Kedamaian

Obat Indah Bernama Energi

Ditulis oleh Gede Prama

Orang fisika kuantum telah lama menyimpulkan, 99,99999% atom isinya adalah energi. Dengan kata lain, kurang dari 1% isi atom adalah substansi fisik. Dengan kata lain, fokus pada penyembuhan fisik saja sama dengan menyentuh kurang dari 1 % bagian tubuh yang perlu disembuhkan. Itu sebabnya, malam ini para sahabat diajak merenungkan obat indah bernama energi.

Pertama, ingat menjaga sumber kebocoran energi. Dari pikiran negatif yang penuh kritik dan konflik, vampir energi (orang-orang yang mudah membuat diri jadi lelah, gelisah dan marah), sampai dengan menjauh secara sopan dari lingkungan yang kacau. Terutama hasil perpaduan antara berita palsu di luar dengan berita palsu di dalam (baca: takut dan panik).

Kedua, selalu jaga keseimbangan energi di dalam. Saat lelah, kurangi kegiatan. Ketika sehat kuat, perbanyak kegiatan. Bila tidur kurang dari 6 jam sehari, banyak duduk dan rebahan. ketika tidur cukup sekitar 8-9 jam sehari, lakukan banyak aktivitas. Dan yang terpenting adalah lindungi diri dengan pikiran yang positif-holistik. Di mana ada kegelapan, di sana ada Cahaya. Di mana ada kesedihan di sana ada kesenangan.

Ketiga, perjalanan terindah menemukan obat energi adalah mencapai tingkatan self-fulfilling energy. Tubuh bisa mencukupi seluruh kebutuhan energi di dalam. Dalam bahasa meditasi, keadaan berkecukupan energi ini bisa dicapai dengan sering bersentuhan dengan kesadaran murni (pure awareness). Pikiran, perasaan, kegelisahan seperti arus air di sungai.

Sedangkan kesadaran murni serupa seseorang yang berdiri menyaksikan di pinggir sungai. Monkey mind (pikiran lompat-lompat), memori buruk, bad mood masih ada. Tapi kesadaran murni tidak lagi diseret oleh arus deras berbahaya seperti berpikir buruk, berkata-kata kasar, apa lagi melakukan tindakan kekerasan. Semuanya dilihat seperti langit menyaksikan awan-awan.

Langkah praktis agar bisa sampai di sana, ingat selalu menggunakan “jeda” sebagai jangkar untuk selalu terhubung dengan saat ini. Tidak saja jeda diantara dua nafas, tapi juga jeda diantara dua memori, jeda diantara dua pikiran, jeda diantara dua suara, jeda diantara dua kegiatan. Sebut saja ada anak bernyanyi do re mi. Antara do dan re, antara re dan mi ada jeda.

Gunakanlah jeda-jeda itu sebagai jangkar untuk selalu terhubung dengan saat ini. Sekali lagi meminjam temuan di fisika kuantum, begitu para sahabat terhubung rapi dengan saat ini, Anda memasuki wilayah kuantum (quantum field), di mana banyak hal tidak mungkin (termasuk penyakit yang tidak ada obatnya) menjadi mungkin.

Pendekatan lain agar selalu terhubung rapi dengan saat ini adalah rasa syukur yang sangat dalam. Menyegarkan ingatan, ketika seseorang bersyukur, ia sedang memberitahu otak bahwa yang bersangkutan menerima apa yang diinginkan. Akibatnya, otak melahirkan reaksi biokimia berupa hormon pertumbuhan seperty oxytocyn, dopamin, serotonin.

Wajah lain rasa syukur, ketika seseorang bersyukur, ia sedang berbicara pada Bunda semesta seperti ini: “Bunda semesta, saya sedang dicintai secara sangat rapi”. Akibatnya seseorang mengalami keterhubungan. Dan keterhubungan adalah akar terdalam dari semua kesembuhandan dan kedamaian

Wajah terdalam dari rasa syukur, ketika Anda bersyukur secara sangat dalam, Anda sedang berbicara ke Tuhan seperti ini: “Terimakasih, Tuhan sudah ada di dalam. Sehingga saya tidak perlu lagi mencari Tuhan di luar”. Dan sebagaimana para sahabat tahu, tidak ada kegelapan yang bisa mengalahkan Cahaya Tuhan.

Ringkasnya, latih diri untuk senantiasa terhubung rapi dengan saat ini. Entah menggunakan jeda, atau menggunakan rasa syukur mendalam. Keterhubungan yang rapi dengan saat inilah yang membuat para sahabat menyentuh kesadaran murni. Sekaligus, itu juga yang membuat manusia bisa mencapai titik self-fulfilling energy (tubuh memiliki cukup energi di dalam).

Selamat bobo jiwa-jiwa yang indah.

Photo courtesy: Twitter

Tentang Penulis

Gede Prama

Gede Prama memulai perjalanan spiritual dengan berdialog bersama Guru simbolik di sebuah desa di Bali Utara. Ini kemudian diperkaya dengan sekolah ke luar negeri, perjumpaan dengan Guru spiritual dunia seperti YM Dalai Lama, YA Thich Nhat Hanh serta Profesor Karen Armstrong, serta olah meditasi yang panjang.

Kendati pernah memimpin perusahaan dengan ribuan karyawan, terbang ke beberapa negara untuk tujuan mengajar, tapi semua itu ditinggalkan karena dipanggil oleh bom Bali di tahun 2002. Sejak beberapa tahun lalu beliau bahkan tidak pernah meninggalkan Bali, sekali-sekali saja keluar dari keheningan hutan untuk mengajar di tempat-tempat suci di Bali.

Silahkan Berkomentar

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.