Kedamaian

Pemerintah yang memperindah

Ditulis oleh Gede Prama

Semua orang tua pernah jadi anak-anak, tapi anak-anak belum pernah menjadi orang tua. Dalam perspektif ini, orang tualah yang sebaiknya mengerti anak-anak. Dan ketika masih kanak-kanak, kita mengalami sendiri, anak-anak memerlukan taman bermain, ruang terbuka untuk berlari, berjumpa sesama teman untuk mengekspresikan canda dan tawa.

Bagi sahabat yang mendalami psikologi mengerti, semakin lama anak-anak bisa diam dalam waktu yang semakin sedikit. Entah bagaimana bioritme alam, begitulah anak-anak sekarang. Pada saat yang sama jurnal psikologi berpengaruh di dunia pernah menyimpulkan: “Social media adalah jalan tol menuju sakit mental”.

Di tengah temuan seperti itu, tidak kebayang redupnya masa depan jika anak-anak sekarang selalu ada di rumah. Satu-satunya mainan mereka adalah social media. Bahkan belajar pelajaran sekolah pun menggunakan social media. Sebelum membawa titipan masa depan ke arah berbahaya, sekaligus melangkah ke masa tua yang juga berbahaya, dengan pikiran yang bersih, hati yang jernih, sahabat-sahabat di pemerintahan diketuk hatinya.

Menjaga rakyat agar tidak terkena virus corona tentu saja mulya. Tidak ada yang meragukan soal ini. Namun jangan sampai langkah ini kemudian mengorbankan keindahan masa kecil banyak sekali anak-anak. Dan keindahan masa kanak-kanak ini begitu berlalu, ia tidak bisa diulangi. Tanpa keindahan masa kanak-kanak, anak-anak rawan membawa sakit mental ke masa depan.

Lebih-lebih sudah anak-anak selalu tinggal di rumah, orang tuanya kehilangan pekerjaan dan kehilangan penghasilan. Atau tegang karena takut ini dan panik akan itu. Tidak kebayang sedihnya dunia anak-anak jika itu terjadi. Untuk itu, mari menoleh ke sejarah. Pemerintah diciptakan untuk membuat masyarakat jadi semakin indah.

Penulis: Guruji Gede Prama
Photo courtesy: Twitter

Tentang Penulis

Gede Prama

Gede Prama memulai perjalanan spiritual dengan berdialog bersama Guru simbolik di sebuah desa di Bali Utara. Ini kemudian diperkaya dengan sekolah ke luar negeri, perjumpaan dengan Guru spiritual dunia seperti YM Dalai Lama, YA Thich Nhat Hanh serta Profesor Karen Armstrong, serta olah meditasi yang panjang.

Kendati pernah memimpin perusahaan dengan ribuan karyawan, terbang ke beberapa negara untuk tujuan mengajar, tapi semua itu ditinggalkan karena dipanggil oleh bom Bali di tahun 2002. Sejak beberapa tahun lalu beliau bahkan tidak pernah meninggalkan Bali, sekali-sekali saja keluar dari keheningan hutan untuk mengajar di tempat-tempat suci di Bali.

Silahkan Berkomentar

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.