Kedamaian

Dampak pencerahan pada otak…

Ditulis oleh Gede Prama

Di zaman ini, organ tubuh manusia yg banyak diteliti adalah otak. Hati mulai diteliti, tapi tidak sebanyak orang meneliti otak.

Yg layak dicermati, mulai ada neuro-scientist yg meneliti menggunakan alat modern super canggih tentang dampak pencerahan pada otak.

Guru besar dari Harvard Daniel Goleman bercerita, bagaimana sejumlah olympic meditator dari Tibet, Nepal, India bisa mencapai gelombang gamma dalam hitungan detik.

Sesuatu yg tidak kebayang bagi orang biasa. Bagi orang biasa, bertransisi dari beta ke alfa saja susah. Apa lagi melewati teta, delta serta gamma.

Penelitian lebih mutahir soal ini lebih dalam. Pencerahan tidak saja mempengaruhi gelombang otak, tapi juga mengubah bagian penting otak.

Bagian otak pertama yg diubah drastis oleh pencerahan adalah sistim limbic. Ia berkaitan dg emosi. Bagaimana orang berespon pada emosi.

Bagi ia yg mengalami pencerahan Agung (bukan pencerahan kecil yg bisa dialami berkali-kali), sistim limbic-nya berbeda sekali dg orang biasa.

Yg jelas, perasaan boleh melompat ke sana ke mari, tapi ia tidak membuat pikiran, ucapan dan tindakan bergerak secara sembarangan.

Gelombang perasaan lewat-lewat saja sebagaimana ombak di pantai, sebagaimana angin di ruang, sebagaimana awan di langit.

Bagian lain otak yg diubah secara signifikan oleh pencerahan Agung adalah thalamus yg terletak di bagian terdalam otak.

Akibatnya, otak tidak lagi menjadi tuan yg pongah. Otak berubah menjadi pelayan yg merendah. Otak hanya kendaraan, kesadaran adalah supirnya.

Begitu melewati tahapan ini, di sana seseorang akan lebih dipengaruhi oleh energi hati. Serta mengerti ruang-ruang hati secara lebih dalam.

Dari ruang anak kecil yg menangis, hati yg penuh compassion, hati yg pemberani, sampai hati yg penuh dg kebijaksanaan.

Anak kecil menangis di dalam mewakili luka jiwa yg belum sembuh. Ia sering menggoda dg memori buruk, pikiran buruk, perasaan buruk.

Hati yg penuh compassion melihat semua mahluk menderita, Dan Anda ada di sini utk meringankan beban penderitaan mereka.

Hati yg pemberani mirip Mahatma Gandhi. Utk mencapi misi sucinya, ia berani mengorbankan segalanya termasuk nyawa.

Hati yg bijaksana mengalami, di alam ini plus satu minus satu. Kemajuan di sebuah bidang diikuti kemunduran di bidang lain.

Bahasa Timurnya kosong. Tapi kosong itu berisi cinta kasih. Dari kekosongan mekar bunga indah cinta kasih.

Photo courtesy: Fb account of The perfect pictures
Shambala meditation center: bellofpeace.org, belkedamaian.org
#bali #love #peace #meditation #healing #healingjourney

Tentang Penulis

Gede Prama

Guruji Gede Prama memulai perjalanan spiritual dengan berdialog bersama Guru simbolik di sebuah desa di Bali Utara. Ini kemudian diperkaya dengan sekolah ke luar negeri, perjumpaan dengan Guru spiritual dunia seperti YM Dalai Lama, YA Thich Nhat Hanh serta Profesor Karen Armstrong, serta olah meditasi yang panjang.

Kendati pernah memimpin perusahaan dengan ribuan karyawan, terbang ke beberapa negara untuk tujuan mengajar, tapi semua itu ditinggalkan karena dipanggil oleh bom Bali di tahun 2002. Sejak beberapa tahun lalu beliau bahkan tidak pernah meninggalkan Bali, sekali-sekali saja keluar dari keheningan hutan untuk mengajar di tempat-tempat suci di Bali.

Detil dan kontak di https://www.gedeprama.com/

Silahkan Berkomentar

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.