Kedamaian

Permata-permata indah untuk orang yang jujur

Ditulis oleh Gede Prama

Di zaman ini sulit sekali menemukan orang jujur. Jangankan orang yang jujur soal uang, jujur soal menggunakan lidah pun langka sekali. Jangankan di tingkat desa, bahkan pemimpin dunia pun banyak yang memamerkan ketidakjujuran secara sangat transparan. Untuk berbagi Cahaya indah pada para sahabat dekat, ini permata yang diperoleh jika Anda jujur saat berbicara khususnya.

  1. Anda sedang mempercantik chakra kerongkongan. Jika dilakukan dalam waktu lama, suara para sahabat akan sangat berkarisma
  2. Anda sedang membawa berita baik pada otak. Otak kemudian berespon positif dengan menghasilkan hormon bersahabat seperto oxytocyn, dll
  3. Anda sedang membawa Cahaya indah pada kegelapan di dalam
  4. Anda sedang menyebuhkan diri Anda secara sangat meyakinkan
  5. Anda memulai sebuah kehidupan yang unik dan otentik
  6. Anda menjadi sumber inspirasi bagi banyak orang
  7. Kejujuran sering mengundang datangnya sahabat sejati dan rezeki
  8. Para sahabat mulai bervibrasi ke tingkat vibrasi energi yang lebih tinggi
  9. Kawan-kawan sedang menimbulkan riak gelombang (ripple) yang sehat di alam ini
  10. Anda sekarang tidak lagi terlalu bernafsu mengejar Cahaya, tapi sudah berbagi Cahaya
  11. Teman-teman sudah menjadi malaikat, tidak saja bagi orang lain, tapi juga bagi jiwa yang bersemayam di dalam

P3B (Pusat Pelayanan Pencegahan Bunuh Diri) Keluarga Compassion 0361 845 5555
P3C (Pusat Pelayanan Pencegahan Perceraian) Keluarga Compassion 08233 5555 644

Penulis: Guruji Gede Prama
Photo courtesy: Twitter

Tentang Penulis

Gede Prama

Gede Prama memulai perjalanan spiritual dengan berdialog bersama Guru simbolik di sebuah desa di Bali Utara. Ini kemudian diperkaya dengan sekolah ke luar negeri, perjumpaan dengan Guru spiritual dunia seperti YM Dalai Lama, YA Thich Nhat Hanh serta Profesor Karen Armstrong, serta olah meditasi yang panjang.

Kendati pernah memimpin perusahaan dengan ribuan karyawan, terbang ke beberapa negara untuk tujuan mengajar, tapi semua itu ditinggalkan karena dipanggil oleh bom Bali di tahun 2002. Sejak beberapa tahun lalu beliau bahkan tidak pernah meninggalkan Bali, sekali-sekali saja keluar dari keheningan hutan untuk mengajar di tempat-tempat suci di Bali.

Silahkan Berkomentar

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.