Kedamaian

Kerinduan jiwa akan Cahaya…

Ditulis oleh Gede Prama

Hidup penuh dengan tanda-tanda…
Sedihnya sedikit yang mau membacanya…
Sehingga banyak jiwa kehilangan Cahaya…
Menjadi dewasa anak-anakku tercinta…
Serupa bunga indah yang rindu akan Cahaya…
Awalnya ia membakar seperti membawa bahaya…
Nantinya ia membuat jiwa mekar menuju Cahaya…
Merunduk hormatlah pada rasa sakit anak-anakku tercinta…
Rasa sakit adalah jendela tempat masuknya Sang Cahaya…

***) Puisi ini ditulis pagi ini sebagai hadiah ulang tahun yang ke 17 pada keponakan Guruji Omang. Omang adalah reinkarnasi Ibu kandung Guruji di hidup ini. Omang sekarang sudah menjadi gadis cantik, siswi di SMUN1 Singaraja Bali.

Tentang Penulis

Gede Prama

Gede Prama memulai perjalanan spiritual dengan berdialog bersama Guru simbolik di sebuah desa di Bali Utara. Ini kemudian diperkaya dengan sekolah ke luar negeri, perjumpaan dengan Guru spiritual dunia seperti YM Dalai Lama, YA Thich Nhat Hanh serta Profesor Karen Armstrong, serta olah meditasi yang panjang.

Kendati pernah memimpin perusahaan dengan ribuan karyawan, terbang ke beberapa negara untuk tujuan mengajar, tapi semua itu ditinggalkan karena dipanggil oleh bom Bali di tahun 2002. Sejak beberapa tahun lalu beliau bahkan tidak pernah meninggalkan Bali, sekali-sekali saja keluar dari keheningan hutan untuk mengajar di tempat-tempat suci di Bali.

Silahkan Berkomentar

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.