Kedamaian

Pikiran yang menyembuhkan dan membebaskan…

Ditulis oleh Gede Prama

“Pikiran yang dapat mengikat adalah pikiran yang sama yang dapat membebaskanmu”, itulah pesan dari kitab suci kuno. Secara implisit berarti, pikiran dapat menjadi sumber racun atau obat. Itu tergantung pada seberapa terampil Anda dalam melatih pikiran. Jika Anda terus melayani pikiran, itu meracuni. Namun, jika Anda belajar meditasi yang mendalam, tumbuh dari pelayan pikiran menjadi tuan dari pikiran, tidak diragukan lagi pikiran adalah sumber obat. Ia bahkan dapat melepaskan Anda dari alam samsara ini.

Untuk membuat ceritanya sederhana, pikiran dibuat oleh kecerdasan dan interaksi. Itu akan meracuni jika kecerdasannya kaku, pada saat yang sama seseorang tumbuh dalam lingkungan yang tidak fleksibel. Pikiran akan menyembuhkan jika kecerdasan Anda fleksibel, pada saat yang sama tumbuh dalam lingkungan di mana kita dapat menerima, memaafkan, dan mencintai satu sama lain. Untuk membantu para pencari spiritual memperluas cakrawala pandangan mereka dalam kasus ini, mari kita renungkan subjek ini bersama-sama.

Efek plasebo…

Konsep “pikiran yang menyembuhkan” berpusat pada kemampuan mendalam pikiran manusia untuk memengaruhi dan mendorong penyembuhan. Tidak hanya penyembuhan fisik tetapi juga kesehatan secara umum. Gagasan ini berakar pada hubungan rumit antara kesehatan mental, spiritual, dan fisik, yang menggarisbawahi kekuatan pikiran, emosi, dan keyakinan dalam membentuk kesejahteraan kita.

Salah satu prinsip lama di balik kekuatan penyembuhan pikiran adalah efek plasebo, di mana keyakinan pada kemanjuran suatu pengobatan dapat menghasilkan peningkatan kesehatan yang aktual dan nyata. Fenomena ini menunjukkan bahwa harapan positif dan kondisi mental dapat memicu perubahan fisiologis, seperti pelepasan endorfin dan zat kimia lain yang mendorong penyembuhan.

Kekuatan visualisasi…

Praktik kesadaran dan meditasi lebih jauh dapat menggambarkan kekuatan penyembuhan pikiran. Teknik-teknik ini membantu mengurangi stres, menurunkan tekanan darah, dan meningkatkan kesehatan mental secara keseluruhan dengan menumbuhkan keadaan tenang dan kesadaran yang terfokus. Penelitian telah menunjukkan bahwa meditasi teratur dapat meningkatkan fungsi kekebalan tubuh, mengurangi peradangan, dan bahkan mengubah struktur otak dengan cara meningkatkan ketahanan dan stabilitas emosional seseorang.

Selain itu, praktik visualisasi, di mana individu membayangkan diri mereka dalam keadaan sehat dan sejahtera, dapat memiliki efek terapeutik (efek menyembuhkan).  Latihan mental ini dapat membantu menciptakan pola pikir positif, mengurangi kecemasan, dan meningkatkan proses penyembuhan alami tubuh. Atlet, misalnya, sering menggunakan visualisasi untuk meningkatkan kinerja dan mempercepat pemulihan dari cedera.

Psikoneuroimunologi…

Potensi penyembuhan pikiran juga terbukti dalam bidang psikoneuroimunologi, yang mempelajari interaksi antara proses psikologis dan sistem saraf serta kekebalan tubuh. Penelitian di bidang ini menunjukkan bahwa mempertahankan pandangan positif, mengelola stres, dan memelihara hubungan sosial dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh dan meningkatkan hasil kesehatan.

Singkatnya, pikiran yang menyembuhkan adalah pikiran yang memanfaatkan kekuatan berpikir positif, perhatian penuh, dan kesejahteraan emosional untuk meningkatkan kesehatan fisik. Dengan memahami dan memanfaatkan hubungan ini, individu dapat memanfaatkan kemampuan di dalam diri mereka untuk menemukan kesembuhan dan meningkatkan kualitas hidup mereka.

Foto milik: Pexels

Pusat meditasi Shambala: bellofpeace.org, belkedamaian.org
#bali #cinta #perdamaian #meditasi #penyembuhan #perjalananpenyembuhan #harmoni

Tentang Penulis

Gede Prama

Guruji Gede Prama memulai perjalanan spiritual dengan berdialog bersama Guru simbolik di sebuah desa di Bali Utara. Ini kemudian diperkaya dengan sekolah ke luar negeri, perjumpaan dengan Guru spiritual dunia seperti YM Dalai Lama, YA Thich Nhat Hanh serta Profesor Karen Armstrong, serta olah meditasi yang panjang.

Kendati pernah memimpin perusahaan dengan ribuan karyawan, terbang ke beberapa negara untuk tujuan mengajar, tapi semua itu ditinggalkan karena dipanggil oleh bom Bali di tahun 2002. Sejak beberapa tahun lalu beliau bahkan tidak pernah meninggalkan Bali, sekali-sekali saja keluar dari keheningan hutan untuk mengajar di tempat-tempat suci di Bali.

Detil dan kontak di https://www.gedeprama.com/

Silahkan Berkomentar

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.