Kedamaian

Belajar dari Guru simbolik

Ditulis oleh Gede Prama

Tiap Guru suci punya hubungan unik dg Guru yg ada di alam. Kebanyakan calon Guru bergantung paling banyak pada Guru hidup. Kebanyakan.

Utk memberi inspirasi pada sahabat dekat, Guruji unik. Sejak kecil lebih dekat dg Guru simbolk. Simbol-simbol yg ada di alam.

Ada banyak. Salah satunya adalah sarang laba-laba. Utk membuat cerita singkat, saat muda dulu tubuh pernah dikerubuti ribuan laba-laba.

Di tengah malam. Persisnya di Pura Luhur Uluwatu Bali. Semua memenuhi tubuh dari leher ke bawah. Ada satu yg paling besar naik ke ubun-ubun.

Setelah itu, sering berjumpa laba-laba membuat sarang. Yg paling sering di Ashram. Sampai hari ini sering dihadang laba-laba membuat sarang.

Setelah melihat permukaan bumi menggunakan mata spiritual, ternyata sebelum ada agama resmi di bumi, tempat memuja manusia adalah stone henge.

Sejenis batu besar tua yg ditumpuk menyerupai gerbang. Dan di tempat itu auranya sangat sakral. Stone henge masih ada sekarang di beberapa tempat di bumi.

Setelah dilihat lebih dalam, jauh sebelum ada stone henge, “tempat suci” manusia di bumi bentuknya menyerupai lingkarang sempurna.

Gerakan lingkarannya, persis sama dg cara laba-laba membentuk sarang. Sekali lagi, persis sama. Penafsirannya ada berlimpah.

Perjalanan spiritual adalah perjalanan menemukan titik pusat di dalam. Orang Jepang menyebutnya hara. Ia dekat dg chakra ketiga.

Lokasinya 3 jari di bawah pusar. Warnanya kuning. Penafsiran berikutnya, kehidupan mirip jejaring laba-laba. Semua serba terhubung.

Dalam bahasa orang fisika kuantum, patahnya sayap kupu-kupu di Okinawa Jepang mempengaruhi cuaca di selatan Australia.

Pesannya, hati-hati melangkah dalam kehidupan. Karena kehidupan mirip jejaring laba-laba, apa pun yg dilakukan akan balik pada yg bersangkutan.

Itu sebabnya, tokoh-tokoh yg sangat keras di usia muda, umumnya mengalami kehidupan yg keras di usia tua (sakit, stroke, dll).

Penekun spiritual yg lembut saat muda, juga mengalami kehidupan yg lembut di usia tua (diterima, dirawat, disayangi, dll).

Sebagian orang menyukai referensi buku suci. Sahabat Muslim menyebut ini “iqra”. Ada banyak hal di alam ini yg sebaiknya “dibaca”.

Teman-teman Hindu mengenal Akashic records. Ada perpustakaan Agung di alam ini yg menunggu utk dibaca. Di Buddha Tantrayana disebut Guru simbolik.

Ia melengkapi tiga Guru yg lain yakni Guru hidup, Guru buku suci dan Guru rahasia. Keempatnya saling melengkapi. Serta tidak bisa dipisahkan.

Mudah-mudahan bisa menjadi pelengkap informasi bagi para pencari serius di jalan Cahaya. Sehingga pencarian dibekali wawasan yg luas & panjang.

Photo courtesy: Pexels, Unsplash. Stone henge & jejaring laba-laba
Shambala meditation center: bellofpeace.org, belkedamaian.org

Tentang Penulis

Gede Prama

Guruji Gede Prama memulai perjalanan spiritual dengan berdialog bersama Guru simbolik di sebuah desa di Bali Utara. Ini kemudian diperkaya dengan sekolah ke luar negeri, perjumpaan dengan Guru spiritual dunia seperti YM Dalai Lama, YA Thich Nhat Hanh serta Profesor Karen Armstrong, serta olah meditasi yang panjang.

Kendati pernah memimpin perusahaan dengan ribuan karyawan, terbang ke beberapa negara untuk tujuan mengajar, tapi semua itu ditinggalkan karena dipanggil oleh bom Bali di tahun 2002. Sejak beberapa tahun lalu beliau bahkan tidak pernah meninggalkan Bali, sekali-sekali saja keluar dari keheningan hutan untuk mengajar di tempat-tempat suci di Bali.

Detil dan kontak di https://www.gedeprama.com/

Silahkan Berkomentar

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.