Kedamaian

Berjumpa Tuhan di dalam diri

Ditulis oleh Gede Prama

Neale Donald Walsch pernah melakukan dialog ke dalam, kemudian menyebut dialog itu dengan Converzation With God (percakapan dengan Tuhan). Dan sampai hari ini, karya Neale masih sangat berpengaruh. Dengan tidak bermaksud menyebut dialog berikut sebagai dialog dengan Tuhan, sekali lagi tidak, pagi ini terjadi dialog di dalam. Antara penanya dengan Guru di dalam (GD)

Penanya: Apakah mungkin hal-hal berbahaya akan terjadi?
GD: Tergantung apa yang dilakukan manusia, khususnya pemimpin beberapa waktu ke depan

Penanya: Kenapa mesti pemimpin, bukan orang biasa?
GD: Di tangan pemimpin ada kekuatan besar bernama kekuasaan lengkap dengan aparatur yang mendukung. Dari tentara sampai dengan penjara. Lebih-lebih kekuasaan besar yang berkolaborasi dengan uang yang juga besar, daya pengaruhnya lebih besar lagi

Penanya: Jika demikian besar pengaruh pemimpin di zaman krisis ini, apa syarat pemimpin agar bisa membawa masyarakat keluar dari kepanikan berbahaya?
GD: Tenang, jernih, bersih. Lebih-lebih ketenangan yang berkawan dengan ketulusan. Itu yang paling berpotensi bisa menyelamatkan keadaan

Penanya: Apakah ada pemimpin seperti itu di zaman gelap ini?
GD: Berdoalah agar ia ada. Kurangi putus asa. Kalau pun ia tidak ada di kursi kekuasaan, mana tahu pemimpin jenis ini ada di luar kursi kekuasaan. Di dunia kepemimpinan yang dalam (deep leadership) telah lama dibagikan, pemimpin yang dalam menyelamatkan keadaan, pada saat yang sama orang banyak tidak tahu kalau dirinya sedang diselamatkan

Penanya: Apakah orang biasa juga bisa ikut menyelamatkan keadaan?
GD: Jika seseorang berkarya dan berdoa menggunakan kepala, pengaruhnya kecil. Jika berkarya dan berdoa menggunakan hati, pengaruhnya bisa besar. Ingat, peneliti energi menyimpulkan, vibrasi hati ribuan kali lebih tinggi dari vibrasi kepala. Lebih-lebih jika seseorang berkarya (berdoa) dibimbing hara (titik pusat di dalam, 3 jari di bawah pusar). Daya pengaruhnya lebih besar lagi. Pembawa Cahaya biasanya berkarya (berdoa) di tingkatan ini

Penanya: Apakah ada orang biasa yang berkarya dan berdoa dibimbing hara di zaman ini?
GD: Di setiap putaran waktu ada pembawa Cahaya. Di zaman dulu disebut Avatara, Buddha, Nabi. Jangan coba-coba menyebut diri Nabi di zaman ini. Hanya akan memperkeruh dan memperparah keadaan. Terutama karena bioritme alam berubah sangat jauh dibandingkan zaman dulu ketika ada Nabi

Penanya: Apa tanda-tanda bahwa seseorang itu pembawa Cahaya?
GD: Ada tanda-tanda di luar, ada tanda-tanda di dalam, ada tanda-tanda rahasia. Jangan memasuki wilayah detail dalam hal ini. Nanti kata-kata yang dipercakapkan di sini bisa digunakan untuk melukai orang lain

Penanya: Kalau begitu, bagaimana cara publik mengetahui mana pembawa Cahaya yang asli, mana pembawa Cahaya yang palsu?
GD: Agar bisa mengerti indahnya bunga, semua binatang harus menjadi lebah atau kupu-kupu indah. Dengan cara yang sama, agar manusia bisa mengenali pembawa Cahaya yang sejatii, ia harus mengembangkan hal-hal sejati di dalam. Jangan pernah berharap cacing bisa menghargai lotus indah. Jangan pernah berharap kepalsuan bisa mengerti kesejatian

Penanya: Maaf terlalu banyak bertanya, apakah pesan terakhir di hari ini yang sebaiknya dibagikan ke publik?
GD: Kurangi mencari hal-hal yang salah. Lakukan hal-hal yang indah. Memikirkan dan membicarakan hal-hal yang salah membuat seseorang bervibrasi di tingkat rendah. Tingkat vibrasi yang sama dengan vibrasi virus. Ia yang melakukan hal-hal indah (berdoa, sabar menyayangi keluarga, membimbing masyarakat sekitar agar selamat) bervibrasi di tingkat yang jauh lebih tinggi dari vibrasi virus

Penanya: Terimakasih banyak. Deep bow (merunduk yang dalam)
GD: …………………………………………………………………………………………….. Tidak ada suara sama sekali, hanya sepasang bibir yang tersenyum sangat indah

Penulis: Guruji Gede Prama
Video persembahan keluarga Compassion

Tentang Penulis

Gede Prama

Gede Prama memulai perjalanan spiritual dengan berdialog bersama Guru simbolik di sebuah desa di Bali Utara. Ini kemudian diperkaya dengan sekolah ke luar negeri, perjumpaan dengan Guru spiritual dunia seperti YM Dalai Lama, YA Thich Nhat Hanh serta Profesor Karen Armstrong, serta olah meditasi yang panjang.

Kendati pernah memimpin perusahaan dengan ribuan karyawan, terbang ke beberapa negara untuk tujuan mengajar, tapi semua itu ditinggalkan karena dipanggil oleh bom Bali di tahun 2002. Sejak beberapa tahun lalu beliau bahkan tidak pernah meninggalkan Bali, sekali-sekali saja keluar dari keheningan hutan untuk mengajar di tempat-tempat suci di Bali.

Leave a Reply to Reza r X

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

1 Komentar