Kedamaian

Cahaya Pelindung untuk Para Sahabat

Ditulis oleh Gede Prama

Perjalanan manusia digoda corona tampaknya masih panjang. Dibekali niat baik agar para sahabat sehat selamat, sekaligus agar rasa sakit Guruji menjadi perisai pelindung bagi para sahabat dekat, berikut sejumlah renungan agar para sahabat selalu dalam lindungan Cahaya:

  1. Selalu ingat menjaga diri dengan kekebalan tubuh. Nutrisi fisik adalah sayur (buah) bervariasi, nutrisi mental bernama kebahagiaan, nutrisi spiritual adalah kedamaian
  2. Minimalkan kebocoran energi melalui pikiran. Khususnya dengan selalu melihat semuanya secara positif-holistik. Setidaknya menjauh secara sopan dari lingkungan yang beracun
  3. Karena paru-paru adalah organ pertama yg mungkin kena serang, rawat ia seindah-indahnya. Setidaknya dg bernafas dalam-dalam melalui hidung, keluarkan melalui bibir yang bersiul
  4. Sakit paru-paru membawa pesan, tingkatkan kualitas keterhubungan. Yang disarankan, satukan ritme alam di dalam dengan ritme alam di luar. Ini kekuatan penjaga yang sangat besar
  5. Praktisnya, alam bekerja optimal di siang hari, demikian juga dg sistim pencernaan tubuh. Untuk itu, makanlah yg banyak di pagi hari. Usahakan tidak makan di malam hari. Agar alam luar yg istirahat, diikuti alam di dalam yg juga istirahat. Tidak kebetulan jika sistim di dalam tubuh yg bekerja maksimal di malam hari adalah detox (pembersihan diri). Itu mungkin terjadi jika tubuh sepenuhnya istirahat
  6. Penyakit adalah sejenis kegelapan. Ia secara alami menjauh jika hadir Cahaya. Di zaman ini, Cahaya indah yang sangat dirindukan adalah Tuhan sebagai keindahan
  7. Agar berjumpa Tuhan jenis ini, sering-seringlah menulis (memikirkan, menceritakan pada orang dekat) hal-hal yang layak disyukuri. Dari tubuh sehat sampai keluarga yang selamat
  8. Selalu ada hal yang layak disyukuri bahkan di balik masalah sekali pun. Setidaknya masalah memberi tahu tentang hal-hal yang tidak perlu diulangi. Ia juga membuat jiwa semakin dewasa
  9. Karena keramaian berisi banyak bahaya, cepat belajar menemukan keindahan kesendirian. Penerimaan diri, rasa berkecukupan, senyuman adalah sebagian sahabat dalam hal ini
  10. Karena di balik setiap ancaman ada peluang, temukan peluang spiritual di balik krisis ini. Dari merawat keluarga, banyak berdoa, melakukan ziarah ke dalam diri, sampai belajar meditasi
  11. Saat sendiri khususnya, ini mantranya: “Ignorance made mistakes, but wisdom will pay it back”. Ketidaktahuan di usia muda khususnya memang membuat manusia melakukan banyak kesalahan. Tapi jangan khawatir kebijaksanaan akan membayarnya. Kebijaksanaan mirip ruang. Untuk itu, saat memori buruk datang, berikan ia ruang. Sambil sadari sifatnya yang muncul-lenyap.

Photo courtesy: Twitter

Tentang Penulis

Gede Prama

Gede Prama memulai perjalanan spiritual dengan berdialog bersama Guru simbolik di sebuah desa di Bali Utara. Ini kemudian diperkaya dengan sekolah ke luar negeri, perjumpaan dengan Guru spiritual dunia seperti YM Dalai Lama, YA Thich Nhat Hanh serta Profesor Karen Armstrong, serta olah meditasi yang panjang.

Kendati pernah memimpin perusahaan dengan ribuan karyawan, terbang ke beberapa negara untuk tujuan mengajar, tapi semua itu ditinggalkan karena dipanggil oleh bom Bali di tahun 2002. Sejak beberapa tahun lalu beliau bahkan tidak pernah meninggalkan Bali, sekali-sekali saja keluar dari keheningan hutan untuk mengajar di tempat-tempat suci di Bali.

Silahkan Berkomentar

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.