Kedamaian

Liburan yang sesungguhnya

Ditulis oleh Gede Prama

Tatkala diwawancarai oleh penerbit Karaniya Wisdom melalui Zoom, moderatornya bertanya: “Jika ada liburan yang sesungguhnya, apakah ada liburan yang palsu?”. Liburan yang palsu terjadi ketika tubuh ada di tempat liburan, tapi pikiran terus menerus gagal berlibur. Bali dibandingkan dengan Hawai. Jepang dibandingkan dengan Swis.

Serta selalu mengira, tempat lainlah yang lebih indah dibandingkan tempat yang dikunjungi sekarang. Akibatnya, liburan tidak menambah energi di dalam, tapi ikut membocorkan energi di dalam. Makanya, tidak sedikit muka yang terlihat lelah dan gelisah, bahkan di tempat-tempat libur yang paling indah. Kuncinya sebenarnya ada di pikiran.

Sedangkan liburan yang sesungguhnya bebas dari pembandingan. Seseorang sepenuhnya istirahat di saat ini. Bali tidak dibandingkan dengan Hawai. Jepang tidak dibandingkan dengan Swis. Hanya menyatu rapi dengan saat ini. Saat sarapan pagi, menyatu yang rapi dengan sarapan pagi. Andaikan mengalami kesialan, menyatulah dengan kesialan yang sedang terjadi.

Dalam bahasa seorang Zen master: “Every day is a journey. And the journey itself is home”. Setiap hari menjadi perjalanan indah. Dan perjalanan itulah rumah. Sekaligus, itulah yang disebut dengan meditasi 24 jam sehari. Sebagaimana kerap dibagikan di sesi bimbingan meditasi, meditasi tidak sibuk membuang yang negatif serta menggenggam yang positif. Hanya istirahat di saat ini.

Sebagian adik-adik yang masih muda melihat kehidupan sebagai sebuah pertempuran. Maklum, namanya juga masih muda. Kita juga seperti itu ketika muda dulu. Jika Anda masih bertumbuh di tingkat ini, endapkan pesan ini: “If you can stay positive in negative situation, you win”. Bila Anda bisa tetap positif-holistik di lingkungan yang negatif, Anda adalah pemenang yang sesungguhnya.

Sebagian orang yang mulai dewasa melihat kehidupan sebagai pendakian menuju puncak kesejahteraan. Bila para sahabat bertumbuh di tingkat ini, ini nutrisi spiritual yang indah untuk Anda: “Acknowledge the good in you is the foundation of abundance”. Begitu Anda mengakui ada hal indah di dalam diri, Anda sedang membangun fondasi kuat menuju kesejahteraan.

Jiwa-jiwa dewasa dan bercahaya lain lagi, hidup bukan sebuah pencarian. Hidup adalah sebuah perjumpaan dengan ke-u-Tuhan (whole). Dalam bahasa Neale Donald Walsch penulis buku Conversation with God: “One purpose of life is to experience the fullest glory of who you are”. Tujuan kehidupan adalah bersentuhan langsung dengan diri Anda apa adanya (baca: ke-u-Tuhan).

Sesampai di sini, para sahabat bisa mengucapkan selamat tinggal pada liburan yang palsu. Bisa mengalami liburan sesungguhnya setiap hari. Begitu seseorang bebas dari pebandingan, bebas dari persaingan berlebihan, kemudian istirahat di saat ini apa adanya, setiap hari bisa menjadi hari libur. Dalam bahasa pesan di perayaan Compassion Day 2 maret 2021: “Surrender to wholeness”.

Sebagaimana alam tidak bisa membuang sang malam, sebagaimana samudera tidak bisa membuang gelombang, sebagaimana mawar tidak bisa membuang duri, manusia tidak bisa membuang kematian dari kehidupan, tidak bisa memisahkan kesedihan dengan kebahagiaan. Keduanya adalah tarian kesempurnaan yang sama. Selamat datang di rumah jiwa-jiwa yang indah.

Keterangan foto: Guruji bersama Ibu di sebuah tempat yang dirahasiakan

Tentang Penulis

Gede Prama

Gede Prama memulai perjalanan spiritual dengan berdialog bersama Guru simbolik di sebuah desa di Bali Utara. Ini kemudian diperkaya dengan sekolah ke luar negeri, perjumpaan dengan Guru spiritual dunia seperti YM Dalai Lama, YA Thich Nhat Hanh serta Profesor Karen Armstrong, serta olah meditasi yang panjang.

Kendati pernah memimpin perusahaan dengan ribuan karyawan, terbang ke beberapa negara untuk tujuan mengajar, tapi semua itu ditinggalkan karena dipanggil oleh bom Bali di tahun 2002. Sejak beberapa tahun lalu beliau bahkan tidak pernah meninggalkan Bali, sekali-sekali saja keluar dari keheningan hutan untuk mengajar di tempat-tempat suci di Bali.

Silahkan Berkomentar

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.