Kedamaian

Warta Keluarga “Super Dekat” Compassion: The Road Less travelled

Ditulis oleh Gede Prama

Semua pembawa Cahaya lahir membawa energi penyeimbang. Saat India demikian gelap oleh kelicikan, lahir Mahatma Gandhi yang tulus sekali. Ketika Afrika Selatan demikian keruh oleh kemarahan, lahir Nelson Mandela bersama energi indah memaafkan. Saat nyaris semua manusia mau untung, lahir YMM Dalai Lama bersama ajaran Compassion. Yang bahagia di tengah penderitaan.

Didorong oleh niat kecil untuk berbagi energi penyeimbang di alam ini, di putaran waktu ini dunia riuh sekali. Kalau tidak mau dikatakan keruh. Untuk itulah, 2 minggu ke depan (dari 7/11 sampai 24/11) Guruji akan pamit dari para sahabat di medsos. Karena mau hening sebentar. Jika dibandingkan Guru-Guru Tibet, 2 minggu itu sangat pendek.

Karena Guru-Guru Tibet kalau hening 3 tahun. Itu pun di ruang gelap tanpa Cahaya. Hanya boleh keluar saat makan, minum dan BAB (kencing) saja. Para sahabat akan dilayani oleh admin melalui pesan-pesan lama yang akan dipublish ulang. Anda yang bertumbuh di akun FB Genta Perdamaian titip membaca pesan harian di akun FB Gede Prama’s Compassion. Yang dilakukan admin.

Jalan seperti ini kadang ada yang menyebutnya “ego suicide mission”. Ada juga yang menyebutnya “die before die”. Gurunya belajar wafat, muridnya juga belajar melihat Gurunya wafat. Terutama karena “death is the best moment to teach”. Makanya harus dilatih. Di jalan ini, pelayanan terbaik adalah “perfect enlightenment”. Begitu pencerahan sempurna terjadi, banyak penderitaan yang berkurang.

Semoga semua mahluk berbahagia.

Keterangan foto: Beberapa jalan setapak di Ashram. Di mana Guruji akan hening 2 minggu ke depan

Tentang Penulis

Gede Prama

Gede Prama memulai perjalanan spiritual dengan berdialog bersama Guru simbolik di sebuah desa di Bali Utara. Ini kemudian diperkaya dengan sekolah ke luar negeri, perjumpaan dengan Guru spiritual dunia seperti YM Dalai Lama, YA Thich Nhat Hanh serta Profesor Karen Armstrong, serta olah meditasi yang panjang.

Kendati pernah memimpin perusahaan dengan ribuan karyawan, terbang ke beberapa negara untuk tujuan mengajar, tapi semua itu ditinggalkan karena dipanggil oleh bom Bali di tahun 2002. Sejak beberapa tahun lalu beliau bahkan tidak pernah meninggalkan Bali, sekali-sekali saja keluar dari keheningan hutan untuk mengajar di tempat-tempat suci di Bali.

Silahkan Berkomentar

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.