Kedamaian

Tidak menjadi “salesman”-nya agama-agama

Ditulis oleh Gede Prama

Menyusul cerita sebelumnya tentang “Surat terbuka utk anak-anak muda Bali”, yg direspon secara penuh respek oleh banyak anak muda Bali.

Ada anak muda yg berkomentar unik: “Baru kali ini ketemu Guru spiritual yg tidak menjadi salesman-nya agama-agama”. Maklum, begitulah zaman.

Yg layak dibagikan di forum ini, Guruji pernah bertemu secara pribadi dg Prof. Karen Armstrong yg menulis buku indah “History of God”.

Buku super tebal ini berisi riset terdalam tentang pencarian umat manusia tentang Tuhan selama 5.000 tahun. Sekali lagi, lima ribu tahun!

Di sana terbuka rahasia, bagaimana tarik-menarik antaragama ini telah menimbulkan banyak sekali kekerasan. Bahkan memakan nyawa manusia.

Dan itu telah berlangsung selama ribuan tahun. Serta terjadi di semua agama. Itu juga yg membuat Guruji tidak tertarik utk memindahkan agama orang.

Lebih tertarik utk membuat murid agar indah di agamanya sendiri. Sahabat Islam biar lebih indah bersama pecinya, orang Bali biar lebih indah ditemani destarnya.

Syukurnya, banyak yg mau diajak menapaki jalan ini: “Mengubah agama bukan jawaban. Mengubah hati agar indah, itu jawabannya”.

Melihat cara berespon Guruji yg demikian tenang menghadapi cacian orang, ada anak muda yg bertanya: “Ilmu apa yg dipelajari Guruji?”.

Cacian orang serupa panah yg ditarik mundur. Mundur memang sebentar setidaknya karena bad mood. Tapi habis itu, panahnya melesat jauh ke depan.

Rumi mewariskan pesan indah: “Be like sugarcane, sweet yet silent. Don’t get entangled with bitter words”. Jadilah seperti tebu. Manis sekaligus hening.

Tidak perlu dibikin rumit oleh kerumitan dunia. Mendengar cerita Guruji pernah dikelilingi Cahaya di Pura Dalem, ada spirit bertanya: “Are you Shiva?”.

Dg tangkas dijawab seperti ini: “I am silence who’s here to serve love”. Keheningan yg berbagi cinta kasih. Itu dan hanya itu.

Photo courtesy: Fb account of English Literature: A community
Shambala meditation center: bellofpeace.org, belkedamaian.org

bali #love #peace #meditation #healing #healingjourney

Tentang Penulis

Gede Prama

Guruji Gede Prama memulai perjalanan spiritual dengan berdialog bersama Guru simbolik di sebuah desa di Bali Utara. Ini kemudian diperkaya dengan sekolah ke luar negeri, perjumpaan dengan Guru spiritual dunia seperti YM Dalai Lama, YA Thich Nhat Hanh serta Profesor Karen Armstrong, serta olah meditasi yang panjang.

Kendati pernah memimpin perusahaan dengan ribuan karyawan, terbang ke beberapa negara untuk tujuan mengajar, tapi semua itu ditinggalkan karena dipanggil oleh bom Bali di tahun 2002. Sejak beberapa tahun lalu beliau bahkan tidak pernah meninggalkan Bali, sekali-sekali saja keluar dari keheningan hutan untuk mengajar di tempat-tempat suci di Bali.

Detil dan kontak di https://www.gedeprama.com/

Silahkan Berkomentar

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.