Kedamaian

Berita Super Gembira

Ditulis oleh Gede Prama

Sore ini begitu selesai berdoa panjang di secret temple di Ashram, bersama sejumlah anggota keluarga dekat Compassion, tiba-tiba bulan dikelilingi lingkaran sempurna. Di Timur ia disebut Mandala (kesempurnaan). Sulit menerangkan kesempurnaan dengan bahasa manusia yang penuh dengan ketidaksempurnaan. Semakin banyak kata-kata yang digunakan, semakin jauh kesempurnaan.

Makanya para mistikus di berbagai agama cenderung tidak buka mulut dalam hal ini. Kalau pun ada yang bicara, bahasanya sangat puitis. Perhatikan pesan Rumi: “Silence is the only language of God. The rest is only poor translation”. Lao Tzu berpesan: “Ia yang mengerti tidak bicara, ia yang bicara tidak mengerti”. Tetua Bali menyebutnya Hyang Embang (the ultimate silence).

Dalam spirit yang sama, Buddha pernah hening bening sambil memegang bunga lotus di depan ribuan Bhiksu, yang sudah siap mendengarkan ceramah. Makna kekiniannya, berdoa tidak berdoa, meditasi tidak meditasi, kehidupan akan terus berisi gelombang. Jika jiwa berbahaya diguncang oleh gelombang, jiwa bercahaya berselancar di atas gelombang.

Papan selancarnya bernama senyuman. Sesampai di sini, kehidupan bukannya hambar dan datar. Melainkan ditandai oleh banyak bunga yang mekar. Sebagaimana sifat alami air yang basah, sebagaimana sifat alami bunga yang indah, sifat alami jiwa-jiwa yang hening-bening selalu rindu untuk berbagi hal-hal yang indah. Semoga semua mahluk berbahagia.

Foto diambil oleh keluarga spiritual Compassion yang ikut berdoa sore ini di secret temple di Ashram Avalokiteshvara tempat Guruji bermukim di perbukitan di Bali Utara

Tentang Penulis

Gede Prama

Gede Prama memulai perjalanan spiritual dengan berdialog bersama Guru simbolik di sebuah desa di Bali Utara. Ini kemudian diperkaya dengan sekolah ke luar negeri, perjumpaan dengan Guru spiritual dunia seperti YM Dalai Lama, YA Thich Nhat Hanh serta Profesor Karen Armstrong, serta olah meditasi yang panjang.

Kendati pernah memimpin perusahaan dengan ribuan karyawan, terbang ke beberapa negara untuk tujuan mengajar, tapi semua itu ditinggalkan karena dipanggil oleh bom Bali di tahun 2002. Sejak beberapa tahun lalu beliau bahkan tidak pernah meninggalkan Bali, sekali-sekali saja keluar dari keheningan hutan untuk mengajar di tempat-tempat suci di Bali.

Silahkan Berkomentar

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.