. Hati dikaitkan dengan perasaan, kasih sayang, dan empati. Hati mengetahui hal-hal dengan cara yang tidak dapat dipahami oleh pikiran—melalui pengalaman langsung dan hubungan emosional. Ketika kita terhubung dengan hati, kita membuka diri terhadap pengalaman hidup yang kaya makna, yang melampaui pemahaman intelektual belaka.

Perjalanan dari pikiran ke hati melibatkan pengintegrasian kedua aspek diri kita ini. Dimulai dengan mengenali keterbatasan pikiran dan mengakui pentingnya emosi dan intuisi. Hal ini sering kali memerlukan praktik seperti meditasi, perhatian penuh, dan refleksi diri, yang membantu menenangkan celoteh pikiran yang tak henti-hentinya dan menciptakan ruang bagi kebijaksanaan hati untuk muncul. Hasilnya, hidup menjadi jauh lebih kaya secara mental dan spiritual.

Dari harmoni ke harmoni…

Pada akhirnya, perjalanan dari pikiran ke hati adalah tentang menemukan harmoni di dalam diri kita sendiri, merangkul kejernihan pikiran dan kedalaman hati. Untuk membuat kehidupan tumbuh dari harmoni ke harmoni, ada baiknya untuk mempertimbangkan langkah-langkah berikut.

1. Baik alam luar maupun di dalam menyukai keseimbangan. Mirip dengan siang-malam, pantai-gunung, musim dingin-musim panas, kehidupan di dalam juga mengalir dari sedih ke senang, dari sakit ke sembuh. Belajarlah untuk tidak serakah hanya menginginkan kebahagiaan diatas kesedihan, belajarlah untuk hidup seimbang.

2. Dalam dunia meditasi telah lama dikenal perjalanan “penyembuhan (healing), keutuhan (whole), suci (holy)”. Anda mulai menyembuhkan hidup Anda saat belajar menjadi utuh. Saat puncak dan lembah saling berpelukan, belajarlah untuk merangkul setiap dualitas kehidupan.

3. Dalam bahasa Inggris ejaan hidup (live), kehidupan (life), cinta (love) sangat mirip. Ejaan bumi (earth) dan hati (heart) juga mirip. Artinya, jika Anda ingin bertemu keindahan di bumi ini, jalani hidup Anda dengan penuh cinta. Itulah bahasa hati yang penuh harmoni.

Foto milik: Akun Fb EndTimes News
Pusat meditasi Shambala: bellofpeace.org, belkedamaian.org
#bali #cinta #perdamaian #meditasi #penyembuhan #perjalananpenyembuhan #harmoni #gurujigedeprama

Tentang Penulis

Gede Prama

Guruji Gede Prama memulai perjalanan spiritual dengan berdialog bersama Guru simbolik di sebuah desa di Bali Utara. Ini kemudian diperkaya dengan sekolah ke luar negeri, perjumpaan dengan Guru spiritual dunia seperti YM Dalai Lama, YA Thich Nhat Hanh serta Profesor Karen Armstrong, serta olah meditasi yang panjang.

Kendati pernah memimpin perusahaan dengan ribuan karyawan, terbang ke beberapa negara untuk tujuan mengajar, tapi semua itu ditinggalkan karena dipanggil oleh bom Bali di tahun 2002. Sejak beberapa tahun lalu beliau bahkan tidak pernah meninggalkan Bali, sekali-sekali saja keluar dari keheningan hutan untuk mengajar di tempat-tempat suci di Bali.

Detil dan kontak di https://www.gedeprama.com/

Silahkan Berkomentar

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.