Kedamaian

A Millionaire in Happiness

Ditulis oleh Gede Prama

Sebelum seseorang mencintai binatang secara mendalam, selama itu juga jiwanya belum disentuh oleh cinta kasih secara mendalam.

Itu pesan pembukaan di situs youtube https://youtu.be/Ag0__d-wADQ Green Renaissance yg bercerita tentang seorang jutawan di bidang kebahagiaan.

Yg menarik, pria kaya ini juga gundul seperti Guruji. Memiliki banyak sekali binatang peliharaan. Binatang peliharannya memancarkan rasa bahagia dan rasa syukur yg sangat mendalam.

Guruji sangat tersentuh menonton film ini semalam. Terutama karena telah melaksanakannya selama bertahun-tahun. Burung-burung liar tiap hari dikasi makan di Ashram.

Yg makan beras disediakan beras, yg suka buah disediakan buah tiap hari. Burung merpatinya bahkan manja sekali. Begitu Guruji turun, keduanya mendekat dan tentu saja dikasi makan.

Ikan-ikan yg semuanya berwarna merah muda lambang cinta kasih, juga dikasi makan setiap hari. Baru semalam mengerti penjelasannya lebih dalam.

Binatang dan pepohonan ada di sini tidak utk dilukai, tapi ada di sini utk dicintai. Anehnya, semakin banyak mereka disayangi, semakin kaya rasanya jiwa di dalam.

Itu sebabnya, keluarga dekat Compassion seperti pak Sudharmin, Merike, Anton, Bu Rina, Om Tian, pak Adi Wiryawan, Dr. Nyoman Ariana, dr. Eka Imbawan, Kadek Optimis, Gung Tut, Wayan Mina, Jero Weda, Jero Songan dll sudah lama dibimbing dg pesan begini.

“Sudah cukup belajar dari apa-apa yg diucapkan. Mulailah belajar dari apa-apa yg tidak diucapkan”, serangkaian cara belajar yg jauh lebih dalam.

Di putaran waktu ini, orang yg bisa bicara dg kata-kata indah ada banyak sekali. Tapi Guru yg berbagi Cahaya dg keteladanan indah, itu yg jarang sekali.

Sebagai persiapan utk melayani kembali di Vihara mulai Juli 2022, titip teman-teman dekat, mengendapkan pesan ini sebaik-baiknya dan sedalam-dalamnya.

“Kata-kata Guruji nomer dua. Tapi sikap kita pada orang-orang yg mau datang utk dilayani, itu yg nomer satu”. Meminjam sebuah pesan tua: “Attitude is a little thing that makes a BIG difference”.

Keterangan foto: Burung merpati, ikan, serta padi yg mulai tumbuh di sawah di Ashram. Padinya selalu dipanen oleh burung-burung liar. Di sawah bahkan ada sepasang patung Buddha yg mendoakan agar burung yg makan di Ashram nanti lahir jadi manusia, di keluarga berkecukupan, tertarik belajar Dharma dan berjumpa Guru sejati.

Tentang Penulis

Gede Prama

Gede Prama memulai perjalanan spiritual dengan berdialog bersama Guru simbolik di sebuah desa di Bali Utara. Ini kemudian diperkaya dengan sekolah ke luar negeri, perjumpaan dengan Guru spiritual dunia seperti YM Dalai Lama, YA Thich Nhat Hanh serta Profesor Karen Armstrong, serta olah meditasi yang panjang.

Kendati pernah memimpin perusahaan dengan ribuan karyawan, terbang ke beberapa negara untuk tujuan mengajar, tapi semua itu ditinggalkan karena dipanggil oleh bom Bali di tahun 2002. Sejak beberapa tahun lalu beliau bahkan tidak pernah meninggalkan Bali, sekali-sekali saja keluar dari keheningan hutan untuk mengajar di tempat-tempat suci di Bali.

Silahkan Berkomentar

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.