Kedamaian

Perjalanan menemukan Shiva di dalam…

Ditulis oleh Gede Prama

Malam ini malam Shiva. Sebuah malam sakral bagi pencari-pencari yg dalam mengagumkan. Seperti mendaki puncak gunung, tiap orang cara sampainya unik-unik.

Tidak bisa dibandingkan. Sehingga jika ada yg menapaki jalan berbeda, mari belajar saling menghormati. Jalan keluarga Compassion unik.

Awalnya menapaki jalannya Buddha. Banyak berkah di sana. Belakangan mengalami hal-hal berbahaya. Termasuk bisa kehilangan nyawa.

Di sana terdengar pesan: “Belajar Buddha tanpa belajar Shiva rawan dilukai orang. Belajar Shiva tanpa belajar Buddha rawan melukai orang”.

Oleh karena itulah, kami mulai disentuh oleh ajaran Shiva. Jalannya pun sangat rahasia. Berkahnya juga berlimpah.

Catatannya, sama dg belajar di sekolah, di tingkat yg berbeda makna yg diperoleh berbeda. Di jalan Shiva ada mantra begini: “I am both darkness and light”.

Dg kata lain, jalan Shiva relatif komplit, ada kegelapan ada Cahaya. Apa yg dijumpai seseorang tergantung pada kualitas seseorang di dalam.

Di keluarga Compassion pernah terlihat, karena seseorang di dalamnya gelap sekali, bahkan setelah disentuh ajaran yg paling terang pun, ia tetap berjumpa wajah Shiva yg gelap.

Di atap bumi Tibet ada cerita indah, suatu hari ada mahluk tercerahkan mau wafat. Dibimbing compassion, ia berdoa keras agar lahir di neraka.

Dg niat mulya agar bisa meringankan penderitaan di neraka. Tapi menjelang wafat jiwa suci ini berbisisk: “Saya tidak melihat neraka, saya melihat Nirvana”.

Itulah yg disebut God as a law (Tuhan sebagai hukum). Sekeras apa pun nyamuk terbang, ia tidak akan tinggi. Seringan apa pun elang terbang, ia mudah mencapai tempat yg tinggi.

Pelajarannya, sebelum belajar Shiva khususnya, yakinlah seseorang dipercantik oleh ajaran Buddha terlebih dahulu.

Di luar jadilah orang Hinayana (disiplin sekali dg tata krama), di dalam jadilah orang Mahayana (penuh compassion pada semua mahluk).

Di tempat rahasia, jadilah penekun Tantrayana (jalan yg sangat rahasia). Jika diberkahi ajaran Tantra, alam rahasia banyak membuka dirinya.

Hanya sebagai contoh, tempat suci tidak lagi menjadi tempat memohon, tempat suci menjadi cermin tentang kualitas diri Anda di dalam.

Keluarga Compassion tekun sekali mengundang orang utk menggali ke dalam, karena Cahaya terdekat terlihat di Pura Dalem.

Di tingkatan ini, pesan tetua ini benar: “Shiva ya, Buddha ya”. Bagi pemula, Shiva adalah kekuatan tingkat tinggi di alam ini. Shakti adalah permaisurinya.

Tapi begitu tercerahkan, Shiva adalah kesadaran murni. Shakti adalah energi. Begitu seseorang membawa kesadaran murni pada tiap gerakan energi, itulah pencerahan.

Di tingkat inilah, Shiva dan Buddha tidak lagi dua ajaran yg berbeda. Selamat merayakan malam Shivaratri. Semoga semua diberkahi.

Foto ditemukan di akun Fb sejumlah sahabat
Shambala meditation center: bellofpeace.org, belkedamaian.org

bali #love #peace #meditation #healing #healingjourney

Tentang Penulis

Gede Prama

Guruji Gede Prama memulai perjalanan spiritual dengan berdialog bersama Guru simbolik di sebuah desa di Bali Utara. Ini kemudian diperkaya dengan sekolah ke luar negeri, perjumpaan dengan Guru spiritual dunia seperti YM Dalai Lama, YA Thich Nhat Hanh serta Profesor Karen Armstrong, serta olah meditasi yang panjang.

Kendati pernah memimpin perusahaan dengan ribuan karyawan, terbang ke beberapa negara untuk tujuan mengajar, tapi semua itu ditinggalkan karena dipanggil oleh bom Bali di tahun 2002. Sejak beberapa tahun lalu beliau bahkan tidak pernah meninggalkan Bali, sekali-sekali saja keluar dari keheningan hutan untuk mengajar di tempat-tempat suci di Bali.

Detil dan kontak di https://www.gedeprama.com/

Silahkan Berkomentar

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.