Kedamaian

Bali: Pujaan Hati

Ditulis oleh Gede Prama

Di sebuah hutan tua di Peru, yang berlokasi persis di balik pulau Bali, pernah ditemukan ajaran sangat tua yang berbunyi seperti ini: “Tidak ada kebetulan, hanya bimbingan-bimbingan”. Jangankan peristiwa besar seperti krisis virus corona, bahkan daun kering yang jatuh pun membawa bimbingan-bimbingan.

Di awal tahun 2000, kekuatan yang paling ditakuti di muka bumi adalah serangan teroris. Di sana pulau Bali menerangi dunia – berkali-kali disebut sebagai pulau terindah di dunia oleh sejumlah media dunia, dipubilkasin sangat luas melalui buku dan film terkenal “Eat, pray, love” sebagai pulau cinta kasih – karena tetua ketika itu mengambil langkah ahimsa (tanpa kekerasan).

Di tahun 2020 ini, kekuatan yang paling ditakuti di muka bumi adalah virus corona. Sekali lagi media-media dunia menoleh kagum pada pulau Bali. Presiden Republik Indonesia Joko Widodo bahkan berkali-kali menyatakan secara resmi agar orang-orang belajar dari pulau Bali. Catatannya kemudian, tetaplah melangkah di jalur ahimsa (tanpa kekerasan).

Jangan pernah menggunakan kekaguman orang lain untuk merendahkan pihak lain. Gunakanlah kekaguman orang lain untuk memulyakan pihak lain. Sambil selalu ingat, ia yang menghormati agama orang, sedang memulyakan agamanya sendiri. Ia yang tidak pernah berbicara buruk tentang agama orang, sedang mempercantik agamanya sendiri.

P3B (Pusat Pelayanan Pencegahan Bunuh Diri Keluarga Compassion) 0361 845 5555

Penulis: Guruji Gede Prama
Photo courtesy: Twitter

Tentang Penulis

Gede Prama

Gede Prama memulai perjalanan spiritual dengan berdialog bersama Guru simbolik di sebuah desa di Bali Utara. Ini kemudian diperkaya dengan sekolah ke luar negeri, perjumpaan dengan Guru spiritual dunia seperti YM Dalai Lama, YA Thich Nhat Hanh serta Profesor Karen Armstrong, serta olah meditasi yang panjang.

Kendati pernah memimpin perusahaan dengan ribuan karyawan, terbang ke beberapa negara untuk tujuan mengajar, tapi semua itu ditinggalkan karena dipanggil oleh bom Bali di tahun 2002. Sejak beberapa tahun lalu beliau bahkan tidak pernah meninggalkan Bali, sekali-sekali saja keluar dari keheningan hutan untuk mengajar di tempat-tempat suci di Bali.

Silahkan Berkomentar

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.