Kedamaian

Sekuntum Mawar Indah untuk Virus Corona

Ditulis oleh Gede Prama

Setelah ditunggu oleh jutaan pengikutnya berhari-hari untuk siap demonstrasi melawan Inggris, Mahatma Gandhi begitu selesai meditasi langsung turun memimpin demonstrasi. Salah satu orang dekatnya bertanya kenapa meditasinya demikian lama, pria kurus tanpa rambut ini menjawab: “Tidak boleh ada kemarahan dalam setiap perjuangan”. Ujungnya, Inggris harus angkat kaki dari India.

Di tengah lautan yang menakutkan, Lama Atisha didatangi oleh mahluk menakutkan. Dengan tenang Bhiksu Buddha ini menjumpai mahluk ini dengan pesan seperti ini, jika Ibu haus darah saya boleh diminum. Jika Ibu lapar daging dan tulang saya boleh dimakan. Anehnya, mahluk menakutkan ini Namaskara (hormat secara sangat mendalam) di depan kaki Lama Atisha.

Inti ceritanya, di jalan belas kasih (compassion), begitu seseorang memancarkan belas kasih pada pihak mana pun yang berpotensi mencelakakan, tidak saja mungkin sehat selamat, bahkan pihak yang menyerang pun bisa menghormat. Untuk itu, sahabat-sahabat dekat dimohon dengan hormat untuk merenungkan berkah-berkah yang dibawa oleh virus corona pada umat manusia setiap hari.

  1. Untuk orang biasa, virus corona telah membawa berkah-berkah indah seperti berikut ini:
    • Virus corona telah mendekatkan manusia dengan keluarga. Dan keluarga adalah payung terindah di zaman ini
    • Virus corona telah membuat banyak manusia bekerja secara jauh lebih mudah. Tanpa perlu meninggalkan rumah
    • Virus corona telah membuat udara lebih bersih, langit lebih jernih, lubang ozon tertutup secara rapi
    • Virus corona membuat kehidupan jadi lebih mudah, karena banyak kegiatan dilakukan secara on line
    • Virus corona telah membuat manusia lebih menghargai kesehatan. Hidup secara lebih higenis
  2. Untuk jiwa-jiwa bercahaya, virus corona telah membawa berkah-berkah indah sepert ini:
    • Virus corona telah mendekatkan banyak manusia dengan Tuhan. Khususnya karena banyak sekali doa yang telah dipanjatkan
    • Virus corona memaksa banyak pencari untuk mendekati gerbang ke-u-Tuhan (di mana ada kelahiran, di sana ada kematian)
    • Virus corona membuat banyak ajaran suci jadi membadan secara lebih sempurna di dalam
    • Virus corona telah membuat manusia jadi menghargai kehidupan secara jauh lebih mendalam
    • Virus corona telah membantu banyak manusia menemukan ikigai (reason for living) masing-masing

Pada saat yang sama, titip ke para sahabat dekat untuk tidak menulis, tidak berbicara maupun bertindak tidak positif tentang virus corona. Dalam bahasa iptek (ilmu pengetahuan dan teknologi), ini salah satu dari kekuatan self-organizing universe. Cara semesta mengorganisir dirinya. Dan alam terlalu besar untuk dilawan manusia. Pilihan terbaik adalah melakukan penyelarasan.

Photo by Anna Pavlin on unsplash

Tentang Penulis

Gede Prama

Gede Prama memulai perjalanan spiritual dengan berdialog bersama Guru simbolik di sebuah desa di Bali Utara. Ini kemudian diperkaya dengan sekolah ke luar negeri, perjumpaan dengan Guru spiritual dunia seperti YM Dalai Lama, YA Thich Nhat Hanh serta Profesor Karen Armstrong, serta olah meditasi yang panjang.

Kendati pernah memimpin perusahaan dengan ribuan karyawan, terbang ke beberapa negara untuk tujuan mengajar, tapi semua itu ditinggalkan karena dipanggil oleh bom Bali di tahun 2002. Sejak beberapa tahun lalu beliau bahkan tidak pernah meninggalkan Bali, sekali-sekali saja keluar dari keheningan hutan untuk mengajar di tempat-tempat suci di Bali.

Silahkan Berkomentar

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.