Kedamaian

Tips praktis meningkatkan vibrasi

Ditulis oleh Gede Prama

Menyegarkan ingatan para sahabat, penyakit dan rasa sakit bervibrasi di bawah 100. Bila Anda bervibrasi di tingkat lebih tinggi, kemungkinan sehat selamatnya jauh lebih tinggi.

Bahkan spirit di lingkungan sekitar pun akan berterimakasih, bahkan ikut menjaga Anda. Berikut beberapa tips praktis agar vibrasi Anda menaik.Pertama, radically accept yourself and heal your shadow. Belajar menerima diri tanpa syarat apa-apa. Kemudian bayangan buruk yg mengikuti akan tersembuhkan.

Sahabat yg sakit begini sakit begitu di sesi meditasi bercerita, nyaris semua tidak berhasil menerima diri dan hidupnya. Kemudian diikuti oleh “bayangan” ke mana ia pergi.

Dari bayangan takut akan kematian, takut ditinggal pasangan, sampai takut jatuh miskin. Akibatnya mudah ditebak, yg bersangkutan tidak sehat luar dan dalam.

Agar vibrasinya naik, segelap dan seburuk apa pun masa lalu, belajar menerimanya. Caranya, lihat ia sebagai sumber pelajaran, bukan hukuman.Kalau pun masih tersisa hal-hal yg kurang sempurna, ia mirip durinya mawar. Duri ada di sini utk menjaga mawar. Durilah yg membuat mawar jadi sempurna.

Kedua, karena kata-kata tidak saja jembatan ke luar, tapi juga alat mencipta ke dalam, hati-hati dg pilihan kata. Contohnya, ganti kata “saya benci” menjadi “saya cinta”.

Saat hujan misalnya, tidak perlu memperkotor vibrasi dg kata “saya benci hujan”. Ganti ia menjadi, syukur ada hujan. Lingkungan jadi lebih sejuk.

Tatkala pasangan cerewet, vibrasi di dalam akan turun jika menggunakan kata “saya benci orang cerewet”. Ganti ia menjadi guru kesabaran.

Ketiga, bijaksanalah dalam memberikan judul pada pihak lain di luar. Tetua Bali mengganti nama tikus menjadi jero ketut, tetua di Jawa menyebutnya den bagus.

Saat melihat pria tidak berambut, kurangi mengotori vibrasi di dalam dg sebutan botak, apa lagi stres. Mungkin ia banyak belajar di usia muda. Sedang bertumbuh menjadi orang bijaksana.

Pesan terpenting di balik ini, judul yg diberikan pada pihak luar secara signifikan mempengaruhi vibrasi di dalam. Jika judulnya relatif positif, vibrasi di dalam menaik.

Keempat, senyuman bukan soal sederhana. Lebih-lebih bila bisa membuat mata tersenyum, hati tersenyum, pikiran tersenyum, bahkan tiap sel dalam tubuh pun diajak tersenyum.

Ia berpengaruh besar pada vibrasi di dalam. Tiap sahabat yg senyumannya dalam mengerti, ada banyak kegelapan di dalam yg berlalu begitu Anda tersenyum.

Kelima, karena pikiran hanya salah satu kecerdasan di dalam, bukan satu-satunya, kembangkan kecerdasan lain. Salah satunya intuisi. Kadang disebut indera ke enam. Ada yg menyebutnya cosmic intelligence.

Dan intuisi datang tidak melalui kata-kata di kepala. Tapi pengalaman “aha” (aha moment) yg terasa di sekitar hati dan dada pada umumnya.

Dalam pengalaman pribadi Guruji, ia sering membuat diri di dalam bergumam: “Oh ternyata…”. Dan sering muncul saat otak berada di gelombang theta (menjelang tidur, atau baru bangun).

Begitu vibrasi Anda naik, tidak saja Anda sehat, lingkungan dekat seperti keluarga pun ikut sehat. Semoga semua mahluk berbahagia.

Foto: Setelah bertahun-tahun tidak pernah ke Pura, dua hari lalu Guruji doa di Pura Dalem. Anehnya, Ibu (istri Guruji) menangis terharu sekali (kerauhan bahasa Balinya). Kemudian minta katanya spirit di tempat itu rindu, minta difoto bersama Guruji. Entah ada hubungannya atau tidak, malam itu juga jam 21:35 ada gempa di Bali. Titik pusatnya di Karangasem Bali

Tentang Penulis

Gede Prama

Gede Prama memulai perjalanan spiritual dengan berdialog bersama Guru simbolik di sebuah desa di Bali Utara. Ini kemudian diperkaya dengan sekolah ke luar negeri, perjumpaan dengan Guru spiritual dunia seperti YM Dalai Lama, YA Thich Nhat Hanh serta Profesor Karen Armstrong, serta olah meditasi yang panjang.

Kendati pernah memimpin perusahaan dengan ribuan karyawan, terbang ke beberapa negara untuk tujuan mengajar, tapi semua itu ditinggalkan karena dipanggil oleh bom Bali di tahun 2002. Sejak beberapa tahun lalu beliau bahkan tidak pernah meninggalkan Bali, sekali-sekali saja keluar dari keheningan hutan untuk mengajar di tempat-tempat suci di Bali.

Silahkan Berkomentar

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.