Kedamaian

Meditasi yang Memperindah

Ditulis oleh Gede Prama

“Suami saya telah belajar meditasi selama bertahun-tahun, tapi ia tetap saja pemarah”, begitu seorang wanita bercerita. Jika seseorang rajin minum jus setiap pagi, tapi siang, sore dan malamnya makannya sembarangan (banyak gula, banyak kolesterol) maka dampak jus di pagi hari terhadap kesehatan sangat minimal.

Dengan cara yang sama, jika seseorang meditasi 30 menit setiap pagi, tapi siang, sore dan malam hari sembarangan berpikir, sembarangan berbicara, sembarangan bertindak, tentu saja meditasi tidak membuat seseorang jadi berubah. Agar meditasi memperindah, latih diri untuk membadankan roh meditasi dalam keseharian. Berikut beberapa bahan renungan.

  1. Lakukan hanya satu kegiatan dalam satu waktu. Menyatulah dengan tiap kekinian. Saat di depan komputer, menyatu rapilah dengan kekinian di depan komputer.
  2. Jika tiba-tiba ingat dengan kegiatan lain, sementara dicatat dulu. Kemudian kembali lagi bersatu dengan kegiatan di depan komputer
  3. Bila pikiran dikunjungi hal-hal negatif, jangan dilayani dengan cara membicarakannya dengan orang lain, atau menulis pesan negatif di social media.
  4. Lebih dari itu, dekap pikiran negatif sebagai bagian dari pikiran holistik. Visualisasi simbol Yin-Yang akan sangat membantu dalam hal ini
  5. Seumpama ada berita atau orang bercerita sesuatu yang membangkitkan amarah, latih diri untuk tidak berespon. Tersenyumlah ke dalam
  6. Sambil ingatkan diri lagi dan lagi. Di mana ada puncak gunung, di sana ada jurang. Di mana ada kelebihan, di sana ada kekurangan
  7. Setiap kali mendengar suara (burung, klakson) gunakan ia sebagai bel suci untuk kembali ke jeda di antara dua nafas
  8. Lebih bagus lagi jika bisa merasakan keheningan diantara dua suara. Sebut saja anak-anak bernyanyi “do re mi”. Antara do dan re ada ruang hening
  9. Seumpama ada orang yang marah ke Anda, cepat kenali jejaring penderitaan di balik kemarahan mereka. Bisa keuangan lagi parah, bisa keluarga sedang bermasalah
  10. Saat di dalam terasa terbakar, percikkan tirtha (air suci) self-compassion. Berbelaskasihlah pada kekurangan di dalam. Semua orang punya kekurangan
  11. Saat sedih maupun senang, kacau maupun damai, selalu bisikkan ke dalam diri mantra “Aham Prema” (Saya cinta kasih yang di sini untuk berbagi cinta kasih)

P3B (Pusat Pelayanan Pencegahan Bunuh Diri) Keluarga Compassion 0361 845 5555
P3C (Pusat Pelayanan Pencegahan Perceraian) Keluarga Compassion 08233 5555 644

Penulis: Guruji Gede Prama
Photo courtesy: Unsplash

Tentang Penulis

Gede Prama

Gede Prama memulai perjalanan spiritual dengan berdialog bersama Guru simbolik di sebuah desa di Bali Utara. Ini kemudian diperkaya dengan sekolah ke luar negeri, perjumpaan dengan Guru spiritual dunia seperti YM Dalai Lama, YA Thich Nhat Hanh serta Profesor Karen Armstrong, serta olah meditasi yang panjang.

Kendati pernah memimpin perusahaan dengan ribuan karyawan, terbang ke beberapa negara untuk tujuan mengajar, tapi semua itu ditinggalkan karena dipanggil oleh bom Bali di tahun 2002. Sejak beberapa tahun lalu beliau bahkan tidak pernah meninggalkan Bali, sekali-sekali saja keluar dari keheningan hutan untuk mengajar di tempat-tempat suci di Bali.

Silahkan Berkomentar

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.