Kedamaian

Menyelaraskan diri dengan Cahaya

Ditulis oleh Gede Prama

Bumi sedang mengalami great awakening (kebangkitan yang Agung), begitu penglihatan sejumlah Guru spiritual. Tanda-tanda ke arah itu berlimpah. Ajakannya, mari belajar diangkat naik oleh vibrasi bumi yang sedang menaik. Berikut sejumlah bahan renungan.

  1. Dalam kadar yang berbeda, semua sedang mengalami rasa sakit. Dari kesulitan mendapatkan pekerjaan, sampai jenuh terus di rumah
  2. Jalani rasa sakit seperti bunga indah menjalani cahaya matahari panas. Asal tulus dan ikhlas, jiwa Anda bisa mekar indah
  3. Rasa sakit bukan hukuman, bukan tanda kesalahan, tapi kekuatan di alam ini yang sangat memurnikan
  4. Jika rasa sakit diandaikan sebagai gelombang lautan, papan selancarnya bernama senyuman
  5. Berselancarlah di atas gelombang rasa sakit. Ingat, rasa sakit itu tidak kekal. Muncul dan lenyap.
  6. Saat rasa sakitnya berat, bayangkan para sahabat sedang mengambil sebagian rasa sakit di alam ini
  7. Sehingga mahluk lain bisa tumbuh sehat selamat. Jiwa-jiwa yang Agung melakukan ini secara sengaja tiap hari
  8. Tatkala di dalam terasa gembira, bagikan Cahayanya ke alam sekitar. Setidaknya dengan berbagi senyuman
  9. Lihat alam sekitar dengan mata yang penuh rasa syukur. Mata jenis ini ikut berbagi Cahaya
  10. Lebih bagus lagi jika berbagi kebahagiaan melalui pelayanan. Seperti mendengarkan cerita orang tua yang kesepian
  11. Di atas semuanya, jika dulunya manusia bertumbuh dari miskin ke kaya. Sekarang manusia sedang bertumbuh dari kegelapan menuju Cahaya
    P3B (Pusat Pelayanan Pencegahan Bunuh Diri) Keluarga Compassion 0361 845 5555
    P3C (Pusat Pelayanan Pencegahan Perceraian) Keluarga Compassion 08233 5555 644
    Penulis: Guruji Gede Prama
    Photo courtesy: Unsplash

Tentang Penulis

Gede Prama

Gede Prama memulai perjalanan spiritual dengan berdialog bersama Guru simbolik di sebuah desa di Bali Utara. Ini kemudian diperkaya dengan sekolah ke luar negeri, perjumpaan dengan Guru spiritual dunia seperti YM Dalai Lama, YA Thich Nhat Hanh serta Profesor Karen Armstrong, serta olah meditasi yang panjang.

Kendati pernah memimpin perusahaan dengan ribuan karyawan, terbang ke beberapa negara untuk tujuan mengajar, tapi semua itu ditinggalkan karena dipanggil oleh bom Bali di tahun 2002. Sejak beberapa tahun lalu beliau bahkan tidak pernah meninggalkan Bali, sekali-sekali saja keluar dari keheningan hutan untuk mengajar di tempat-tempat suci di Bali.

Silahkan Berkomentar

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.