Kedamaian

Kekayaan yg tidak bisa dibeli dg uang

Ditulis oleh Gede Prama

“Takala bersyukur, Anda sedang mewartakan ke otak bahwa semuanya baik. Sehingga otak melepaskan lebih sedikit racun, sekaligus lebih banyak obat”.

Itu kesimpulan yg sering terbaca di jurnal neuro-science (otak). Sekarang mari menyirami benih-benih rasa syukur di dalam. Tentu agar sehat selamat.

Salah satu ciri khas keluarga Compassion, keluarga dekat kami sangat beragam. Dari yg naik mobil mewah, sampai ia yg senyumannya sangat indah.

Yg naik mobil mewah merawat tubuh fisik Guruji, yg senyumannya sangat indah merawat tubuh spiritual Guruji. Keduanya diperlukan secara seimbang.

Dan salah satu keluarga dekat Compassion yg senyumannya sangat indah adalah pak Wayan Pustaka (di FB namanya Putu Darsana). Ia tersenyum dari dalam.

Senyuman pak Wayan bercerita melalui tindakan, kebahagiaan adalah sahabat karibnya kesederhanaan. Makanya video terlampir sangat inspiratif.

Terutama karena bercerita tentang seorang manusia yg menyatu sangat rapi dg panggilan alaminya sebagai bengkel sepeda. Sekali lagi, menyatu rapi penuh harmoni.

Jika jiwa-jiwa gelisah terus menunggu sampai hidupnya komplit baru harmoni, orang seperti pak Wayan prinsipnya lain: “Piece is enough”.

Tidak perlu menunggu pecahan-pecahan piring kehidupan menyatu kembali (baca: keinginan terpenuhi), diberkahi salah satu pecahan sudah sangat bersyukur.

Pencari seperti pak Wayan di dalam hatinya ditulis pesan suci seperti ini: “Less is more”. Semakin sedikit seseorang memiliki kekayaan material, semakin sedikit juga rasa takut kehilangan. Alias kaya secara spiritual.

Ajakannya utk sahabat dekat, yg belum punya anak laki-laki tidak perlu menunggu punya anak laki-laki baru bahagia. Berbahagialah dg anak yg telah ada.

Yg belum kaya dan terkenal, tidak perlu menunggu kaya dan terkenal baru bahagia. Berbahagialah dg ketidakterkenalan Anda. Tidak terkenal itu mewah. Bisa duduk dan makan di mana saja tanpa dihantui ini itu.

Yg tubuhnya belum sembuh, tidak perlu menunggu sampai sembuh betul baru bahagia. Berbahagialah bersama rasa sakit yg ada. Ingat, penyakit adalah malaikat yg menyamar.

Yg punya anak berkebutuhan khusus, tidak perlu menunggu anaknya sembuh baru bahagia. Berbahagialah bersama anak berkebutuhan khusus. Ia malaikat super cantik yg tidak bersayap.

Di atas semuanya, begitu menyatu penuh harmoni dg panggilan alami, Anda langsung memiliki sejumlah kekayaan yg tidak bisa dibeli oleh uang.

Bahkan orang terkaya dunia seperti Bill Gates pun belum tentu memilikinya. Ini sebagian kekayaan yg tidak bisa dibeli dg uang.

Uang bisa membeli baju indah, tapi tidak bisa membeli senyuman indah. Uang bisa membeli rumah megah, tapi tidak bisa membeli rumah yg bikin betah.

Uang bisa membeli pujian, tapi tidak bisa membeli kesetiaan. Uang bisa membeli liburan yg wah, tapi tidak bisa membeli keluarga yg tertawanya renyah.

Semoga semua mahluk berbahagia. Semoga semua mahluk berbahagia. Semoga semua mahluk berbahagia. Semoga semua mahluk berbahagia.

Video: Pak Putu Darsana (Wayan Pustaka) sedang menyatu penuh harmoni dg panggilan hidupnya sebagai bengkel sepeda. Video dirapikan oleh kepala urusan rumah tangga Ashram Kadek Optimis

Tentang Penulis

Gede Prama

Gede Prama memulai perjalanan spiritual dengan berdialog bersama Guru simbolik di sebuah desa di Bali Utara. Ini kemudian diperkaya dengan sekolah ke luar negeri, perjumpaan dengan Guru spiritual dunia seperti YM Dalai Lama, YA Thich Nhat Hanh serta Profesor Karen Armstrong, serta olah meditasi yang panjang.

Kendati pernah memimpin perusahaan dengan ribuan karyawan, terbang ke beberapa negara untuk tujuan mengajar, tapi semua itu ditinggalkan karena dipanggil oleh bom Bali di tahun 2002. Sejak beberapa tahun lalu beliau bahkan tidak pernah meninggalkan Bali, sekali-sekali saja keluar dari keheningan hutan untuk mengajar di tempat-tempat suci di Bali.

Silahkan Berkomentar

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.