Kedamaian

Energi: Obat murah meriah

Ditulis oleh Gede Prama

“Emotion is energy in motion”, begitu ditulis secara luas di psikologi. Karena perasaan adalah gerakan energi, ia bisa disembuhkan juga oleh energi lain sebagai penyeimbang. Yang perlu diwaspadai, setiap interaksi menghadirkan energi. Perjumpaan dengan orang melukai misalnya, mudah sekali melahirkan kebencian. Dan kebencian yang menahun bisa melahirkan berbagai penyakit.

Sebaliknya, perjumpaan dengan apa saja yang melahirkan cinta kasih (termasuk binatang), mudah sekali melahirkan energi kesembuhan. Terutama karena perasaan saling menerima, merasa hidup berguna, mudah menyembuhkan, sekaligus bisa membuat seseorang berumur panjang. Di tengah wabah corona yang tidak tahu kapan berakhirnya, ada baiknya menjaga keseimbangan energi.

Pertama, usahakan sesedikit mungkin berinteraksi dengan pihak-pihak yang sangat melukai. Disadari atau tidak, ia membuat energi bocor, sekaligus melahirkan benih penyakit. Jika tidak bisa dihindari, jaga diri dengan perisai compassion (baca: luka jiwa yang sangat dalamlah yang membuat mereka melukai Anda. Bukan kejahatan).

Kedua, bawa Tirtha (air suci) pikiran positif di sepanjang perjalanan. Baik di sesi meditasi maupun media sosial terlihat jelas, pikiran positif tidak saja melindungi, tapi juga menyembuhkan. Selalu ada sisi postitif dari kejadian yang paling negatif sekali pun. Indahnya ekonomi anjlok seperti sekarang, banyak orang jadi hati-hati dan rendah hati.

Ketiga, usahakan lebih banyak berinteraksi dengan hal-hal yang membangkitkan cinta kasih. Saat membaca data korban virus corona sebagai contoh, renungkan sebentar bagaimana dengan putera-puterti yang ditinggalkan. Kesedihan mendalam pada keluarga yang ditinggalkan. Kemudian bangkitkan niat untuk meringankan beban penderitaan di alam ini. Setidaknya dengan cara berdoa.

Keempat, di neuro-science disebutkan, manusia bisa mengubah otak dengan cara mengubah cara berpikir. Agar otak tidak menghasilakn terlalu banyak hormon stres yang membahayakan, latih otak untuk lebih sedikit berpikir, tapi lebih banyak mengalir. Alam berumur lebih panjang karena mereka mengalir sesuai dengan panggilan alami mereka.

Kelima, lihat dan perlakukan semua secara baik. Kemudian semua akan menjadi baik. Ini sumber energi yang sangat berlimpah. Jangankan manusia, bahkan binatang dan tetumbuhan pun bertumbuh jadi semakin baik setelah dirawat secara baik. Perasaan baik di dalam, berjumpa energi baik di luar, itu sangat menjaga dan sangat menyelamatkan.

“Buku Suci” Keluarga Compassion: https://play.google.com/store/books/details?id=BMXgDwAAQBAJ
P3B (Pusat Pelayanan Pencegahan Bunuh Diri Keluarga Compassion) 0361 845 5555

Penulis: Guruji Gede Prama
Photo courtesy: Twitter

Tentang Penulis

Gede Prama

Gede Prama memulai perjalanan spiritual dengan berdialog bersama Guru simbolik di sebuah desa di Bali Utara. Ini kemudian diperkaya dengan sekolah ke luar negeri, perjumpaan dengan Guru spiritual dunia seperti YM Dalai Lama, YA Thich Nhat Hanh serta Profesor Karen Armstrong, serta olah meditasi yang panjang.

Kendati pernah memimpin perusahaan dengan ribuan karyawan, terbang ke beberapa negara untuk tujuan mengajar, tapi semua itu ditinggalkan karena dipanggil oleh bom Bali di tahun 2002. Sejak beberapa tahun lalu beliau bahkan tidak pernah meninggalkan Bali, sekali-sekali saja keluar dari keheningan hutan untuk mengajar di tempat-tempat suci di Bali.

Silahkan Berkomentar

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.