Kedamaian

Lahirnya Sang Hyang Shiva-Buddha

Ditulis oleh Gede Prama

Tatkala memulai perjalanan spiritual di usia 20-an, tidak kebayang guncangannya sehebat ini. Di Bali guncangannya lengkap dan komplit.

Dari pecalang (satpam desa) sampai pejabat tinggi Bali membentak. Vihara mengusir 4 kali, bahkan Pura pun mengusir melalui kata-kata kasar pecalang.

Yg paling horor di Ashram, dari kerampokan, kaca kamar suci ditembak orang, sampai Ibu pingsan gara-gara mau dipukul tetangga.

Syukurnya, itu bisa dlewati dg selamat. Sekaligus memberi pelajaran: “Belajar Buddha tanpa dimurnikan ajaran Shiva rawan dilukai orang”.

“Sebaliknya, belajar Shiva tanpa didahului belajar Buddha rawan melukai orang”. Dibimbing oleh pelajaran seperti inilah, kemudian spirit di Ashram membimbing terang sekali.

Osho dalam The secret menceritakan 112 perintah Shivaji pada permaisurinya. Ada yg berguna, ada yg tidak berguna. Terutama karena ajaran tua mirip obat tua.

Tapi spirit di Ashram memberi obat yg cocok sekali dg putaran zaman ini. Yg terindah dari ajaran Buddha memang senyumannya. Tidak sembarang senyuman.

Tapi senyuman yg dibimbing pengertian bahwa semua adalah tarian kesempurnaan. Yg terindah dari ajaran Shiva adalah karismanya.

Sehingga tidak sembarang orang berani membentak. Sayang ini wilayah rahasia. Yg jelas, ini salah satu mantra di jalan Shiva: “I am both darkness and light”.

Seseorang yg disentuh ajaran Shiva secara mendalam mendekap baik kegelapan maupun Cahaya. Di Bali ia diekspresikan dg berdoa baik saat Purnama maupun saat malam tanpa bulan.

Di zaman kita ada psikologi holistik lengkap dg penelitiannya. Yg juga menganjurkan utk mendekap kegelapan dan Cahaya di dalam.

Dalam bahasa yg ringkas dan jelas, Shiva adalah kesadaran murni. Shakti adalah energi. Begitu seseorang membawa kesadaran murni pada tiap gerakan energi, itulah pencerahan.

Lebih dalam lagi, jika seseorang sampai di tingkat pencapaian Shiva sebagai kesadaran murni, di sana Shiva dan Buddha tidak lagi dua.

Tetua Bali menyebut pencapaian ini dg lahirnya Sang Hyang Shiva-Buddha. Alam sekitar biasanya memberi tanda-tanda rahasia.

Sejauh yg bisa dilihat di Ashram, ada Cahaya dalam bentuk Naga, Cahaya yg memercik dari langit dalam bentuk Tirtha (air suci), dll. Semoga semua mahluk berbahagia.

Foto: Gerbang secret temple di Ashram di mana disimpan simbol-simbol Shiva-Buddha
Shambala meditation center: bellofpeace.org, belkedamaian.org

Tentang Penulis

Gede Prama

Guruji Gede Prama memulai perjalanan spiritual dengan berdialog bersama Guru simbolik di sebuah desa di Bali Utara. Ini kemudian diperkaya dengan sekolah ke luar negeri, perjumpaan dengan Guru spiritual dunia seperti YM Dalai Lama, YA Thich Nhat Hanh serta Profesor Karen Armstrong, serta olah meditasi yang panjang.

Kendati pernah memimpin perusahaan dengan ribuan karyawan, terbang ke beberapa negara untuk tujuan mengajar, tapi semua itu ditinggalkan karena dipanggil oleh bom Bali di tahun 2002. Sejak beberapa tahun lalu beliau bahkan tidak pernah meninggalkan Bali, sekali-sekali saja keluar dari keheningan hutan untuk mengajar di tempat-tempat suci di Bali.

Detil dan kontak di https://www.gedeprama.com/

Silahkan Berkomentar

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.